Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Petugas Satpol PP Kota Jogja bersama Dinas Pertanian dan Pangan Kota Jogja menggelar operasi gabungan di sejumlah pasar, Kamis (4/4/2024) pagi./Istimewa-Satpol PP Kota Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Sebanyak tiga pedagang yang tersebar di beberapa pasar besar Kota Jogja kedapatan tidak mengantongi Surat Keterangan Kesehatan Daging. Mereka pun diberikan surat pelanggaran serta dipanggil ke kantor Satpol PP Kota Jogja.
Kepala Satpol PP Kota Jogja, Octo Noor Arafat menjelaskan pelanggaran ini terungkap dalam operasi gabungan Satpol PP Kota Jogja dengan Dinas Pertanian dan Pangan Kota Jogja di pasar Beringharjo, Pasar Kranggan, Pasar Sentul, serta Pasar Kotagede, Kamis (4/4/2024). “Tujuan dari operasi ini adalah untuk menegakkan peraturan terkait pemotongan hewan dan penanganan daging serta memastikan kepatuhan para pelaku usaha terhadap peraturan yang berlaku,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Hasil dari operasi ini, kata dia, ditemukan tiga pedagang daging berjualan tanpa memiliki Surat Keterangan Kesehatan Daging sebagaimana telah diatur dalam Perda Kota Jogja No. 21/2009 tentang Pemotongan Hewan dan Penanganan Daging. Ketiganya yakni N dan Y di Pasar Bringharjo serta M di Pasar Kranggan.
Sebagai tindak lanjut dari hasil operasi, petugas melakukan pemeriksaan secara menyeluruh di setiap lokasi dan memberikan surat pelanggaran kepada para pelaku usaha yang terbukti belum memiliki Surat Keterangan Kesehatan Daging sesuai ketentuan yang berlaku.
Di samping itu, Satpol PP Jogja juga memanggil ketiganya ke kantor Satpol PP Kota Jogja untuk mengklarifikasi lebih lanjut terkait temuan ini. “Kami berikan surat panggilan ke Satpol PP untuk hadir pada Kamis 18 april jam 09.00 WIB. Akan kami minta klarifikasi lagi,” ungkapnya.
Ketiga orang yang melanggar aturan Surat Keterangan Kesehatan Daging ini juga sudah pernah melakukan pelanggaran yang sama. “Semuanya rata-rata baru menjalani sidang tipiring [tindak pidana ringan] pada Februari lalu,” kata dia.
BACA JUGA: Pekan Ketiga Ramadan, Harga Daging Sapi Stabil Tinggi, Daging Ayam Naik
Dalam sidang tipiring tersebut, para pelanggar mendapatkand sanksi denda yang bervariasi. “Denda tipiring pelanggar daging bervariasi, tergantung putusan hakim. Rata-rata 3Rp00.000 ribu. Paling tinggi ada yang sampai Rp5 juta,” ujarnya.
Dia mengungkapkan para pelanggar masih diperbolehkan berjualan namun dengan pemantauan. “Pengawasannya kami serahkan ke Dinas Pertanian dan Pangan, agar terus dipantau surat keterangannya setiap hari, Dinas Perdagangan ikut mengawasi pedagangnya agar selalu tertib administrasi sesuai regulasi penjualan daging,” tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Nguyen Xuan Son cedera hamstring dan absen 4-6 pekan. Striker Vietnam itu harus mundur dari FIFA ASEAN Cup 2026
Cek harga emas Antam, Galeri24 dan UBS di Pegadaian beserta harga buyback dalam berbagai ukuran, dari 0,5 gram hingga 1.000 gram.
Kata oke ternyata punya sejarah sejak 1839. Istilah OK pertama kali tercatat di Boston Morning Post sebagai singkatan jenaka.
AI mengubah pendidikan tinggi Tiongkok. Ribuan jurusan ditutup atau ditunda, sementara kampus membuka program chip, robotika, dan AI.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang secara resmi meluncurkan perluasan gerakan “Blonjo Warung Tonggo”.