Prabowo Targetkan 1.386 Kampung Nelayan Beroperasi Akhir 2026
Prabowo menargetkan 1.386 Kampung Nelayan Merah Putih beroperasi akhir 2026 dan pembangunan 1.582 kapal ikan modern dimulai pada 2027.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sleman, Mae Rusmi saat melihat proses tera ulang takaran di salah satu SPBU di Kapanewon Turi, Sleman, Kamis (4/4/2024). Ist/Humas Pemkab Sleman
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sleman akan terus mengawasi pengoperasian Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Bumi Sembada. Salah satu upaya dilakukan dengan pengecekan takaran timbangan yang disalurkan ke konsumen.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sleman, Mae Rusmi mengatakan, jelang libur Lebaran pemantauan melalui kegiatan tera ulang terus digencarkan ke SPBU di Kabupaten Sleman. kegiatan ini dilaksanakan bersama dengan jajaran Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Metrologi Legal.
“Ini kegiatan rutin yang diselenggarakan di UPTD Metrologi. Untuk sekarang tera dilakukan di SPBU di Pakem dan Turi,” kata Mae Rusmi, Kamis (4/4/2024).
Berdasarkan hasil pengukuran yang telah dilakukan, ia memastikan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dimasukan ke tangki kendaraan milik konsumen telah sesuai takaran. Malahan, Mae Rusmi mengakui ada takaran untuk jenis Pertamax lebih dari takaran sebanyak 30 mililiter.
“Upaya pengawasan berkala akan terus dilakukan karena menjadi bagian dari perlindungan konsumen,” katanya.
Ia berharap kepada seluruh pengusaha untuk taat aturan dan rutin melakukan kegiatan tera. Salah satunya agar kepastian timbangan bisa sesuai dengan takaran.
BACA JUGA: DLH Gunungkidul Tegaskan Sampah Salat Id Wajib Dikelola Mandiri
“Jangan sampai ada konsumen yang dirugikan. Jadi, kegiatan tera sangat penting untuk memastikan tidak ada praktik kecurangan dalam jual beli BBM,” katanya.
Menurut dia, sudah memerintahkan UPTD Metrologi Legal untuk meningkatkan pengawasan terhadap 50 SPBU di Kabupaten Sleman. “Ini tidak hanya SPBU, tapi pertashop juga tidak luput dari pengawasan,” katanya.
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengatakan sudah melakukan monitoring terhadap stok BBM yang dibutuhkan selama libur Lebaran. Ia memastikan, untuk stok tidak ada masalah dikarenakan masih banyak tersedia.
“Hasil pengecekan stoknya banyak dan yang paling penting distribusi lancar sehingga akan sangat berpengaruh terhadap stok di pasaran,” katanya.
Menurut Kustini, hingga saat ini tidak ada perubahan harga jual BBM. Untuk jenis pertalite dipasarkan Rp10.000 per liter dan solar bersubsidi dijual seharga Rp6.800 per liter. “Adanya ketersediaan stok ini diharapkan dapat mendukung kelancaran pada saat pelaksanaan libur Lebaran di Kabupaten Sleman,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Prabowo menargetkan 1.386 Kampung Nelayan Merah Putih beroperasi akhir 2026 dan pembangunan 1.582 kapal ikan modern dimulai pada 2027.
AFC resmi menolak banding Persib Bandung terkait kericuhan suporter saat ACL 2. Maung Bandung tetap didenda Rp3,5 miliar dan menjalani laga tanpa penonton.
Borneo FC resmi ditunjuk AFC sebagai tuan rumah fase grup AFC Challenge League 2026/2027. Stadion Segiri Samarinda akan menjadi venue pertandingan Asia.
Lonjakan operasi plastik di kalangan anak muda Jepang memicu kekhawatiran. Bahkan anak lulusan SD mulai menjalani operasi kelopak mata dengan persetujuan orang
Federasi Sepak Bola Laos melaporkan dugaan match fixing yang menyeret Timnas Laos di Piala AFF 2026. Polisi diminta menyelidiki indikasi manipulasi pertandingan
Xiaomi resmi meluncurkan HyperOS 4 di China. Sistem operasi terbaru ini membawa desain transparan ala kaca, AI Assistant 2.0, performa lebih cepat, dan fitur li