Keramahan Warga Jateng Sambut Delegasi IVCA 2026 dari 40 Negara
Duta Besar Belanda Marc Gerritsen sangat terkesan dengan pengalaman bersepeda menyusuri pedesaan di sekitar Candi Prambanan Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Bedah buku berjudul Sehat dan Bugar di Usia Emas, Ragam Olahraga di Usia 50-an yang digelar di rumah makan Alam Rempak di Kalurahan Kedungkeris, Nglipar, Kamis (26/4/2024). Harian Jogja/David Kurniawan
GUNUNGKIDUL—Warga di Kalurahan Kedungkeris, Kapanewon Nglipar, diajak untuk lebih bijak dalam memilih jenis olahraga yang disesuaikan dengan usia. Hal ini disampaikan oleh narasumber bedah buku, Edi Susilo, di rumah makan Alam Rempak di Kalurahan Kedungkeris, Kamis (25/4/2024).
Menurut dia, rata-rata usia orang di Indonesia di kisaran 60-an tahun. Oleh karenanya, pada saat memasuki 50 tahun harus semakin bijak karena kemampuan otak maupun fisik mulai menurun.
Di sisi lain, upaya menjaga kesehatan juga merupakan hal penting. Namun, ia meminta agar jenis olahraga yang dipilih benar-benar selektif dan tidak sembarangan karena bisa berbahaya terhadap kesehatan.
Ia mencontohkan beberapa tahun lalu ada artis ibu kota yang meninggal dunia pada saat bermain bola. Hal ini harus menjadi pelajaran, khususnya bagi warga yang telah memasuki usia emas di 50 tahun.
“Fisik kita sudah beda dengan yang berusia 25-30 tahun. Kemampuannya sudah menurun jadi jangan memilih jenis olahraga yang membutuhkan kemampuan fisik berlebih karena hasilnya malah tidak baik,” katanya.
Menurut Edi, buku berjudul Sehat dan Bugar di Usia Emas, Ragam Olahraga di Usia 50-an karya Samekto Budi Pramono bisa menjadi acuan. Kepada peserta bedah buku, ia meminta agar buku yang diterima bisa dipelajari secara seksama karena di dalamnya banyak memberikan alternatif jenis olahraga yang bisa dilakukan bagi orang yang memasuki usia warga lansia.
“Harus dibaca karena juga menjadi bagian meningkatkan minat baca di DIY. Tetapi akan lebih baik lagi kalau diterapkan agar tubuh bisa tetap sehat dan bugar,” katanya.
Anggota DPRD DIY, Arif Setiadi menambahkan program bedah buku yang diselenggarakan merupakan hasil kerja sama antara DPRD dengan Dinas Perpusatakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY. Selain untuk menambah wawasan, juga diharapkan mampu meningkatkan literasi di masyarakat.
Meski demikian, untuk tema tidak bisa dipilih sembarangan karena disesuaikan dengan kondisi di masyarakat sekitar penyelenggaraan bedah buku. “Kalau diberikan tentang pelatihan teknik komputer jelas tidak mungkin. Makanya, dipilih yang pas seperti tentang masalah sehat bugar di usia emas. Ini bisa memberikan manfaat karena warga diberikan tips untuk menjaga kesehatan di usia yang terus bertambah,” katanya. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Duta Besar Belanda Marc Gerritsen sangat terkesan dengan pengalaman bersepeda menyusuri pedesaan di sekitar Candi Prambanan Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Sri Sultan HB X tekankan pentingnya gemi, nastiti, ngati-ati di era digital saat literasi keuangan tertinggal dari inklusi.
Samsung kembangkan ponsel layar gulung dengan kamera bergerak adaptif yang mengikuti perubahan ukuran layar.
Ketua LPS Anggito Abimanyu soroti paradoks literasi keuangan di era digital dalam JFF 2026 Jogja.
Satpol PP Gunungkidul dan Bea Cukai sita 152 ribu batang rokok ilegal dalam razia beruntun di sejumlah kapanewon.
BPOM temukan 22 obat herbal mengandung bahan kimia obat berbahaya, mayoritas produk stamina pria ilegal dan berisiko kesehatan serius.