Sampah Menggunung di DAM Winongo, Irigasi Sawah Tersendat
Tumpukan sampah memenuhi DAM Winongo di Bantul usai hujan deras di hulu Sleman dan sempat menghambat irigasi sawah warga.
Suasana gelaran GMEDIA customer gathering pada Rabu (24/4/2024) malam untuk mengenalkan beragam layanan teknologi informasi dan komunikasi bagi para konsumen Jogja./ Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA - Kebutuhan internet dan layanan teknologi informasi di sektor wisata, pendidikan dan ritel disebut menjadi penyumbang terbesar bagi permintaan layanan tersebut di wilayah DIY. Predikat Jogja sebagai kota wisata dan pendidikan disinyalir turut mempengaruhi permintaan di sektor tersebut.
CEO GMEDIA Group (PT. Infinity Global Inovasi) Rahmat Aji Setiawan mengatakan, ketiga sektor itu masih menjadi penyumbang market share terbesar untuk kebutuhan layanan internet dan teknologi informasi perusahaannya di wilayah DIY. Bahkan sumbangannya mencapai 60 persen untuk permintaan layanan tersebut.
"Kami kan segmen market dominannya masih di sektor pendidikan seperti kampus. Antusiasmenya cukup tinggi ke layanan kami. Kemudian yang kedua ritel, juga pariwisata seperti hotel. Kami pegang 60 persen khusus market itu," jelasnya, Rabu (24/4/2024) dalam agenda GMEDIA customer gathering.
Menurut Rahmat, sejam pandemi melanda atau tepatnya 2021 lalu pihaknya berupaya memperluas layanan dengan tetap bersandar pada tumpuan sektor teknologi informasi. Tercatat kini pihaknya juga melayani kebutuhan, application & content provider, data center, manage service, internet solution, fiber optic, IT consultant hingga VPN.
"Pengembangan ini diharapkan menjadi salah satu solusi bagi dunia pendidikan dan sektor jasa lainnya di Jogja," katanya.
BACA JUGA: Dinas Kominfo DIY Gandeng GMEDIA Sediakan Wifi Publik di Kemantren Wirobrajan
CEO GMedia Budiyanto menyebutkan, perusahaan itu sendiri mulai beroperasi pada Januari tahun 2009 di Jogja yang bergerak di bidang teknologi informasi dan komunikasi. Tak hanya di Jogja, keberadaannya kini makin dibutuhkan menjadikan bisnis internet provider ini telah meluas di 11 kota besar dengan cakupan area layanan seluruh Indonesia.
"Mengikuti tren teknologi yang berkembang saat ini kami mengerjakan sektor jalur solusi komunikasi data dan IT langsung kepada konsumen akhir, terutama untuk layanan akses Internet dan komunikasi multimedia," jelasnya.
Tak hanya bagi individu, banyak pula universitas yang telah bekerja sama dengan perusahaan internet provider tersebut melalui sejumlah program seperti Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) dan Tridharma Perguruan Tinggi, dimana instansi ini juga dapat menjadi referensi mahasiswa dalam melakukan kegiatan magang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tumpukan sampah memenuhi DAM Winongo di Bantul usai hujan deras di hulu Sleman dan sempat menghambat irigasi sawah warga.
Perbankan DIY tetap stabil Maret 2026. Aset dan DPK tumbuh, tapi kredit justru turun 1,48%.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo Jumat 22 Mei 2026. Berangkat hampir tiap jam dengan tarif Rp8.000, praktis dan hemat.
Ratusan anak muda gelar konser di Titik Nol Jogja, suarakan perlawanan dan solidaritas di tengah isu kriminalisasi aktivis.
PAD pariwisata Sleman terus naik, tapi pertumbuhannya melambat. Ini penyebab dan data lengkapnya.
Penyalahgunaan obat-obatan tertentu di Jogja meningkat dan mengancam generasi muda. BPOM ungkap dampak serius hingga risiko kematian.