Motor Berasap Saat Dinyalakan? Kenali Penyebab dan Solusinya
Asap putih dari mesin atau knalpot motor bisa menjadi tanda oli terbakar, ring piston aus, hingga gasket kepala silinder rusak. Kenali penyebabnya sebelum kerus
Ilustrasi Pilkada -Antara
Harianjogja.com, BANTUL— DPD PKS dan DPD PAN Bantul mengaku belum bisa memastikan akan berkoalisi dengan partai apa saat Pilkada Bantul 2024.
Sebab, sampai saat ini, komunikasi politik antarpartai masih cair, dan semua partai masih berpeluang untuk berkoalisi pada Pilkada 2024.
Ketua DPD PAN Bantul Wildan Nafis mengatakan sampai saat ini pihaknya masih menunggu perkembangan terkait dengan koalisi partai pada Pilkada 2024. Begitu juga terkait dengan pembukaan pendaftaran bakal calon bupati dan wakil bupati Bantul, sampai saat ini, PAN Bantul belum membuka pendaftaran.
"Soal itu, nanti kita rapatkan internal lagi. Jadi setelah rapat internal, baru ada kepastian kapan kita buka pendaftaran. Sejauh ini komunikasi kami dengan partai lain juga masih cair," kata Wildan, Rabu (24/4/2024).
Wildan mengakui pada Pilkada 2024 pihaknya mau tidak mau harus berkoalisi dengan partai lainnya. Sebab, pada Pemilu 2024, PAN hanya mendapatkan dua kursi di DPRD Bantul. Padahal, syarat mengusung bacalon adalah minimal didukung 9 partai politik.
"Yang pasti kami harus koalisi. Dan semua peluang itu masih ada. Sekarang ini kan masih tahap awal," papar Wildan.
Baca Juga
Pilkada Bantul 2024, Abdul Halim Muslih hingga Pj Bupati Kuala Ambil Formulir di DPD Golkar
Tiga Orang Melamar Jadi Bupati Bantul dan Lima Jadi Wakil Bupati, Kenali Namanya
Demokrat Bantul Mulai Jaring Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati untuk Pilkada 2024
Sementara Ketua DPD PKS Bantul Agung Laksmono mengaku sampai saat ini pihaknya masih melakukan komunikasi dengan partai lainnya. Hanya, ia belum bisa memastikan partai politik mana yang nantinya berkoalisi dengan partainya.
"Sampai saat ini belum ditentukan. Sementara kan calon internal yang sudah dilakukan penjaringan, yakni ada pak Amir Syarifudin, Arif Rahman Hakim, dan Agung Laksmono," kata Agung.
Tapi, upaya untuk membuka pendaftaran eksternal, saat ini kata Agung tengah dirumuskan. Selain itu, komunikasi informal antarpartai politik pun terus dilakukan. "Termasuk apakah tiga calon internal ini apakah nanti harus AB1 atau AB2, ini semua kan saat ini masih cair," ucap Agung.
Poros Ketiga
Menurut Agung, dengan perolehan 6 kursi di DPRD Bantul, masih memungkinkan bagi PKS nantinya membuat poros ketiga dengan berkoalisi dengan salah satu partai mengusung bakal calon sendiri. Tapi, Agung mengaku sampai saat ini, wacana membentuk poros ketiga masih terus berkembang dan dikomunikasikan.
"Apakah nanti satu calon, dua calon atau tiga calon, semua bisa terjadi. Artinya semua tergantung dinamika di lapangan," papar Agung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Asap putih dari mesin atau knalpot motor bisa menjadi tanda oli terbakar, ring piston aus, hingga gasket kepala silinder rusak. Kenali penyebabnya sebelum kerus
Kemkomdigi meminta Google dan Apple menghapus aplikasi Hornet dari Play Store dan App Store di Indonesia karena persoalan kepatuhan aturan PSE dan aduan masyara
Google menghadirkan fitur baru yang memungkinkan pengguna menghapus watermark pada gambar, video, dan musik hasil kreasi AI Gemini.
Korban gempa M7,7 di Nagekeo, NTT bertambah menjadi 38 jiwa. Ribuan warga mengungsi, bandara, pelabuhan, dan fasilitas kesehatan terdampak.
Gempa M7,7 di Flores, NTT, menyebabkan 200 BTS mengalami gangguan di 10 kabupaten/kota. Komdigi bersama operator seluler melakukan pemulihan jaringan.
Menganggur bukan berarti keuangan harus berantakan. Simak 8 cara menghemat pengeluaran agar uang bertahan lebih lama saat belum memiliki pemasukan.