Riset Fenomena Api Seyegan Rampung, BPBD Serahkan Hasil ke Keluarga
BPBD Sleman menyerahkan hasil riset fenomena api Seyegan kepada keluarga. Rekaman CCTV kini menjadi bagian penyelidikan kepolisian.
Foto pengamatan visual BPPTKG menunjukkan guguran awan panas di Gunung Merapi. - ist/BPPTKG
Harianjogja.com, SLEMAN—Gunung Merapi mengeluarkan puluhan guguran lava pada Kamis (9/5/2024). Kepala Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Agus Budi Santoso menjelaskan dalam kurun waktu 24 jam, terjadi 25 kali guguran lava di Gunung Merapi. Jarak luncuran terjauhnya bahkan mencapai dua kilometer.
"Teramati 25 kali guguran lava ke arah barat daya atau Kali Bebeng dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter," tegas Agus, Jumat (10/5/2024)
Selain sejumlah guguran lava yang teramati, suara guguran juga sempat terdengar satu kali dari Pos Babadan. Intensitas suara guguran yang terdengar, masuk dalam kategori sedang.
"Secara visual asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih, dengan intensitas tipis dan tinggi 50-100 meter di atas puncak kawah," terangnya.
BACA JUGA: Viral Keributan Debt Collector dan Wisatawan, Polisi Sebut Hanya Kesalahpahaman
Di sisi lain BPPTKG juga mencatat ratusan aktivitas kegempaan di Gunung Merapi. Di antaranya 124 gempa guguran, dua gempa fase banyak, satu gempa frekuensi rendah dan dua gempa tektonik.
Potensi bahaya saat ini diungkapkan Agus berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan–barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal lima kilometer, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal tujuh kilometer. Sedangkan pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal tiga kilometer dan Sungai Gendol lima kilometer. Sementara lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius tiga kilometer dari puncak.
Merujuk pada aktivitas vulkanik Gunung Merapi yang masih cukup tinggi berupa aktivitas erupsi efusif, maka aktivitas Gunung Merapi ditetapkan dalam status Siaga. "Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Sleman menyerahkan hasil riset fenomena api Seyegan kepada keluarga. Rekaman CCTV kini menjadi bagian penyelidikan kepolisian.
Nilai SPMB SMA Jogja 2026 jalur domisili wilayah. SMAN 3 Yogyakarta mencatat nilai tertinggi 393,74, disusul SMAN 8 dan SMAN 1.
Petar Sucic mencetak gol spektakuler yang membawa Kroasia unggul 1-0 atas Ghana. Inggris masih bermain imbang tanpa gol melawan Panama di Grup L Piala Dunia 202
Gempa DIY membuat perjalanan kereta sempat dihentikan sementara. KAI Daop 6 memastikan seluruh operasional kereta kini kembali normal dan aman.
Jadwal KRL Solo-Jogja hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Alumni FHUI 1991 menggelar reuni di Bantul dengan menanam pohon bersama lansia dan ABK sebagai legacy bagi lingkungan dan masyarakat.