Soft Living Jadi Tren di Jogja, Anak Muda Utamakan Kesehatan Mental
Soft living menjadi tren di Jogja. Gaya hidup ini mendorong keseimbangan hidup dan kesehatan mental tanpa mengabaikan tanggung jawab.
Tangkapan layar gerbang tol Karanganom, Klaten. /Youtube.
Harianjogja.com, JOGJA—Tol Jogja-Solo akan segera dioperasikan secara fungsional dalam waktu dekat ini khususnya saat mudik Lebaran 2024. Sejumlah persiapan pun dilakukan untuk menyongsong operasional tol Jogja-Solo fungsional tersebut.
Salah satu persiapan di antaranya para pemangku kepentingan melakukan peninjauan di sepanjang jalan tol Jogja-Solo. Di antaranya Direktur Utama Suchandra P Hutabarat didampingi Pemimpin Proyek Muhammad Ahdal Masruhin dan dihadiri pula oleh jajaran direksi PT. Adapun dari Jasa Marga Tollroad Operator beserta tim yang dipimpin langsung oleh Direktur Utama PT. JMTO Yoga Tri Anggoro. Tinjauan lapangan itu dilakukan pada 29 Februari 2024 laku.
"Tinjauan lapangan dimulai dari STA 00+000 sampai dengan STA 22+300 dalam rangka memastikan kesiapan dan kesuaian sarana dan prasarana jalan tol Jogja Solo sebelum dioperasikan dalam waktu dekat, tak ketinggalan gerbang – gerbang tol menjadi target tinjauan oleh tim PT. Jasa Marga Tollraod Operator," tulis akun Instagram @jasamargajogjasolo.
Tol Jogja-Solo Seksis 1.1 ini ditargetkan akan segera dioperasikan untuk umum di 2024. Oleh karena itu persiapan pelaksanaan operasional terus dilakukan guna memenuhi persyaratan yang telah ditentukan sesuai regulasi yang ada, sehingga pada target waktu yang ditentukan nanti PT.
"Jasamarga Jogja Solo mampu memberikan pelayanan pengoperasian jalan tol yang melampaui harapan pengguna jalan tol".
Adapun dari sisi fisik pembangunan juga terus dikebut, khususnya untuk ruas terbaru yang belum pernah diujicobakan untuk jalan tol jogja-solo fungsional sebelumnya yaitu sampai di exit toll Ngawen-Klaten.
Adapun fisik untuk ruas Kartasura-Karanganom secara umum nyaris rampung, sudah terpasang pagar pengaman samping kiri dan kanan serta pagar pembatas bagian tengah dalam proses penyelesaan. Exit Toll Karanganom atau Simpang Susun Karanganom sebelum telah dioperasikan pada arus mudik dan balik Natal 2023 lalu.
Berdasarkan video yang diunggap Youtube Wong Gunung, saat ini secara umum seluruh kawasan simpang susun Karanganom telah dicor rigid.
Para pemudik dari arah Simpang Susun Kartasura, setibanya di Simpang Susun Karanganom, menuju Jogja ambil jalur lurus menuju ke Exit Toll Ngawen, kemudian ambil jalur ke kiri jika akan menuju Exit Tol Karanganamom atau jalan Jogja-Solo di wilayah Karanganom, Klaten.
Sedangkan kondisi fisik untuk ruas Karanganom menuju exit toll Ngawen saat ini dalam proses dikebut pengerjaannya. Salah satu di exit toll Ngawen yang dalam proses pengecoran.
Pimpinan Proyek PT. Jasamarga Jogja Solo, Muhammad Ahdal Masruhin memastikan adany penambahan panjang ruas yang tol Jogja-Solo fungsional dibandingkan saat libur Natal dan Tahun Baru lalu. Rencananya para pemudik dari Solo bisa sampai di exit toll Ngawen, Klaten,
"Panjang jalur fungsional sekitar 22 km atau bertambah 9 km dari panjang jalan tol fungsional pada Nataru kemarin. Karena diprediksi arus lalu lintas yang akan melewati Solo dan Jogja lebih besar dibanding pada saat Nataru," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Soft living menjadi tren di Jogja. Gaya hidup ini mendorong keseimbangan hidup dan kesehatan mental tanpa mengabaikan tanggung jawab.
Dispar DIY siapkan strategi transisi menuju Malioboro full pedestrian. Akses diatur ulang, parkir dan shuttle dioptimalkan demi kenyamanan wisatawan.
Milad ke-54 DMI Sleman diwarnai penyerahan santunan Rp42 juta kepada marbot. Program perlindungan ini hasil kolaborasi BPJamsostek, Baznas, BSI, dan Pemkab Slem
DP3 Sleman keluarkan edaran waspada wereng batang coklat. Petani diminta perkuat PHT dan deteksi dini untuk cegah gagal panen.
Pemkab Kulonprogo perkuat iklim investasi melalui layanan perizinan terintegrasi OSS-RBA dan penyediaan data potensi daerah.
Sri Sultan HB X menyebut Sragen sebagai saudara tua DIY karena jejak sejarah Mataram. Hubungan budaya ini diminta terus dijaga.