130 Warga Sleman Keracunan Usai Hajatan, Ini Hasil Uji Laboratoriumnya
Dinkes Sleman ungkap keracunan Toragan akibat Salmonella dari makanan hajatan, seluruh pasien kini telah pulih.
Ilustrasi sampah. Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gunungkidul baru saja mengeluarkan Surat Edaran (SE) No. 10/2024 tentang Gerakan Idulfitri Tanpa Sampah.
SE tersebut ditujukan kepada panewu, lurah, dan duku se-Kabupaten Gunungkidul.
Kepala DLH Gunungkidul, Antonius Hary Sukmono mengatakan kegiatan ibadah yang akan digelar seperti Salat Id perlu memperhatikan kebersihan dan kesehatan lingkungan hidup.
"Contohnya ya menggunakan alas sajadah ketika Salat Id yang bisa dibawa pulang [dapat dipakai lagi]," kata Hary dihubungi, Kamis (4/4/2024).
Hary juga meminta agar bermacam aktivitas di kawasan pariwisata dapat menggunakan bahan ramah lingkungan.
Termasuk dia juga mendorong penggunaan bahan yang dapat didaur ulang seperti daun pisang atau jati untuk membungkus makanan.
Guna mencegah penumpukan sampah setelah malam takbir dan Salat Id, DLH melalui UPT Kebersihan dan Pertamanan akan menyiapkan petugas. Tidak ada cuti bagi petugas lapangan.
Kendati dalam SE tidak secara eksplisit menyebutkan pelaku usaha dan perhotelan namun pemangku kebijakan tingkat daerah diharapkan dapat memberikan sosialisasi sesuai muatan SE tersebut.
Secara garis besar, Pemkab Gunungkidul melalui SE No. 10/2024 tersebut mengimbau agar masyarakat menggunakan peralatan pakai ulang dan membatasi penggunaan bahan yang tidak dapat didaur ulang.
Pemkab juga memberikan perhatian kepada potensi media sosial. Sebab itu, dalam SE juga disampaikan bahwa masyarakat pelu menyebarluaskan bahan kampanye dan edukasi publik berupa konten "Gerakan Idulfitri Tanpa Sampah".
"Kami juga mewajibkan perusahaan/pemilik usaha/toko/waung menyediakan tempat sampah dan memperhatikan kebersihan lingkungan," katanya.
Staf Seksi Bimas Islam Kankemenag Gunungkidul, Nur Farid mengatakan umat yang akan menjalankan ibadah Salat Id biasanya akan memilih alas sajadah yang lebih praktis seperti koran. Meski begitu, Panitia Hari Besar Keagamaan (PHBI) akan menyediakan tempat sampah khusus untuk Salat Id.
Adapun untuk malam takbir, Kankemenag Gunungkidul juga telah berkoordinasi dengan Polres Gunungkidul terkait dengan pengelolaan sampah.
"Sampah waktu pawai takbir jangan dibuang tapi dikumpulkan dan dibawa pulang," kata Farid.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkes Sleman ungkap keracunan Toragan akibat Salmonella dari makanan hajatan, seluruh pasien kini telah pulih.
Mendag Budi Santoso menargetkan Permendag ekspor SDA selesai hari ini. Ekspor CPO, batu bara, dan ferroalloy bertahap dialihkan ke PT DSI.
Samsung mengungguli Apple dalam survei kepuasan pengguna smartphone di Amerika Serikat versi ACSI 2026. Galaxy S Series jadi yang tertinggi.
Dispertapang Kulonprogo mempercepat tanam padi MT 2 di Temon sebelum puncak El Nino agar produktivitas dan stok pangan tetap aman.
BRIN mengungkap penemuan 29 spesies flora baru di Indonesia sepanjang 2025 hingga awal 2026, termasuk Rafflesia dan anggrek.
Bulog mencatat stok beras mencapai 5,36 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah, didukung kapasitas penyimpanan 6,2 juta ton di seluruh Indonesia.