Otonomi Daerah DIY Didorong Berbasis Keadilan dan Kearifan Lokal
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
Ilustrasi masjid./Antara
Harianjogja.com, JOGJA—Pemkot Jogja berkomitmen mendukung jaminan kesehatan masayrakatnya, termasuk takmir masjid. Ke depan, Pemkot Jogja akan memberikan program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan kepada takmir masjid di Kota Jogja.
Penjabat Wali Kota Jogja, Singgih Raharjo menjelaskan peran takmir masjid sangat penting dalam menciptakan suatu kesejahteraan masyarakat terutama di dalam masjid. “Rasa keikhlasan dan dedikasi dari pengurus masjid sangat penting,” katanya, beberapa waktu lalu.
Untuk itu, Singgih mengungkapkan ke depannya takmir masjid akan diberikan bantuan berupa BPJS kesehatan yang akan segera di-launching sebelum Lebaran tahun ini. “Ini akan segera kami launching. Walaupun bantuan yang diberikan tidak banyak, tetapi ini merupakan bentuk perhatian kami kepada masyarakat,” ujarnya.
Bantuan ini tidak hanya bagi takmir, tetapi juga akan diberikan kepada ustaz dan rais yang mengabdikan diri untuk menyejahterakan masjidnya. “Saya berharap saat Ramadan ini warga selalu mendapatkan pahala yang berlimpah,” katanya.
Selain itu, dengan akan adanya bantuan ini, diharapkan dapat menjadi semangat bagi pengurus masjid. “Jangan dilihat nominalnya, tetapi ini merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada warga Kota Jogja,” ungkapnya.
BACA JUGA: Pemkab Kulonprogo Berdayakan Takmir Masjid Atasi Stunting
Dia berharap, ke depannya masjid tidak hanya menjadi titik kumpul umat Islam, tapi juga menjadi tempat untuk dapat bersama-sama mensejahterakan warganya. “Sehingga masayarakat bisa sejahtera bermula dari masjid,” kata dia.
Takmir Masjid Dalilatul Iman Celeban Timur, Suwardjo, mengucapkan terimakasih kepada Pemkot Jogja atas program ini. “Semoga ini akan terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi warga Kota Yogyakarta,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.
Jadwal KRL Solo–Jogja terbaru 2026 lengkap dari Palur ke Tugu. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat dan efisien.
3 pelaku pembacokan pelajar di SMAN 3 Jogja ditangkap di Cilacap. Polisi masih memburu 3 pelaku lain terkait konflik geng.
Dua kakak beradik tewas dalam kecelakaan melibatkan dua truk di Ngawi. Polisi masih selidiki identitas kendaraan.
Polres Bantul perketat patroli malam untuk tekan klitih dan kejahatan jalanan. Orang tua diminta awasi anak sebelum jam 22.00 WIB.