AJARAN AGAMA: Generasi Milenial Dinilai Penting Belajar Fikih

Media Digital
Media Digital Rabu, 24 April 2024 21:37 WIB
AJARAN AGAMA: Generasi Milenial Dinilai Penting Belajar Fikih

Suasana bedah buku berjudul Ushul Fikih Milenial, Belajar Agama dari Akarnya di Era Digital di Joglo Ngoto, Bangunharjo, Kapanewon Sewon, pada Rabu (24/4/2024). Harian Jogja/Stefani Yulindriani

BANTUL—Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama dengan DPRD DIY menggelar bedah buku berjudul Ushul Fikih Milenial, Belajar Agama dari Akarnya di Era Digital di Joglo Ngoto, Bangunharjo, Kapanewon Sewon, pada Rabu (24/4/2024).

Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Sistem Kearsipan DPAD DIY, Wardoyo menyampaikan bedah buku tersebut diselenggarakan untuk meningkatkan minat baca masyakat terutama generasi milenial mengenai ajaran fikih.

"Ketika anak dibimbing dengan ajaran agama yang kuat, anak tidak akan mudah terbawa pengaruh negatif globalisasi. Sehingga, anak tidak akan mengalami krisis moral sebagai pengaruh negatif globalisasi,” katanya, Rabu.

Dia menilai budaya dan agama tidak dapat dipisahkan. Menurutnya keduanya tidak dapat lepas satu sama lain. Apabila salah satunya terabaikan, menurutnya akan menghasilkan krisis moral. Anggota DPRD DIY, Umaruddin Masdar berharap generasi milenial memperdalam agamanya di tengah era digital. Generasi milenial saat ini harus mampu menyeimbangkan agama dan kegiatannya dalam masyarakat. "Dengan menghamba [beragama] yang benar, generasi milenial tidak akan larut dalam kenakalan remaja, karena mereka berpegang pada ajaran agama," kata dia.

Dia berharap melalui bedah buku tersebut generasi milenial dapat belajar agama dengan tepat. "Isi buku tersebut semacam panduan anak muda agar beragama sesuai aturan agama, agar tidak keluar dari jalur. Supaya tidak asal beragama," katanya.

Dia pun berharap bedah buku tersebut dapat meningkatkan kegemaran membaca generasi milenial. "Dengan bedah buku ini, kami mendorong semakin banyak generasi muda yang gemar membaca agar angka kegemaran membaca DIY yang sudah tinggi dapat dipertahankan," katanya.

Sementara Lurah Bangunharjo, Nur Hidayat berharap agar masyakat mendapatkan ilmu dengan bedah buku tersebut. "Semoga masyakat mendapat ilmu dengan acara ini," katanya. Dia pun berharap acara serupa dapat diselenggarakan di wilayahnya. Buku bertajuk Ushul Fikih Milenial, Belajar Agama dari Akarnya di Era Digital karya Muhamad Risqil Azizi berisi mengenai fikih di era digital. (***)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online