Ada Program Sertakan BPJamsostek, Perusahaan di Jogja Diajak Lindungi Pekerja Informal
BPJS Ketenagakerjaan Yogyakarta mengajak 45 perusahaan memperluas perlindungan pekerja informal melalui program Sertakan dan CSR.
Sejumlah penumpang berada di dalam gerbong Kereta Rel Listrik di Stasiun Manggarai, Jakarta, Senin (2/1/2022). Bisnis/Suselo Jati
Harianjogja.com, JOGJA—Menjelang Idulfitri 1445 Hijriah/ 2024, PT KAI menambah jam operasional pelayanan perjalanan Commuter Line atau KRL Jogja–Solo.
Jam operasi KRL bertambah menjadi 30 kali perjalanan tiap hari dari sebelumnya hanya 24 kali.
Jam operasional KRL Jogja Solo dan KRL Solo Jogja akan lebih panjang yakni mulai pukul 04:55 WIB sampai dengan 22.35 WIB.
Hal ini diharapkan juga dapat mengakomodir dan memudahkan para pengguna musiman dan masyarakat sekitar stasiun-stasiun Commuter Line dalam melakukan mobilisasi selama hari raya Idulfitri tahun ini
Penumpang dapat membeli tiket KRL Jogja-Solo dengan harga Rp8 ribu untuk sekali perjalanan, baik jarak dekat maupun jauh.
BACA JUGA: Jadwal Imsak, Tarawih, dan Buka Puasa Ramadan 2024 untuk Jogja dan Sekitarnya
Berikut ini jadwal lengkap keberangkatan KRL Jogja-Solo dari Stasiun Jogja (Tugu) hingga Stasiun Palur

Demikian jadwal keberangkatan KRL Solo Jogja selama libur lebaran 6-18 April 2024
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPJS Ketenagakerjaan Yogyakarta mengajak 45 perusahaan memperluas perlindungan pekerja informal melalui program Sertakan dan CSR.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi meminta seluruh sekolah meningkatkan pengawasan siswa untuk mencegah perundungan dan mewujudkan zero bullying.
DPRD Kota Jogja mendorong pariwisata diperluas ke wilayah selatan melalui penguatan kampung wisata berbasis budaya dan ekonomi warga.
Distribusi MBG sistem prasmanan membuat istirahat kedua siswa SDN Soprayan dipangkas dari 30 menit menjadi sekitar 10 menit.
WJNC 2026 berlangsung di Malioboro hingga Titik Nol Jogja. Wisatawan memadati sepanjang rute untuk menyaksikan parade budaya.
Pesanggrahan Ambarketawang di Gamping, Sleman, menjadi pusat pemerintahan pertama Kasultanan Jogja sekaligus cikal bakal Kraton Jogja.