Kasus Ternak Mati Bertambah, Kompensasi Jadi Cara Tekan Brandu
Laporan ternak mati di Gunungkidul meningkat. Kompensasi jadi cara cegah praktik brandu dan penyebaran antraks.
Ilustrasi Pilkada - Antara
Harianjogja.com, SLEMAN—Bawaslu Sleman akan membuka rekrutmen terbuka anggota panwascam pilkada di sepuluh kapanewon. Total kebutuhan yang diperlukan sebanyak 14 orang.
Adapun rinciannya di Kapanewon Depok membutuhkan tiga orang, Gamping dua orang, Cangkringan dua orang. Sedangkan untuk Kapanewon Minggir, Mlati, Turi, Ngemplak, Kalasan, Prambanan dan Berbah masing-masing satu orang.
Ketua Bawaslu Sleman, Arjun Al Ichsan Siregar mengatakan, total kebutuhan panwascam pilkada sebanyak 51 orang. Di setiap kapanewon masing-masing ada tiga petugas pengawasan.
Menurut dia, sebelum adanya rekrutmen terbuka, bawaslu sudah membuka tahapan rekrutmen untuk bekas panwascam di Pemilu 2024. Pada saat pendaftaran terdapat 48 orang yang berminat menjadi panwascam pilkada karena tiga orang tidak mendaftar.
BACA JUGA : Masih Dalam Proses Pembentukan, Segini Honor PPK, PPS dan Panwascam untuk Pilkada Sleman
Meski demikian, setelah melalui proses seleksi dengan penilaian atasan dan penelusuran rekam jejak diputuskan yang diterima hanya 37 orang. Ini berarti ada kekurang 14 panwascam yang tersebar di sepuluh kapanewon di Sleman.
“Kekurangan ini akan diisi melalui mekanisme rekrutmen terbuka. Sudah mulai diumumkan rekrutmen melalui laman resmi bawaslu dan pendaftaran dibuka 5-7 Mei,” kata Arjuna, Jumat (3/5/2024).
Disinggung mengenai dicoretnya 11 anggota panwascam pemilu, ia mengakui satu orang tidak menghadiri ujian penilaian kinerja. Sedangkan sepuluh orang lainnya, berdasarkan hasil penilaian kinerja tidak memenuhi standarisasi sehingga terpaksa dicoret dan tidak diikutkan dalam pengawasan pilkada.
“Sesuai dengan juknis dari Bawaslu RI, mereka yang tidak lolos dalam seleksi panwascam existing pemilu, tidak diperbolehkan mengikuti rekrutmen terbuka untuk memenuhi kekurangan petugas panwascam,” katanya.
Anggota KPU Sleman, Huda Al Amna mengatakan, mulai akhir April sudah membuka rekrutmen badan ad hoc penyelenggara pilkada. Untuk rekrutmen PPK sudah memasuki penelitian berkas pendaftaran dan rencananya seleksi tes computer dilaksanakan pada 6-8 Mei 2024.
“Nanti masih ada tes wawancara dan harapannya PPK terpilih sudah dilantik pada 16 Mei mendatang,” katanya.
BACA JUGA : Pilkada Kulonprogo: Pendaftaran Panwascam Dibuka, Kebutuhan Formasi Menunggu Hasil Tes
Di sisi lain, Huda mengakui pada 2-8 Mei juga sudah membuka rekrutmen untuk PPS di 86 kalurahan di Kabupaten Sleman. Total petugas yang dibutuhkan sebanyak 258 orang.
“Untuk pendaftar harus dua kali dari kebutuhan. Sekarang masih proses dan mudah-mudahan semua berjalan dengan lancar,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Laporan ternak mati di Gunungkidul meningkat. Kompensasi jadi cara cegah praktik brandu dan penyebaran antraks.
Pemerintah menyiapkan aturan KPR tenor 40 tahun agar cicilan rumah lebih ringan dan akses rumah murah semakin mudah dijangkau masyarakat.
Bahlil Lahadalia mengaku sudah menjelaskan aturan baru harga patokan mineral kepada investor dan Kedubes China di tengah kekhawatiran regulasi tambang.
DPRD DIY menyoroti indikator kinerja daerah yang baru 40 persen meski ekonomi DIY tumbuh dan angka kemiskinan menurun.
Maskapai penerbangan Eropa mulai memangkas penerbangan akibat lonjakan harga bahan bakar jet yang membuat sejumlah rute tidak lagi menguntungkan.
Meta menghadirkan fitur Incognito Chat AI di WhatsApp dengan teknologi Pemrosesan Privat untuk menjaga kerahasiaan percakapan pengguna.