Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Truk melintasi ruas jalan Tempel-Dekso, Kalurahan Banyurejo, Kapanewon Tempel, Minggu (5/2/2023)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.co, SLEMAN—Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman mengalokasikan Rp8 miliar untuk pemeliharaan jalan rusak. Adapun pelaksanaan terbagi menjadi tiga zonasi meliputi Sleman Barat, Tengah dan Timur.
Sub Koordinator Kelompok Subtansi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan, Bidang Bina Marga, DPUKP Sleman, Suparman mengatakan, terus ada upaya untuk memastikan kondisi jalan di wilayah Sleman tetap mulus. Selain ada upaya perbaikan dengan skala besar, juga dilakukan pemeliharaan secara rutin.
Ia menjelaskan, tahun ini ada alokasi sekitar Rp8 miliar yang diperuntukan pemeliharaan jalan maupun jembatan yang rusak. Program ini bertujuannya untuk mempertahankan kondisi jalan-jembatan agar tetap berfungsi dalam melayani lalulintas sehingga keselamatan terjamin. "Program pemeliharaan sudah berjalan,” kata Parman, Selasa (26/3/2024).
BACA JUGA: Wuih! 431,2 Km Jalan di Gunungkidul Rusak, Ini Titik Terbanyaknya...
Dia menjelaskan, teknis pemeliharaan dilakukan dengan cara menambal jalan rusak maupun berlubang. Untuk pelaksanaan terbagi menjadi sembilan tim dengan pembagian tiga zonasi meliputi Sleman Barat, Tengah dan Timur.
“Satu timnya bisa membawahi lima sampai enam kapanewon dan setiap harinya terus bergerak melakukan penambalan jalan,” katanya.
Parman menekankan, perbaikan atau penambalan hanya dilakukan terhadap ruas jalan milik kabupaten. Adapun ruas jalan provinsi atau nasional perbaikan disesuaikan dengan status jalannya.
“Kalau rusaknya jalan provinsi ataupun jalan nasional, maka kita sampaikan ke yang berwenang karena instansi itu yang berwenang memperbaiki. Sebab, tugas kita hanya di wilayah jalan kabupaten,” imbuhnya.
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengaku sudah menginstruksikan ke DPUPKP guna menyiapkan tim khusus untuk memberikan respon cepat terhadap kerusakan jalan. Di musim hujan, kerusakan jadi semakin tinggi dikarenakan genangan air dapat membuat aspal jadi rusak dan berlubang.
“Sudah daya minta untuk menerjunkan tim tambal jalan. Jadi tim ini nanti akan melakukan monitoring dan eksekusi langsung di jalan-jalan kabupaten,” kata Kustini.
Menurut dia, tim tambal ini agak bergerak setiap hari untuk menambal jalan-jalan yang rusak, sesuai dengan pembagian wilayah yang telah ditentukan. “Memang difokuskan untuk respon cepat. Saat melihat atau ada laporan jalan rusak segera ditangani dengan cara menambalnya agar keselamatan pengguna jalan tetap terjaga,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Jadwal perpanjang SIM Kulonprogo Agustus 2026 tersedia di SIMMADE, MPP, Satpas hingga Simenor Ngabuburit. Cek lokasi dan jam layanan.
BGN menutup permanen 504 dapur MBG karena tak layak sanitasi. Sebanyak 3.000 dapur lainnya masih menjalani pemeriksaan.
WhatsApp menghadirkan Meta Business Agent untuk bisnis Indonesia. Agen AI ini membantu melayani pelanggan 24 jam dan mempercepat respons hingga penjualan.
Jetty Muara Sungai Bogowonto di Kulonprogo rusak akibat gelombang tinggi. BBWSSO menyebut kerusakan sekitar 2 persen dan fungsi masih aman.
Ferran Torres dikabarkan pindah dari Barcelona ke PSG dengan nilai transfer 48,5 juta euro. Simak profil dan perjalanan kariernya.