Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Polisi. - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Polresta Sleman menerjunkan 258 personel untuk melakukan patroli selama Bulan Puasa. Diharapkan adanya kegiatan ini maka situasi keamanan dan ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) bisa tetap terjaga.
Kasi Humas Polresta Sleman, Iptu Lindawati Wulandari mengatakan, jajaran polresta bersama dengan polsek membentuk 43 tim untuk melakukan patroli selama Bulan Ramadhan. Total personel yang diterjunkan mencapai 258 petugas dilibatkan dalam kegiatan ini.
Menurut dia, selama Puasa ada beberapa kerawanan mulai dari usai pelaksanaan Salat Tarawih hingga jelang makan sahur. Upaya pencegahan untuk menjaga kambtibamas dengan membentuk tim patroli wilayah hukum Sleman.
“Ada 43 tim yang dibentuk dan tim ini setiap malamnya melakukan patroli kambtibmas,” kata Linda kepada wartawan, Selasa (12/3/2024).
Dia menjelaskan, pola patroli yang dijalankan dengan preventive strike. Metode ini dilakukan dengan serangkaian kegiatan mulai dari razia selektif terhadap kendaraan atau rombongan premotor yang dicurigai untuk diperiksa.
Selain itu, juga dengan cara mendatangi tempat-tempat nongkrong anak-anak atau remaja hingga dini hari. Kegiatan ini disinyalir dapat menimbulkan kerawanan kamtibmas sehingga perlu dilaksankan upaya pencegahan.
“Akan ada penindakan atas tindak lanjut dengan penangkapan apabila diketeukan barang terlarang, berbahaya seperti narkoba maupun senjata tajam,” katanya.
Linda berharap dengan upaya pencegahan ini, maka pelaksanaan Bulan Ramadhan di Kabupaten Sleman berjalan dengan aman, lancar dan tanpa adanya gangguan kamtibmas. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengurangi risiko tindak pidana kejahatan.
“Mari kita ciptakan situasi Bulan Ramadhan yang aman dan nyaman penuh berkah,” katanya.
Kepala Satpol PP Sleman, Shavitri Nurmala Dewi mengatakan, ada pembatasan jam operasional tempat hiburan di Sleman. Kebijakan mengacu pada Perbup No.12/2023 tentang Pelaksanaan Usaha Hiburan, Spa, Gamenet, Rumah Makan, Restoran, Hotel dan Pusat Perbelanjaan pada Bulan Ramadhan serta Hari Raya Idul Fitri.
“Aturan tutup hanya tiga hari di awal Ramadhan dan saat Lebaran. Selain itu, boleh buka meski dengan jam operasional yang dibatasi,” kata Shavitri.
Menurut dia, peraturan ini sudah diinformasikan kepada pemilik usaha di Sleman. Untuk memastikan efektivitas dari kebijakan pembatasan operasional selama Puasa, akan ada upaya monitoring secara berkala. “Masyarakat juga dapat berperan dengan melaporkan apabila ada yang melanggar dari aturan tersebut,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
The End of Oak Street dibintangi Anne Hathaway dan Ewan McGregor. Film ini mengisahkan keluarga yang terjebak di dunia penuh misteri.
Bea Cukai Soekarno-Hatta mengungkap penyelundupan 23,793 kg emas senilai Rp63 miliar yang diduga dikirim ke Cina dan Dubai.
Rupiah hari ini diprediksi melemah ke Rp17.870-Rp17.920 per dolar AS. IHSG juga diperkirakan bergerak terbatas pada Jumat (14/8).
Barcelona dan PSG sepakat transfer Ferran Torres dengan nilai 48,5 juta euro. Torres akan dikontrak PSG hingga 2031.
Iran dikabarkan segera bergabung dengan New Development Bank milik BRICS di tengah tekanan sanksi dan konflik dengan AS serta Israel.