Moto3 GP Italia: Veda Ega Finis Posisi 21 di FP2 Mugello
Veda Ega Pratama finis di posisi ke-21 pada FP2 Moto3 GP Italia 2026 di Mugello. Pembalap Indonesia masih berpeluang memperbaiki hasil di kualifikasi.
Ilustrasi penanganan stunting. - Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO—Pemerintah Kabupaten Kulonprogo mencanangkan program "Takmir Peduli Stunting" untuk percepatan penurunan kasus kekerdilan atau gagal tumbuh anak di wilayah Kapanewon Panjatan.
Panewu (Camat) Panjatan Jumarna di Kulonprogo, Senin (29/1/2024), mengatakan pencanangan ini dilaksanakan mengingat prevalensi stunting di Kapanewon Panjatan sebesar 11,32 persen lebih besar dari angka kabupaten.
"Dilihat dari jumlah kasus tersebar di 11 kalurahan di Kapanewon Panjatan dengan 214 balita stunting," kata Jumarna.
Menurut dia masing-masing kalurahan juga sudah berupaya mengalokasikan anggaran untuk mendorong percepatan penurunan stunting di wilayahnya. Namun dengan keterbatasan anggaran yang ada, belum mampu dimaksimalkan seperti yang diharapkan.
"Tentu hal tersebut menjadi keprihatinan dan memicu kami di Tim Percepatan Penurunan Stunting Kapanewon Panjatan melakukan inovasi melibatkan lebih banyak pihak, termasuk dengan Takmir Peduli Stunting Kulonprogo atau kami singkat TAPE TUKU," kata Jumarna.
Ia mengatakan program ini terinspirasi dari keberadaan masjid yang tidak hanya sebagai tempat ibadah, namun juga diharapkan dapat menjadi kemaslahatan bagi warga sekitarnya. Masjid melalui peran zakat, infaq dan sodakoh yang dikelola takmir dapat mengambil peran lebih lagi dalam penanganan stunting.
BACA JUGA: Pemkab Kulonprogo Terbitkan Angka Stunting Terbaru, Begini Hasilnya
Setiap takmir dapat memberikan bantuan asupan gizi kepada anak minimal satu telur setiap hari melalui koordinasi dengan posyandu di masing-masing kalurahan.
"Di Kapanewon Panjatan ada 90 masjid. Harapan kami keterlibatan takmir ini menjadi syiar yang kuat bahwa masjid peduli pada kesejahteraan jamaah untuk membentuk generasi Islami yang sehat, cerdas, soleh dan soleha," katanya.
Sementara itu, Penjabat Bupati Kulonprogo Ni Made Dwipanti Indrayanti mengapresiasi dan berharap inovasi ini mampu mendorong lagi percepatan penurunan stunting di Kabupaten Kulon Progo.
Namun demikian dia juga mengingatkan tidak hanya sekedar fokus pada penanganan stunting pada balita, tetapi juga perlu perhatian lebih juga pada calon pengantin.
"Tujuan dan sasarannya itu sudah tepat, namun memang kita tidak hanya bicara di balita, karena potensi stunting itu dari calon pengantin. Kalau calonnya kurang sehat ada indikasi nanti kalau kemudian menikah, mengandung nanti bayinya stunting," jelasnya.
Ni Made juga berharap dukungan berbagai pihak karena penurunan stunting merupakan tugas bersama. Semua pihak diharapkan mendukung program percepatan penurunan stunting sesuai bidangnya masing-masing.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Veda Ega Pratama finis di posisi ke-21 pada FP2 Moto3 GP Italia 2026 di Mugello. Pembalap Indonesia masih berpeluang memperbaiki hasil di kualifikasi.
Jadwal KRL Solo-Jogja terbaru dengan tarif Rp8.000. Cek jam keberangkatan dari Palur hingga Yogyakarta untuk perjalanan lebih praktis.
Panglima TNI Agus Subiyanto meminta alumni SMA Taruna Nusantara menjadi generasi adaptif, berkarakter, dan berintegritas menuju Indonesia Emas 2045.
Pakar UMY mengungkap blackout Sumatra bukan sekadar gangguan transmisi, tetapi menunjukkan lemahnya ketahanan sistem kelistrikan dan proteksi jaringan.
SpaceX meluncurkan 29 satelit Starlink baru sehingga total satelit aktif melampaui 10.400 unit untuk memperluas layanan internet global.
Ombudsman RI mendorong sistem terpadu antarkementerian untuk pengawasan TKA dan pencegahan TPPO agar pengawasan lebih efektif.