Gunungkidul Bidik Nilai A SAKIP, Bupati Dorong Reformasi Birokrasi
Pemkab Gunungkidul menargetkan predikat A pada SAKIP 2026 setelah tahun lalu meraih BB. Reformasi birokrasi dan kinerja nyata menjadi fokus.
Kasatreskrim Polresta Sleman AKP Riski Adrian (Tengah) saat menunjukan barang bukti baju yang dipergunakan untuk latih tanding yang berujung maut di Kapanewon Depok. Rabu (8/5/2024)
Harianjogja.com, SLEMAN—Jajaran Polresta Sleman menetapkan AF, 22, sebagai tersangka penganiayaan yang mengakibatkan kematian dalam insiden sambung silat di salah satu kampus di Kapanewon Depok, Sleman. Adapun latih tarung ini dilaksanakan pada Sabtu (27/4/2024) silam.
Peristiwa nahas bermula dari jadwal latihan yang dilakukan oleh salah satu perguruan silat. Korban dan rekan-rekananya sedang latihan bela diri sejak Sabtu malam hingga Minggu (28/4/2024).
Tahapan dimulai dengan latihan biasa yang kemudian dilanjutkan latih tanding. Tanding dilakukan dengan tujuan untuk melatihan dan mengapilkasikan teknik kemampuan silat selama proses pelatihan.
Korban pun mengajukan menjadi sukarelawan untuk sambung. Nahasnya, pada saat melawan AF mengalami tendangan keras dibagian perut hingga mengalami kesakitan yang serius.
Kasatreskrim Polresta Sleman, AKP Riski Adrian mengatakan, didalam latih tanding silat tanpa menggunakan pengaman serta tidak ada tim medis yang mendampingi. Usai mengalami tendangan keras di bagian perut, korban sempat dibawa ke kos.
Namun rasa sakit yang dialami tak kunjung sembung hingga akhrinya memberitahu orang tua yang berada di Palembang. Selanjutnya, ibu korban meminta saudara yang tinggal di Sleman untuk menjenguk korban ke kosan.
“Dari sini korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Pusat [RSUP] Sardjito,” katanya, Rabu (8/5/2024).
Dikarenakan keluhan sakit yang diderita tak kunjung mereda, pada Senin (29/4/2024), korban menjalani USG dan ditemukan luka lebab di daerah usus besar dan halu. Tim medis langsung mengambil tindakan operasi untuk proses penyembuhan.
BACA JUGA: Lakukan Kekerasan Seksual Pada Anak, Pria di Sleman Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara
“Sehari kemudian kondisinya malah makin memburuk hingga akhirnya korban meninggal dunia,” kata Riski.
Atas kejadian ini, kerabat dari korban langsung membuat laporan ke polisi pada 1 Mei 2024. Korban akhirnya menyerahkan diri ke Polresta Sleman dan mengakui telah melakukan perbuatan yang membuat korban meninggal dunia. “Pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka,” katanya.
Atas perbuatannya ini, AF dijerat Pasal 351 Ayat 3 atau Pasal 359 KUHP tentang kesengajaan yang menyebabkan orang meninggal dunia. “Untuk ancamannya kurungan paling lama tujuh tahun,” katanya.
Kasihumas Polresta Sleman, Iptu Lindawati Wulandari mengatakan, hingga sekarang pelaku masih menjalani pemeriksaan. Untuk barang bukti telah diamankan dua pasang baju silat dan satu lembar kain warna putih dengan Panjang 1,5 meter milik pelaku.
“Untuk tersangka juga sudah dilakukan penahanan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul menargetkan predikat A pada SAKIP 2026 setelah tahun lalu meraih BB. Reformasi birokrasi dan kinerja nyata menjadi fokus.
Sejumlah menteri memimpin upacara HUT RI di daerah. Beberapa pejabat berada di NTT untuk memantau penanganan gempa.
Aldila Sutjiadi/Erin Routliffe melaju ke 16 besar Cincinnati Open 2026 usai menaklukkan Asia Muhammad/Fanny Stollar dengan skor 7-5, 7-5. Selanjutnya mereka aka
Kekalahan 0-3 dari Arsenal di Community Shield tak membuat Maresca patah arang. Ia pastikan Man City tetap aktif di bursa transfer usai datangkan Elliot Anderso
Jorge Martin ungkap perubahan besar setelah juara dunia 2024. Tak lagi obsesi menang, ia fokus konsisten dan kini puncaki klasemen MotoGP 2026 dengan 240 poin
Lens juara Piala Super Prancis 2026 usai kalahkan PSG 1-0. Gol Thauvin dan kartu merah Antonio serta Mendes warnai laga. Ini trofi perdana Lens.