Pengajian Ramadan PWA DIY: Mengokohkan Dakwah Kemanusiaan Semesta

Media Digital
Media Digital Sabtu, 30 Maret 2024 13:57 WIB
Pengajian Ramadan PWA DIY: Mengokohkan Dakwah Kemanusiaan Semesta

Acara pengajian Ramadan yang digelar Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) DIY di Amphitorium Universitas Ahmad Dahlan (UAD), pada Sabtu dan Minggu (30-31 Maret 1445 Hijriah).

JOGJA—Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar acara pengajian Ramadan yang bertempat di Amphitorium Universitas Ahmad Dahlan (UAD), pada Sabtu dan Minggu (30-31 Maret 1445 Hijriah).

Acara yang dihadiri oleh seluruh anggota majelis dan lembaga di PWA DIY dan utusan Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) se DIY ini menjadi wadah untuk silaturahmi dan meningkatkan wawasan keislaman di bulan suci Ramadan.

Dalam sambutannya, Rektor UAD, Prof., Dr., Muchlas MT., mengangkat isu penting mengenai tantangan dakwah pada era digital saat ini. Beliau menyoroti peran teknologi kecerdasan buatan (AI) dan fenomena era "post-truth" yang dapat mengancam keberlangsungan dakwah yang autentik. Prof. Muklas menekankan perlunya menjaga agar kepakaran dalam berdakwah tetap relevan dan dapat mengalir melalui media-media yang ada saat ini.

Sementara itu, Ketua PWA DIY, Widiastuti, S.Ag., MM., menyampaikan tema pengajian Ramadan tahun ini, yakni "Mengokohkan dan Memperluas Dakwah Kemanusiaan Semesta". Beliau menekankan pentingnya memanfaatkan ilmu sebagai alat untuk melakukan dakwah di Aisyiyah serta menggerakkan dan memberdayakan masyarakat di sekitar kita. Salah satu isi kajian yang dibahas adalah Surat Al Ashr, yang dipelajari secara mendalam oleh pendiri Aisyiyah, K.H. Ahmad Dahlan, karena relevansinya dalam kehidupan sehari-hari.

BACA JUGA: PWA DIY Gandeng Kementrian PPPA Sosialisasikan Pencegahan Perkawinan Anak di DIY

Lebih lanjut Widiastuti menyampaikan kandungan Surat Al Ashr menguraikan empat hal penting:

1. Dimensi Waktu: Membahas pentingnya memanfaatkan waktu dengan baik dan merencanakan kegiatan di bulan Ramadan dengan penuh kesadaran.
2. Iman: Menekankan bahwa iman adalah landasan utama dalam berdakwah, yang memerlukan keyakinan tanpa keraguan terhadap Allah dan Rasul-Nya.
3. Beramal Soleh: Menyoroti pentingnya beramal soleh sesuai tuntunan Allah dan Rasul-Nya, termasuk di antaranya adalah puasa, shalat malam (tarawih), dan tadarus Quran.
4. Saling Menasehati dalam Kesabaran: Mengajak untuk saling memberikan nasihat dan dukungan dalam menjalankan dakwah, terutama di tengah tantangan teknologi yang semakin kompleks.

PWA DIY juga menekankan pentingnya menciptakan kader-kader dakwah yang berkualitas, yang tidak hanya memiliki ilmu agama yang cukup, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Dalam konteks ini, dakwah diharapkan dapat menjadi sebuah gerakan yang berbasis keluarga dan melibatkan seluruh anggota masyarakat.

Pengajian ini menghadirkan narasumber yang kompeten dibidanganya antara lain Prof., Dr. Hamim Ilyas, M.Ag .; Prof. Dr. Mufdlilah, M.Sc.; Dr. Apt.Salmah Orbayinah, M.Kes.; Dr. Ikhwan Ahada, S.Ag, MA.; Dr. Tri Hastuti Nur Rohimah dan Prof. Dr. Mami Hajaroh, M.Pd.

Melalui pengajian Ramadan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi para peserta untuk mempersiapkan diri secara spiritual dan intelektual menghadapi bulan Ramadan, serta menjadi momentum untuk memperkuat semangat berdakwah dalam menyebarkan nilai-nilai kemanusiaan yang luhur. (***)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online