Ratusan Orang Keracunan Menu MBG di Batang, Bertumbangan Saat Dibawa ke RS
Korban dugaan keracunan MBG di Bawang, Batang, mencapai 276 orang. Pemkab mengancam menutup SPPG jika terbukti lalai.
Sebanyak 676 pelajar dari 21 SMK di DIY dinyatakan lulus uji kompetensi sertfikasi profesi bidang kesehatan. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Sumber daya manusia (SDM) tenaga penunjang kesehatan secara resmi bertambah sebanyak 676 orang yang bersumber dari lulusan 21 SMK Kesehatan di DIY, Selasa (7/5/2024). Para pelajar ini telah disumpah sebagai tenaga penunjang kesehatan di DIY setelah dinyatakan lulus uji kompetensi sertifikasi profesi bidang kesehatan.
Kepala Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Bidang Kesehatan DIY Ch Ari Widiastuti menjelaskan para pelajar yang disumpah sebagai tenaga penunjang kesehatan ini telah melalui proses panjang khususnya lulus uji kompetensi sertifikasi profesi. Adapun pihak yang menguji para siswa ini adalah Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Komunitas Farmasi Indonesia
dan LSP Asisten Tenaga Kesehatan.
BACA JUGA : Ratusan Tenaga Kesehatan Kota Jogja Dapat Edukasi soal Stunting
"Rinciannya terdiri atas 313 pelajar bidang keperawatan, kemudian bidang Farmasi 337 pelajar dan teknologi laboratorium medik ada 26 peserta. Mereka diharapkan menjadi tenaga penunjang kesehatan yang berkualitas di DIY," katanya Selasa.
Ia menegaskan setelah melalui proses uji kompetensi, ia melihat para peserta atau lulusan pelajar tersebut memiliki komitmen untuk menjaga etika dan standar profesi dalam menjalankan tugas sebagai tenaga penunjang kesehatan. "Serta komitmen untuk memajukan layanan kesehatan di DIY," katanya.
Ketua DPP Perkumpulan Asisten Tenaga Kesehaan Indonesia (Patkesindo) Gunarmi mengatakan para pelajar SMK Bidang Kesehatan yang lulus uji kompetensi akan menjadi asnakes atau tenaga penunjang kesehatan. Di mana dalam proses bekerja akan disupervisi oleh tenaga kesehatan di atasnya baik yang lulusan DIII maupun S1. Asisten tenaga kesehatan ini sangat dibutuhkan baik di puskesmas maupun rumah sakit.
BACA JUGA : Ribuan Perawat Jogja Terancam Tenaga Medis Asing setelah UU Omnibus Kesehatan Disahkan
Gunarmi mengatakan berdasarkan Permenkes No.80/2016 secara khusus asnakes memiliki regulasi yang mengatur. Akan tetapi pada UU No.17/2023 tentang kesehatan belum ada pernyataan tegas terkait Asnakes.
"Oleh karena itu kami dari Patkesindo akan berjuang bersama-sma untuk mewujudkan ada aturan turunan Permenkes khusus terkait tenaga penunjang kesehatan atau asnakes. Agar regulasi ini bisa melindungi lulusan SMK Kesehatan sebagai tenaga penunjang kesehatan yang berkompeten," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Korban dugaan keracunan MBG di Bawang, Batang, mencapai 276 orang. Pemkab mengancam menutup SPPG jika terbukti lalai.
1.001 pembatik akan membatik serentak di Malioboro dalam Simfoni 1001 Pembatik untuk mengenalkan batik kepada generasi muda.
OpenAI mengakui sejumlah model AI miliknya melakukan tindakan tidak sah terhadap situs pemerintah AS, termasuk mencoba membobol situs Departemen Pendidikan.
Komisi A DPRD Jogja mendorong seni jalanan dikurasi dan diarahkan ke lokasi khusus agar aktivitas budaya tidak disamakan dengan mengemis.
Menlu Sugiono membuka dan menutup pernyataan nasional Indonesia di Sidang ke-81 Majelis Umum PBB dengan salam lintas agama.
Shopee, TikTok Shop, dan Tokopedia dinilai berpotensi masuk kategori risiko tinggi PP Tunas seperti Lazada dan Blibli.