Kali Belakang Kantor Pemkab Gunungkidul Ditutup, Habiskan Rp1 Miliar
Penutupan kali di belakang Kantor Pemkab Gunungkidul menelan Rp1,019 miliar untuk pembangunan parkir Taman Kuliner Wonosari.
Logo Partai Gerindra/istimewa
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—DPC Gerindra Gunungkidul telah mengantongi sejumlah nama yang berpotensi diusung di Pilkada 2024. Meski demikian, untuk bisa maju tetap haru berkoalisi dengan partai lain.
Ketua DPC Gerindra Gunungkidul, Purwanto mengatakan, partainya tidak bisa mengusung calon sendiri di Pilkada tahun ini. Pasalnya, untuk bisa maju minimal harus memiliki keterwakilan di DPRD Gunungkidul sebanyak sembilan kursi.
Adapun hasil di Pemilu, diperkirakan jumlah yang diraih hanya memeroleh lima kursi dewan. Oleh karenanya, untuk bisa mengusung calon harus berkoalisi dengan parta lain.
Purwanto mengaku sudah menjalin komunikasi dengan sejumlah partai seperti Golkar, PAN, NasDem hingga Demokrat. Meski demikian, keputusan koalisi belum terbentuk karena masih dalam tahapan penjajakan.
“Masih sebatas omon-omon. Untuk resminya koalisi masih dalam proses komunikasi,” kata Purwanto, Minggu (28/4/2024).
BACA JUGA: Gerindra Jaring Calon Wali Kota Jogja Lewat Komunikasi Intensif
Menurut dia, untuk bakal calon sudah mengantongi sejumlah nama-nama yang diusung. Di sisi internal partai, Purwanto mengakui sudah menyiapkan Ketua Badan Pemenangan Pemilu 2024, Sumanto sebagai kandidat.
Adapun dari tokoh luar partai, juga sudah mengantongi nama-nama seperti mantan Rektor UNY Sutrisna Wibawa dan bankir di Gunungkidul (Pimpinan BMT Dana Insani), Kurniawan Fahmi.
“Ada juga Wakil Bupati Heri Susanto yang masuk dalam pantauan,” ungkapnya.
Meski demikian, Purwanto mengakui hingga sekarangmasih sepatas komunikasi dan belum ada kesepakatan mengusung. Menurut dia, kepastian calon yang diusung harus mendapatkan restu dari DPP.
“Bakal calon yang bakal diusung masih terbuka karena belum mengerucut ke nama-nama tertentu,” katanya.
Sebelumnya, DPD Partai Golkar Gunungkidul telah menyelesaikan proses penjaringan calon kepala daerah. Total ada sebelas orang yang mengikuti penjaringan.
“Dari sebeleas ini termasuk bakal calon petahana Bupati Sunaryanta dan Wakil Bupati Heri Susanto ikut mendaftar,” kata Ketua DPD Partai Golkar, Heri Susanto.
Adapun sembilan nama lain yang mendaftar di antaranya, akademisi Supriyadi, pegiat LSM Dadang Iskandar, praktisi media Sugiyartono, Ketua Pemuda Muhammadiyah DIY, Muhammad Arif Darmawan. Selain itu ada juga kader internal Golkar, Anti Kumala Sari, Bankir Kurniawan Fahmi, pendamping PKH Anggi Tyas Pramudita dan Politikus PAN, Mahmud Ardi Widanto.
“Hasil akan kami komunikasikan ke DPD Golakr DIY kemudian diteruskan DPP. Untuk penetukan mutlak di DPP,” katanya.
Disinggung mengenai potensi bakal calon petahana, Heri mengakui tidak ada perlakukan khusus. Menurut dia, seluruh bakal calon yang mendaftar memiliki peluang yang sama.
“Survei di internal akan sangat menentukan siapa yang akan diusung,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penutupan kali di belakang Kantor Pemkab Gunungkidul menelan Rp1,019 miliar untuk pembangunan parkir Taman Kuliner Wonosari.
Profil Irjen Langgeng Purnomo, Kapolda DIY baru yang merupakan lulusan Akpol 1995 dan pernah menjabat Kapolres hingga pejabat SSDM Polri.
IRS Piala Bupati Bantul 2026 diikuti 727 peserta dari 66 klub. Sekitar 400 peserta merupakan anak-anak pemula.
Operasi Freeport Indonesia di Grasberg berangsur pulih. Kapasitas produksi PTFI ditargetkan mencapai 80% pada pertengahan 2027.
G7 sepakat melepas 100 juta barel cadangan energi. Trump kemudian membatalkan rencana larangan ekspor solar AS.
Kunjungan wisman ke YIA mencapai 13.876 pada Agustus 2026. Pemda DIY membidik pasar baru dan menjajaki sejumlah rute langsung.