Timnas Indonesia Menang 2-0, John Herdman Bicara Pemain Diaspora
John Herdman menegaskan tidak ada perbedaan pemain lokal, diaspora, dan naturalisasi di Timnas Indonesia usai menang 2-0 atas Singapura.
Ilustrasi petugas memilah sampah plastik di BUMDes Kelompok Usaha Pengelolaan Sampah (Kupas) Panggungharjo, Sewon, Bantul./Antara
Harianjogja.com, BANTUL—Pemkab Bantul menyebutkan tiga tempat pengelolaan sampah terpadu (TPST) yang sedang dalam proses pembangunan pada tahun ini. Jika kapasitasnya digabungkan, Pemkab mengklaim ketiga TPST itu mampu mengolah sampah hingga 150 ton per hari.
"Beberapa bulan ke depan TPST dengan kapasitas 50 ton di Dingkikan Argorejo pasti jadi, kemudian TPST di Modalan Banguntapan juga 50 ton, dan fasilitas pengolahan sampah ITF [intermediate treatment facility] di Bawuran Pleret juga berkapasitas 50 ton," kata Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, Minggu (5/5/2024).
Menurut dia, dengan total sebanyak 150 ton sampah yang dikelola di fasilitas pengolahan sampah tiga lokasi itu, nantinya Bantul bisa menyelesaikan urusan sampah sendiri, atau sampah yang diproduksi di Bantul bisa dikelola dengan maksimal.
"Jadi dari TPST-TPST yang dibangun Pemkab Bantul itu sesungguhnya urusan sampah bisa selesai di Bantul, itu belum ditambah TPS reduce, reuse dan recycle [TPS3R] milik kalurahan-kalurahan," katanya.
Dia mengatakan, sebetulnya kalau sampah dari Bantul tersebut dikelola di Bantul sudah cukup, namun kalau harus mengelola sampah yang diproduksi dari luar Bantul, maka fasilitas pengolahan sampah yang ada di Bantul menjadi kurang.
"Contoh TPST milik Kelurahan Panggungharjo mengelola sampah Kota Jogja, karena memang kota harus ditolong tidak ada cara lain, selain kota memanfaatkan potensi pengelolaan sampah yang ada di Bantul," katanya.
BACA JUGA: Akses Jalan Tuntas Dibangun, Pengoperasian TPST Minggir Kian Optimal
Dengan demikian, kata dia, Pemkab Bantul juga perlu berpikir lebih luas, bukan sekadar mengolah sampah Bantul saja, apalagi saat ini sedang masa transisi pengelolaan sampah secara desentralisasi menyusul ditutupnya TPST Piyungan sebagai tempat pembuangan akhir (TPA) regional DIY.
"Problemnya adalah sampah itu tidak hanya dari Bantul, terutama dari kota yang memang ada kerja sama antara Kota Jogja dengan Bantul, maka biarlah masa transisi ini kita lalui, kekurangan-kekurangan kecil itu pasti terjadi, namun pada saatnya nanti akan selesai," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
John Herdman menegaskan tidak ada perbedaan pemain lokal, diaspora, dan naturalisasi di Timnas Indonesia usai menang 2-0 atas Singapura.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 27 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
DPRD Gunungkidul menegaskan Perubahan APBD 2026 harus berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar besarnya anggaran.
HP mulai bermasalah? Kenali tanda pada layar, baterai, dan suhu sebelum memutuskan mengganti perangkat.
Bangun siang bisa memengaruhi ritme sirkadian, jadwal tidur, konsentrasi, suasana hati, hingga rutinitas harian. Ini 13 dampaknya.
iPhone 18 Pro 1TB dan 2TB dilaporkan memakai QLC, sedangkan 256GB dan 512GB menggunakan TLC. Simak hasil uji performanya.