Suluh Sumurup Art Festival 2026 Tegaskan Eksistensi Seniman Disabilitas Lewat Karya
Suluh Sumurup Art Festival 2026 memasuki tahun keempat dengan tema Maneges, menegaskan eksistensi seniman disabilitas melalui karya dan ruang berkesenian
Pj. Bupati Kulonprogo Ni Made Dwipanti Indrayanti, S.T., M.T (kanan) saat menerima penghargaan Reka Cipta Bhakti Nugraha dari Gubernur DIY Sri Sultan HB X dalam acara Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) RKPD DIY 2025 di Gedung Pracimasana Kepatihan, Kamis (4/4/2024). Istimewa
KULONPROGO—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo berhasil meraih penghargaan pembangunan daerah Reka Cipta Bhakti Nugraha sebagai juara dua untuk inovasi MatahatiKu.
Penghargaan diserahkan oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, kepada Pj. Bupati Kulonprogo Ni Made Dwipanti Indrayanti, S.T., M.T dalam acara Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) RKPD DIY 2025 di Gedung Pracimasana Kepatihan, Kamis (4/4/2024).
Penghargaan ini diberikan oleh Pemerintah DIY kepada Kabupaten/Kota dengan tujuan untuk meningkatkan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan yang berkualitas, transparan dan akuntabel.
Ditemui seusai acara Ni Made menyampaikan penghargaan Reka Cipta Bhakti Nugraha merupakan penghargaan kepada pemerintah daerah yang berkaitan dengan perencanaan dan inovasi dalam mengatasi permasalahan-permasalahan yang ada di daerah.
"Yang Kulonprogo ajukan sebagai inovasi adalah MatahatiKu singkatan dari Bersama Kita Cegah Stunting Kulonprogo, dan alhamdulillah kita Mendapat juara kedua. Harapan kami penghargaan ini tidak semata-mata hanya sebagai apresiasi tapi bisa menjadi pemicu semua ke depan untuk bisa lebih baik lagi menyusuun perencanaan dengan mengakomodir persoalan-persoalan yang ada di daerah dengan target-target yang jelas, dengan solusi, inovasi dan kreatifitas agar permasalahan-permasalahan cepat diselesaikan," kata Made.
BACA JUGA: Pemkab Kulonprogo Terbitkan Angka Stunting Terbaru, Begini Hasilnya
Kepala Dinas Kesehatan Kulonprogo, dr. Sri Budi Utami, M.Kes, secara terpisah menambahkan, MatahatiKU merupakan inovasi dari Dinas kesehatan Kulonprogo, sebuah program dan aplikasi untuk menyelesaikan persoalan stunting di Kulon Progo. MatahatiKU sebagai penyempurnaan dari program BumilKu."
"Jika Bumilku, pemantauannya adalah ibu hamil sampai dengan lahir, aplikasi berbasis geospasial MatahatiKu pemantauannya by name by address, sejak anak lahir sampai dengan 2 tahun atau diperluas hingga 5 tahun," katanya.
Sri Budi Utami berharap, dengan MatahatiKu, semua pihak akan lebih bisa berperan aktif dalam menurunkan stunting di Kulon Progo, sehingga harapan bebas stunting di Kulon Progo akan lebih cepat tercapai. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Suluh Sumurup Art Festival 2026 memasuki tahun keempat dengan tema Maneges, menegaskan eksistensi seniman disabilitas melalui karya dan ruang berkesenian
DPRD Kota Jogja mendorong pencegahan korupsi melalui penguatan sistem, tata kelola transparan, akuntabel, dan budaya integritas.
Polri menetapkan 196 tersangka dari 245 laporan karhutla hingga 28 September 2026. Kasus yang melibatkan korporasi juga terus didalami.
Bulog memastikan Beras Kita Premium dapat digunakan untuk kebutuhan MBG sesuai arahan pemerintah, sementara beras fortifikasi bukan pengganti beras premium.
Penempatan lintas daerah manajer KDKMP dilakukan untuk pemerataan SDM. Status tetap berlaku dan lokasi bisa disesuaikan dengan domisili.
Indonesia baru memiliki 66 dokter aritmia untuk sekitar 280 juta penduduk. Akses deteksi dini dan terapi gangguan irama jantung perlu diperluas.