PAD Wisata Gunungkidul Melejit, Dewan Minta Target Dinaikkan
PAD wisata Gunungkidul tembus Rp26 miliar hingga Mei 2026. DPRD meminta target pendapatan daerah dinaikkan saat APBD Perubahan.
Ilustrasi Pilkada -Antara
Harianjogja.com, SLEMAN—DPC PKB dengan DPD PKS Sleman sepakat mengusung calon bupati dan wakil bupati bersama di Pilkada 2024. Meski demikian, untuk calon yang diusung masih akan dikomunikasikan secara intensif.
Ketua PKB Sleman, R Agus Choliq mengatakan, untuk pilkada di tahun ini, partainya tidak bisa mengusung calon sendiri. Sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang tentang Pilkada, untuk bisa mengusung minimal harus didukung 20% keterwakilan di DPRD, yakni 10 kursi.
Menurut dia, berdasarkan perhitungan dari hasil Pileg 2024 hanya mendapat tujuh kursi. Ini berarti masih kurang tiga kursi agar dapat mengusung calon sehingga harus berkoalisi dengan partai lain.
“Kami intens berkomunikasi dengan PKS dan kebetulan memiliki visi yang sama. Adanya tambahan enam kursi dari PKS, maka sudah bisa mengusung calon di pilkada Sleman,” kata Agus, Selasa (2/4/2024).
Meski demikian, ia mengakui komunikasi yang terjalin masih sebatas pembentukan koalisi. Adapun menyangkut masalah pencalonan, akan dibicarakan lebih intesif didalam mitra koalisi.
“Nanti akan dibicarakan lebih lanjut dan kami terbuka untuk calon yang akan diusung,” katanya.
Ketua DPD PKS Sleman, Indra Gumilar membenarkan partainya siap berkoalisi dengan PKB di Pilkada 2024. Komunikasi intensif sudah dijalin dan ada kesamaan visi dan misi untuk mengusung calon secara bersama-sama.
“Terkait dengan calon, akan melihat dinamika ke depan seperti apa. Yang jelas, kami bersama dengan PKB sevisi untuk menyiapkan kendaraan untuk maju,” kata Indra.
Meski demikian, ia tidak menampik sudah menyiapkan beberapa kriteria untuk calon yang akan diusung. Salah satunya adalah memiliki komitmen kuat untuk membangun di Kabupaten Sleman.
Disinggung mengenai peluang mengusung mantan Sekda Sleman, Harda Kiswaya, Indra tidak menampik hal tersebut dikarenakan sudah beberapa kali bertemu dengan yang bersangkutan.
Meski demikian, hal tersebut belum menjadi Keputusan final dikarenakan calon yang diusung juga melihat perkembangan dinamika ke depannya.
“Belum mengerucut siapa yang akan diusung. Yang jelas, kami terus berproses untuk upaya pemenangan dalam pilkada,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PAD wisata Gunungkidul tembus Rp26 miliar hingga Mei 2026. DPRD meminta target pendapatan daerah dinaikkan saat APBD Perubahan.
Jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Kamis 28 Mei 2026 lengkap semua stasiun, tarif Rp8.000 dan jadwal keberangkatan pagi hingga malam.
Investor kripto Indonesia dinilai makin rasional dan tak lagi sekadar FOMO. Literasi blockchain dan strategi investasi mulai meningkat.
Menlu Sugiono menjelaskan alasan Presiden Prabowo tetap berkunjung ke Prancis saat Iduladha untuk memenuhi undangan Macron.
Penjualan tiket kereta KAI selama libur Iduladha 2026 menembus 911 ribu tiket. Yogyakarta hingga Bandung jadi tujuan favorit penumpang.
Seorang pria di Salatiga meninggal dunia diduga akibat serangan jantung saat membantu proses kelet sapi kurban di Masjid Darul Solikhin.