Paku Alam X Dorong Seluruh Jamaah Haji DIY Gunakan E-Paspor
Wakil Gubernur DIY Paku Alam X mengusulkan seluruh jamaah haji DIY menggunakan e-paspor untuk mempercepat layanan imigrasi dan meningkatkan kenyamanan.
Ormas Merkids Jogja saat deklarasi anti anarkisme, Rabu (15/10/2025). /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Sebuah organisasi masyarakat (Ormas) di Jogja bernama Merkids mengajak seluruh masyarakat untuk lebih bijak dalam merespons berbagai persoalan. Organisasi ini menyerukan sekaligus mendeklarasikan anti anarkisme.
Sekjen Merkids Setiawan Okie mengklaim gerakan yang dilakukan murni dalam merespons kondisi yang terjadi akhir-akhir ini. Di mana banyak pihak mudah tersulut untuk melakukan tindakan di luar batas yang berujung anarkisme. Oleh karena itu Merkids secara tegas menolak segala bentuk tindakan anarkisme.
"Kami merasa perlu untuk deklarasi penolakan tindakan anarkis ini, agar menggugah kesadaran orang lain agar tidak melakukan tindakan itu [anarkis]. Dan kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menghindari dan menolak berbagai tindakan anarkis," katanya dikutip Kamis (16/10/2025).
Ia menambahkan organisasinya siap untuk terlibat dalam upaya menciptakan situasi yang kondusif dan damai. "Jangan sampai ada pihak yang mencoba melakukan tindakan anarkis di wilayah Jogja. Tentu kami siap untuk menjaga keamanan," ujarnya.
Ia menegaskan dukungan terhadap program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Mulai dari program makan bergizi gratis (MBG), koperasi desa merah putih, sekolah rakyat hingga program asta cita.
"Kami siap mengawal kepemimpinan nasional dengan program Asta Cita Presiden Prabowo. Kami akan selalu bersinergi dengan aparat kemanan dalam menjaga kamtibmas," katanya.
Ketua Umum Merkids Hasanudin menambahkan Merkids merupakan organisasi sosial yang berasal dari masyarakat bawah. Akan tetapi memiliki kepekaan terhadap berbagai persoalan bangsa. Organisasi ini berisi berbagai komunitas seperti pedagang kaki lima hingga tukang becak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wakil Gubernur DIY Paku Alam X mengusulkan seluruh jamaah haji DIY menggunakan e-paspor untuk mempercepat layanan imigrasi dan meningkatkan kenyamanan.
FWA 5G diprediksi menjadi mesin pertumbuhan baru internet rumah di Indonesia dengan kualitas mendekati FTTH dan menjangkau wilayah minim fiber.
Brajamusti siap mengawal kajian renovasi Stadion Mandala Krida jika anggaran uji tanah disetujui. DPRD DIY mengupayakan pergeseran anggaran MC-0.
Akademisi UPN Veteran Yogyakarta menilai paparan Prabowo dalam Sarasehan Kebangsaan memperjelas arah pembangunan, ideologi, dan kemandirian ekonomi.
Festival Ketoprak Kulonprogo diikuti 12 kapanewon sebagai upaya melestarikan budaya di tengah efisiensi anggaran melalui Dana Keistimewaan DIY.
Menteri Wihaji meminta Tim Pendamping Keluarga memperkuat penanganan stunting di Sleman saat Harganas ke-33 melalui pendampingan langsung masyarakat.