Pendaki Gunung Wajib Tahu, Hindari Baju Katun agar Tak Kena Hipotermia
Pendaki gunung perlu waspada hipotermia. Pakar UMY mengingatkan bahaya baju katun dan membagikan cara menjaga suhu tubuh saat mendaki.
Mbah Benu. /Instagram.
Harianjogja.com, JOGJA—Imam Jemaah Aolia Gunungkidul Raden Ibnu Hajar Shaleh Pranolo alias Mbah Benu masih menjadi perbincangan. Mbah Benu memimpin jemaahnya melakukan Salat Idulfitri lebih awal pada Jumat (5/4/2024). Penetapan lebih awal ini jauh dari ketentuan oleh Pemerintah yang kemungkinan baru tanggal 10 atau 11 April 2024 mendatang.
BACA JUGA : Jemaah Aolia Gunungkidul Gelar Salat Idulfitri Pagi Ini, Ikuti Perintah Mbah Benu
Tidak banyak referensi tentang Mbah Benu. Namanya baru mencuat dalam beberapa tahun terakhir karena melakukan Salat Idul Adha maupun salat taawih Ramadan lebih awal dari ketentuan pemerintah. Akan tetapi, Mbah Benu pernah ditulis secara khusus dalam Tesis berjudul Dekonstruksi Mitos Kanjeng Ratu Kidul dalam Pendidikan Akidah Perspektif KH Raden Ibnu Hajar Shaleh Pranolo 1942-Sekarang (2017) yang ditulis oleh Mohamad Ulyan mahasiswa Magister PAI IAIN Purwokerto pada 2017 silam.

Penulis menggali secara mendalam terkait Mbah Benu. Dalam tesis itu ada biografi Mbah Benu, lahir di Pekalongan, pada Sabtu Pon 28 Desember 1942 dan besar di Solotiang, Maron, Purworejo. Tesis ini juga menuliskan Mbah Benu setelah drop out pada semester akhir dari Fakultasnya, Kedokteran UGM Yogyakarta, kemudian menetap di Giriharjo, Kecamatan Panggang sejak 27 Juli 1972.
Mbah Benu ngaji langsung kepada ayahnya yaitu Kyai Soleh bin KH. Abdul Ghani bin Kyai Yunus. Ayahnya merupakan lulusan berbagai pesantren besar di Jawa dan Madura seperti Krapyak, Termas, Lirboyo, Madura, bahkan merupakan salah satu murid Mbah Kholil Bangkalan, Madura.
Mbah Benu memutuskan keluar dari FK UGM karena tidak mau memakan uangnya orang sakit, orang menderita dan orang meninggal. Dia memutuskan untuk menetap di daerah Gunungkidul untuk mengikuti calon istri yang waktu itu bertugas sebagai bidan di Kecamatan Panggang, Kabupaten Gunungkidul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Tesis
Pendaki gunung perlu waspada hipotermia. Pakar UMY mengingatkan bahaya baju katun dan membagikan cara menjaga suhu tubuh saat mendaki.
Prabowo Subianto mengungkap pertanyaannya kepada profesor tentang gandum, sawit, dan industri mobil Indonesia dalam Sarasehan Kebangsaan.
Eks pekerja RSU Griya Mahardhika Jogja menuntut pembayaran gaji empat bulan dalam aksi damai di Bantul. Mediasi ketiga dijadwalkan 1 Juli 2026.
Pajak nol persen impor suku cadang pesawat memasuki tahap harmonisasi. Kemenhub berharap kebijakan segera berlaku untuk menekan biaya maskapai.
Pasutri asal Candimulyo meraih dua penghargaan pada Bupati Award 2026 Kabupaten Magelang berkat inovasi gula semut dan pertanian modern.
PT Importa Jaya Abadi (Importa) meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas pencapaian penjualan 1 juta unit lemari pakaian besi