Sensus Ekonomi 2026 Jadi Fondasi Penguatan Pariwisata Kota Jogja
Sensus Ekonomi 2026 menjadi dasar penyusunan kebijakan penguatan pariwisata Kota Jogja melalui data usaha, UMKM, investasi, dan tenaga kerja.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bantul menargetkan tingkat hunian (okupansi) hotel hingga 80 persen selama Lebaran tahun ini. Meski begitu saat ini okupansinya masih minim.
Ketua PHRI Bantul, Yohanes Hendra yang akrab dipanggil Hendra menyampaikan target okupansi mencapai 80 persen tersebut tidak berbeda jauh dengan capaian tahun lalu yang mencapai sekitar 75-80 persen. Meski begitu, Hendra mengeluhkan meski sudah memasuki arus balik lebaran 2024 okupansi hotel di Bantul belum sesuai target.
"Belum begitu terlihat tingkat hunian [hotel saat ini] rata-rata 50 persen, semoga H-1 [lebaran 2024] bisa meningkat," ujar Hendra, Minggu (7/4/2024).
Hendra menuturkan okupansi hingga 50 persen tersebut baru didapat sebagian hotel di Bantul, antara lain Grand Rohan Jogja, Ros-In Hotel Yogyakarta dan Little Tokyo. Sementara hotel lainnya masih kurang dari 50 persen, misalnya okupansi Hotel Gaharu baru mencapai 2 kamar dari total 24 kamar yang tersedia.
Hendra berharap okupansi hotel-hotel di Bantul dapat meningkat dengan prakiraan masyarakat yang masuk ke DIY mencapai 11,5 juta orang.
BACA JUGA: Gratis! Polres Bantul Buka Layanan Penitipan Motor saat Lebaran 2024, Ini Syaratnya
Sementara menurut Hendra, tarif penginapan hotel di Bantul juga tidak naik signifikan, kenaikannya hanya berkisar 5-10 persen. Dia menilai kenaikan tersebut masih terbilang wajar, lantaran dalam momen lebaran dan tahun baru saat terjadi peningkatan okupansi hotel, tarif penginapan hotel akan meningkat.
Dia mengaku telah sering mengimbau manajemen hotel untuk memberikan fasilitas tambahan apabila tarif penginapannya meningkat. Menurutnya, itu bisa menjadi strategi untuk meningkatkan kepuasan pengunjung saat menginap di hotel wilayah Bantul.
"Dengan ada kenaikan harga kamar tentu fasilitas harus diperbanyak," imbuhnya.
Hendra menilai okupansi yang belum optimal dipengaruhi oleh terbatasnya jumlah pilihan hotel di Bantul.
"Kita menganalisa di Bantul pemilihan hotel yang cukup kurang, di DIY secara keseluruhan [banyak pilihan hotel] sehingga mereka [wisatawan] merata [menginap]," imbuhnya.
Selain itu, menurut Hendra, aksesibilitas beberapa hotel di Bantul perlu ditingkatkan untuk mendukung peningkatan okupansi hotel.
"Infrastruktur [jalan] yang harus dipenuhi, diperlukan peningkatan infrastruktur mendukung wisatawan," katanya. (Stefani Yulindriani)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sensus Ekonomi 2026 menjadi dasar penyusunan kebijakan penguatan pariwisata Kota Jogja melalui data usaha, UMKM, investasi, dan tenaga kerja.
Nepal akan menerapkan sistem e-Visa mulai 17 Agustus 2026. Wisatawan dapat mengurus visa secara online sebelum keberangkatan dengan tarif mulai US$30.
Presiden AFA Claudio Tapia menyerahkan keputusan masa depan Lionel Messi sepenuhnya kepada sang pemain setelah tampil gemilang di Piala Dunia 2026 bersama Argen
Film The Odyssey karya Christopher Nolan menembus pendapatan global US$1 miliar hanya dalam tiga pekan. Capaian ini menjadi yang pertama bagi Nolan sejak The Da
Bek Singapura Jacob Mahler mengungkap filosofi tim yang membantu The Lions menahan imbang Indonesia 1-1 dan lolos ke semifinal Piala AFF 2026.
Veda Ega Pratama finis ketiga pada FP2 Moto3 Inggris 2026 di Silverstone dan lolos langsung ke Q2. Honda Team Asia menilai masih ada peluang besar untuk meningk