PHRI Sleman dan DP3 Bangun Sistem Pemasaran Produk Lokal
PHRI Sleman dan DP3 membangun sistem informasi pemasaran untuk mempertemukan supplier produk lokal dengan pelaku usaha.
Jalan rusak - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Kabupaten Gunungkidul menyampaikan bahwa ada sekitar 431,2 kilometer ruas jalan di Bumi Handayani dalam kondisi rusak. Penanganan/perbaikan terus dilakukan kendati tidak dapat menyasar banyak titik.
Kepala Bidang Bina Marga DPUPRKP Gunungkidul, Wadiyana mengatakan bahwa total panjang jalan kabupaten mencapai 1.157,26 kilometer (km).
Dari keseluruhan panjang jalan tersebut, 37,26% dalam kondisi rusak. Apabila dikonversi ke satuan km maka ada sekitar 431,2 km jalan kabupaten rusak. Dengan begitu jalan dalam kondisi baik mencapai 62,74% atau 725,96 km.
Wadiyana menjelaskan bahwa jalan kabupaten dalam kondisi rusak tersebut tersebar di seluruh kapanewon/kecamatan. Disinggung soal lokasi dengan kondisi jalan paling rusak, dia mengaku tidak dapat memberikan jawaban. “Soalnya masing-masing wilayah jumlah [ruas] jalan kabupatennya berbeda-beda,” kata Wadiyana, Minggu (24/3/2024).
Hanya saja dia mengaku sebanyak 20%-30% ruas jalan yang perlu penanganan berada di kawasan wisata seperti Gua Jomblang, Lembah Desa, Gua Kalisuci, Embung Sriten, Telaga Jonge, Gua Pindul, Pantai Selatan, Nglanggeran, dan Air Terjun Sri Getuk.
Dia menegaskan Pemkab Gunungkidul berusaha melakukan penanganan kerusakan jalan tersebut. Hanya saja penanganan jalan belum dapat dilakukan secara maksimal karena keterbatasan anggaran APBD Kabupaten Gunungkidul.
“Pemkab Gunungkidul berusaha mencari sumber dana lain baik dari Pemerintah Pusat maupun Pemda DIY,” ucap dia.
Dari Pemerintah Pusat antara lain dengan Inpres Jalan Daerah (IJD), Dana Alokasi Khusus (DAK) dan dari Pemerintah DIY melalui Dana Keistimewaan DIY. Pada 2024, DAK dipakai untuk penanganan jalan namun terbatas pada tema pertanian.
Sebelumnya, Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Dispar Gunungkidul, Supriyanta mengatakan bahwa pihaknya belum mendapat informasi resmi terkait dengan keputusan perbaikan ruas jalan kawasan wisata yang terlah diusulkan ke DPUPRKP.
Hanya saja menurut dia ada satu ruas jalan tersebut yang akan diperbaiki yaitu di ruas jalan Kepek - Ngobaran kendati masih sebatas informasi lisan. Perbaikannya pun baru dilakukan pada 2025.
Padahal, kata dia ada sebanyak 17 ruas jalan yang pihaknya usulkan agar mendapat penanganan/perbaikan. Dari jumlah itu, sebanyak 15 ruas jalan berada di kawasan wisata SRS pantai selatan. Lalu dua ruas jalan sisanya berada di SRS Batur Agung dan Sokoliman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PHRI Sleman dan DP3 membangun sistem informasi pemasaran untuk mempertemukan supplier produk lokal dengan pelaku usaha.
Kemlu menegaskan penanganan karhutla sesuai kesepakatan ASEAN. BNPB mencatat pemadaman masih menyasar 156 hektare lahan di lima provinsi.
KAI Daop 4 Semarang mencatat volume angkutan barang 269.723 ton pada Januari-September 2026, tumbuh 21,66 persen dibanding tahun lalu.
Hiromu Tanaka mencetak dua gol saat PSS Sleman menang 3-0 atas PSM Makassar. Ia menyebut kondisi fisik dan mental tim menjadi kunci.
AKBP Rosana Albertina Labobar resmi menjadi Kapolres Gunungkidul menggantikan AKBP Damus Asa. Ia memperkenalkan konsep Ngopeni untuk memperkuat pelayanan kepada
PSS Sleman menang 3-0 atas PSM Makassar. Hiromu Tanaka mencetak dua gol, sedangkan Matheus Fornazari melengkapi kemenangan Super Elja.