Bansos Beras 30 Kg Cair Oktober 2026, Cek NIK Penerima
Bansos beras 30 kg kembali disalurkan Oktober-Desember 2026 untuk 33,24 juta penerima. Cek status penerima menggunakan NIK.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sleman, Mae Rusmi saat melihat proses tera ulang takaran di salah satu SPBU di Kapanewon Turi, Sleman, Kamis (4/4/2024). Ist/Humas Pemkab Sleman
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sleman akan terus mengawasi pengoperasian Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Bumi Sembada. Salah satu upaya dilakukan dengan pengecekan takaran timbangan yang disalurkan ke konsumen.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sleman, Mae Rusmi mengatakan, jelang libur Lebaran pemantauan melalui kegiatan tera ulang terus digencarkan ke SPBU di Kabupaten Sleman. kegiatan ini dilaksanakan bersama dengan jajaran Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Metrologi Legal.
“Ini kegiatan rutin yang diselenggarakan di UPTD Metrologi. Untuk sekarang tera dilakukan di SPBU di Pakem dan Turi,” kata Mae Rusmi, Kamis (4/4/2024).
Berdasarkan hasil pengukuran yang telah dilakukan, ia memastikan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dimasukan ke tangki kendaraan milik konsumen telah sesuai takaran. Malahan, Mae Rusmi mengakui ada takaran untuk jenis Pertamax lebih dari takaran sebanyak 30 mililiter.
“Upaya pengawasan berkala akan terus dilakukan karena menjadi bagian dari perlindungan konsumen,” katanya.
Ia berharap kepada seluruh pengusaha untuk taat aturan dan rutin melakukan kegiatan tera. Salah satunya agar kepastian timbangan bisa sesuai dengan takaran.
BACA JUGA: DLH Gunungkidul Tegaskan Sampah Salat Id Wajib Dikelola Mandiri
“Jangan sampai ada konsumen yang dirugikan. Jadi, kegiatan tera sangat penting untuk memastikan tidak ada praktik kecurangan dalam jual beli BBM,” katanya.
Menurut dia, sudah memerintahkan UPTD Metrologi Legal untuk meningkatkan pengawasan terhadap 50 SPBU di Kabupaten Sleman. “Ini tidak hanya SPBU, tapi pertashop juga tidak luput dari pengawasan,” katanya.
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengatakan sudah melakukan monitoring terhadap stok BBM yang dibutuhkan selama libur Lebaran. Ia memastikan, untuk stok tidak ada masalah dikarenakan masih banyak tersedia.
“Hasil pengecekan stoknya banyak dan yang paling penting distribusi lancar sehingga akan sangat berpengaruh terhadap stok di pasaran,” katanya.
Menurut Kustini, hingga saat ini tidak ada perubahan harga jual BBM. Untuk jenis pertalite dipasarkan Rp10.000 per liter dan solar bersubsidi dijual seharga Rp6.800 per liter. “Adanya ketersediaan stok ini diharapkan dapat mendukung kelancaran pada saat pelaksanaan libur Lebaran di Kabupaten Sleman,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Bansos beras 30 kg kembali disalurkan Oktober-Desember 2026 untuk 33,24 juta penerima. Cek status penerima menggunakan NIK.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo hari ini 30 September 2026, lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 30 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan, kedatangan tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Dokter Yoga Yuniadi meluruskan anggapan obat hipertensi menyebabkan ginjal rusak dan menjelaskan pentingnya menjaga tekanan darah tetap terkendali.
Kuota LPG 3 kg 2027 dipangkas menjadi 8 juta ton. Pemerintah menyiapkan CNG, jargas, dan kompor listrik sebagai energi alternatif.
DPRD Kota Jogja mendorong pencegahan korupsi melalui penguatan sistem, tata kelola transparan, akuntabel, dan budaya integritas.