Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Pelaksanaan lomba bakiak yang diselenggarakan di Lapangan Pemuda, Pemkab Sleman. Selasa (7/5/2024)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, SLEMAN—Jajaran pegawai di lingkup Pemkab Sleman mengikuti kegiatan lomba tradisional di Lapangan Pemuda, Selasa (7/5/2024). Acara ini menjadi bagian menyemarakan hari jadi ke-108 Kabupaten Sleman.
Ketua Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (Kormi) Sleman, Suparman mengatakan, lomba tradisional yang digelar diikuti peserta dari pewakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan kapanewon di Kabupaten Sleman. Adapun jumlahnya ada sekitar 1.094 peserta dalam empat lomba tradisional yang meliputi balap karung, bakiak, tarik tambang dan senam kreasi. “Kegiatan digelar sebagai rangkaian memeringati hari jadi Kabupaten Sleman,” katanya, Selasa siang.
Meski demikian, ia menggarisbawahi, pelaksanaan lomba ini juga sebagai upaya pelestarian permainan maupun lomba tradisional yang ada di Masyarakat. Suparman mengungkapkan perkembangan gawai memberikan pengaruh besar terhadap eksistensi permainan tradisional.
Untuk itu, sambung dia, harus ada upaya pelesetarian sehingga keberadaannya bisa tetap terjaga. “Tentunya juga sebagai bentuk rekreasi bagi para pegawai karena lomba ini juga melatih kerja sama antar pemain agar bisa mememangkanya,” katanya.
Ia menambahkan, Kormi Sleman memberikan apresiasi terkait dengan penyelenggaraan lomba ini. Sebagai wadah olahraga non prestasi, pihaknya memiliki kepedulian agar keberadaan olahraga tradisional tetap bisa dimainkan oleh Masyarakat secara luas.
“Cabang-cabang Kormi akan kami perkuat mulai dari kapanewon sampai dengan kalurahan. Tujuannya agar even yang diselenggarakan bisa lebih banyak lagi,” katanya.
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menyambut baik kegiatan lomba. Menurut dia, ajang ini dapat menjadi wahana dan ruang berkreasi sekaligus melepas penat dari rutinitas keseharian. Selain itu, juga diharapkan dapat memotivasi perangkat daerah untuk bergerak aktif dan membudayakan hidup sehat serta melestarikan olahraga tradisional.
“Olahraga tradisional merupakan bagian dari kekayaan intelektual yang perlu dilestarikan keberadaannya. Jika bukan kita yang melestarikan, bukan tidak mungkin akan punah di masa depan,” katanya.
Menurut dia, olahraga tradisional sarat dengan kearifan lokal sehingga keberadaannya harus terus dijaga secara bersama-sama. “Saya berharap kegiatan hari ini dapat kembali mengenalkan olahraga tradisional,” ujar Kustini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Status desil bansos tiba-tiba naik meski kondisi ekonomi belum berubah? Ketahui penyebab kenaikan desil, dampaknya terhadap PKH dan BPNT, serta cara mengajukan
Lionel Messi kembali ke Inter Miami usai sang ayah wafat, namun The Herons kalah dramatis 2-3 dari Leon di Leagues Cup 2026 dan tersingkir.
Saham Roblox anjlok 70% setahun, nilai pasar lenyap Rp1,2 triliun. CFO sebut kurang game viral dan perubahan algoritma jadi biang kerok. Simak selengkapnya.
Striker anyar PSIM Jogja Adrian Dalmau mengungkap perbedaan sepak bola Indonesia dan Spanyol. Jebolan akademi Real Madrid itu juga berbicara soal adaptasi cuaca
Romelu Lukaku resmi bergabung dengan Fenerbahce dari Napoli dengan nilai transfer 6 juta euro. Striker Belgia itu kembali ke Turki setelah 30 tahun