IFG Dorong UMKM Jogja Naik Kelas Lewat Literasi Keuangan
Penguatan literasi keuangan dinilai menjadi salah satu kunci agar pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mampu berkembang dan naik kelas.
Petugas memilah sampah plastik di BUMDes Kelompok Usaha Pengelolaan Sampah (Kupas) Panggungharjo, Sewon, Bantul, DIY, Selasa (7/2/2023). Kelompok itu mengolah sampah organik menjadi kompos dan sampah plastik menjadi batako. – Antara/Hendra Nurdiansyah
Harianjogja.com, BANTUL—Pembangunan pusat pengolahan sampah terpadu di tiga lokasi di Bantul ditargetkan dapat selesai dan beroperasi pada 2024.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih di Bantul, mengatakan, tiga pengolahan sampah yang sedang proses bangun saat ini adalah pusat pengolahan sampah di Bawuran Pleret, kemudian Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPTS) di Modalan Banguntapan, dan TPST di Dingkikan, Argodadi Sedayu.
"Untuk kawasan pengolahan sampah pusat karbonasi di Bawuran akhir bulan April selesai, sehingga awal Mei beroperasi, kemudian TPST di Modalan selesai bulan September, kemudian di Argodadi selesai bulan September, sementara pengolahan sampah di Niten sudah beroperasi," katanya, Senin (11/3/2024).
Dengan demikian, kata dia, Pemkab Bantul semakin siap dalam menuju kemandirian pengelolaan sampah tingkat kabupaten, menyusul akan ditutupnya TPST Piyungan yang merupakan tempat pembuangan akhir (TPA) regional DIY pada April oleh Pemerintah Daerah (Pemda) DIY.
BACA JUGA: Selama Puasa Jam Operasional Tempat Hiburan di Sleman Dibatasi
"TPST Piyungan April ini ditutup permanen maka Gubernur DIY umumkan adanya desentralisasi pengelolaan sampah, artinya sampah jadi tanggung jawab masing-masing kabupaten kota, kita lalu bergerak untuk menyambut era desentralisasi pengelolaan sampah di DIY," katanya.
Bupati mengatakan apa yang dilakukan Pemkab dengan membangun pusat pengolahan sampah kapasitas puluhan ton per hari itu bukan satu satunya yang telah dilakukan, namun jauh sebelum itu, pemkab melakukan pembangunan instalasi pengolahan sampah di beberapa kelurahan.
"Beberapa kelurahan sudah memiliki instalasi pengolahan sampah, ada Panggungharjo, Guwosari, Potorono, Karangtengah, Bangunharjo, dan memang pemerintah yang memfasilitasi munculnya kemandirian pengelolaan sampah di level kelurahan," katanya.
Dia mengatakan, akan tetapi TPST sistem 3R (reduce reuse recycle) di kelurahan-kelurahan kapasitas pengolahannya berkisar antara lima sampai 10 ton, sementara TPST yang mampu mengolah sampah 10 ton ke atas itu yang dibangun pemerintah kabupaten.
"Jadi kami semakin siap, semakin percaya diri menyambut era desentralisasi, dan pada saatnya nanti ketika kita mandiri, sampah benar-benar bersih di Bantul, didaur ulang di Bantul, tidak keluar dari Bantul, maka kita deklarasikan Bantul Bersih Sampah 2025," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Penguatan literasi keuangan dinilai menjadi salah satu kunci agar pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mampu berkembang dan naik kelas.
ISI Jogja menggelar pameran seni bertema Post-Machine Algorithm yang membahas dampak kecerdasan buatan (AI) terhadap dunia seni.
Dindikpora Yogyakarta menerapkan SPMB SMP 2026 berbasis RTO dengan fitur ubah pilihan sekolah secara real time.
Pemasangan girder Tol Jogja–Solo di Simpang Kronggahan memicu pengalihan arus lalu lintas dan skema U-turn sementara.
BNPB melaporkan kekeringan di Banyumas dan Purbalingga. BPBD menyalurkan air bersih untuk ratusan keluarga terdampak.
Seorang nelayan Morotai tewas tersambar petir saat pulang melaut. BNPB mengimbau masyarakat waspada cuaca ekstrem di pesisir.