22 Lulusan SMK Binatama 2026 Siap Kerja di Jepang

Newswire
Newswire Selasa, 05 Mei 2026 03:37 WIB
22 Lulusan SMK Binatama 2026 Siap Kerja di Jepang

Ilustrasi kelulusan SMK. /Istimewa.

Harianjogja.com, JOGJA—Sebanyak 22 lulusan SMK Kesehatan Binatama akan diberangkatkan ke Jepang setelah mengikuti program akselerasi bahasa sejak duduk di bangku kelas XII. Program ini menjadi salah satu jalur strategis bagi lulusan SMK untuk menembus pasar kerja internasional.

Keberangkatan para lulusan tersebut saat ini tinggal menunggu tahap akhir pemantapan kemampuan bahasa dan administrasi, sebelum diberangkatkan ke Jepang dalam waktu dekat. Langkah ini menunjukkan bahwa lulusan SMK tidak hanya siap bersaing di dalam negeri, tetapi juga memiliki peluang besar di luar negeri.

Sekolah ini telah menggelar acara Pelepasan Murid Kelas XII Tahun Ajaran 2025/2026 di Prima SR Hotel & Convention, Sleman, Senin (4/5/2026). Sebanyak 112 murid yang terdiri dari Program Keahlian Teknologi Farmasi (35 murid) dan Layanan Kesehatan (77 murid) dinyatakan lulus 100 persen dan siap melangkah ke dunia profesional maupun pendidikan tinggi.

Kepala SMK Kesehatan Binatama, Nuri Hastuti, mengungkapkan bahwa program Kelas Akselerasi Bahasa Jepang dirancang untuk membekali siswa dengan kompetensi linguistik sekaligus kesiapan kerja di sektor kesehatan dan layanan.

“Kebanggaan besar bagi kami bahwa di tahun ini, terdapat 22 lulusan SMK Kesehatan Binatama yang mengikuti Kelas Akselerasi Bahasa Jepang sejak awal kelas XII. Saat ini, mereka sedang mengikuti pemantapan Bahasa Jepang dan insyaAllah akan segera berangkat ke Jepang,” ujar Nuri.

Menurutnya, peluang kerja di Jepang terbuka lebar, terutama untuk bidang kesehatan, seiring meningkatnya kebutuhan tenaga kerja di negara tersebut. Hal ini menjadi kesempatan emas bagi lulusan SMK untuk mengembangkan karier sekaligus meningkatkan pengalaman kerja di tingkat global.

Selain program ke Jepang, sejumlah lulusan lainnya juga telah terserap di dunia kerja dalam negeri maupun melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Hal ini memperkuat posisi SMK sebagai pendidikan vokasi yang adaptif terhadap kebutuhan industri.

Selain menyoroti capaian lulusan, sekolah juga memberikan penghargaan kepada siswa berprestasi sebagai bentuk apresiasi terhadap kerja keras selama masa pendidikan. Pada kategori Layanan Kesehatan, predikat lulusan terbaik diraih oleh Rameyza Elya Chairunnisha, sedangkan pada program Teknologi Farmasi diraih oleh Carissa Eka Widiastri.

Prestasi di bidang non-akademik juga mendapatkan perhatian. Penghargaan diberikan kepada Najma Raihana Tan Maiza dari program Layanan Kesehatan dan Carissa Eka Widiastri dari Teknologi Farmasi. Tidak hanya itu, apresiasi turut diberikan kepada 10 besar lulusan terbaik serta 25 siswa berprestasi non-akademik sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan potensi secara menyeluruh.

Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Dikpora DIY, Wiwik Indriyani, menilai capaian ini sebagai bukti nyata bahwa lulusan SMK mampu bersaing di pasar kerja internasional jika dibekali kompetensi yang tepat.

“Kami mengapresiasi langkah SMK Kesehatan Binatama dalam menyiapkan lulusan hingga mampu menembus peluang kerja ke luar negeri. Ini menunjukkan bahwa pendidikan vokasi memiliki daya saing global,” ujarnya.

Ia juga mendorong para lulusan untuk menjaga semangat belajar dan terus meningkatkan keterampilan, termasuk kemampuan bahasa asing dan adaptasi budaya kerja di negara tujuan.

Dengan pengalaman kerja di Jepang, para lulusan diharapkan tidak hanya memperoleh penghasilan, tetapi juga membawa pulang pengetahuan dan etos kerja yang dapat berkontribusi bagi pembangunan di daerah asal.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online