UGM Temukan Residu PVC di Lokasi Api Misterius Seyegan
UGM menemukan residu PVC di lokasi fenomena api Seyegan, Sleman. Tim peneliti menyimpulkan sumber api bukan berasal dari gas alam dan kini fokus mencari pemanti
Foto Ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Mayat bayi ditemukan di Selokan Mataram Jalan Cangkringan, Dhuri, Tirtomartani, Kalasan, Sleman.
Kanit Reskrim Polsek Kalasan, Ipda Ritantoko menerangkan penemuan bayi awalnya diketahui sekitar pukul 06.00 WIB pada Senin (11/3/2024) oleh dua orang petani hendak membuka pintu air untuk keperluan mengairi sawah. Namun keduanya justru melihat sosok bayi yang awalnya dikira boneka.
"Setelah dicek ternyata benar bahwa yang dilihat adalah sesosok bayi," kata Ritantoko.
BACA JUGA : Motif Pelaku Buang Dua Bayi Kembar Karena Panik
Saat ditemukan kondisi bayi tersebut sangat memprihatinkan. Jasad bayi sudah dalam keadaan mulai membusuk saat ditemukan. Temuan ini selanjutnya dilaporkan ke Polsek Kalasan. Petugas inafis Polresta Sleman dan Polsek Kalasan didatangkan untuk melakukan penanganan.
"Saat ini Mayat bayi sudah di bawa ke RS Bhayangkara dan penanganan perkara ditangani Polsek Kalasan Sleman," ungkapnya.
Ritantoko mengungkapkan bayi yang ditemukan berjenis kelamin laki-laki. Mayat bayi ditemukan dengan tali pusar yang masih menempel. Tinggi badan bayi berkisar 40 senti dan berat badan kurang lebih 2,7 kilogram. "Rambut hitam tebal, umur bayi kurang lebih sembilan bulan dan meninggal lebih dari dua hari," ujarnya.
Kini polisi berupaya memburu orang tua pemilik bayi yang ditemukan. Salah satunya dengan mengecek ke rumah sakit. "Kami baru berupaya mencari ke rumah sakit-rumah sakit terdekat, apakah ada ibu-ibu yang mengalami pendarahan," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
UGM menemukan residu PVC di lokasi fenomena api Seyegan, Sleman. Tim peneliti menyimpulkan sumber api bukan berasal dari gas alam dan kini fokus mencari pemanti
Gempa DIY membuat perjalanan kereta sempat dihentikan sementara. KAI Daop 6 memastikan seluruh operasional kereta kini kembali normal dan aman.
Jadwal KRL Solo-Jogja hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Alumni FHUI 1991 menggelar reuni di Bantul dengan menanam pohon bersama lansia dan ABK sebagai legacy bagi lingkungan dan masyarakat.
Polda DIY membangun sumur bor dan menyalurkan air bersih bagi sekitar 550 warga Gunungkidul dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
Jadwal KRL Jogja-Solo hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.