Lansia di Ngawen Gunungkidul Tewas Terbakar Saat Membakar Sampah
Lansia asal Ngawen, Gunungkidul, tewas terbakar saat membakar sampah. Hingga September 2026 tercatat 154 kasus kebakaran.
Ilustrasi Keracunan - Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Kesehatan Sleman masih terus memantau kondisi Kesehatan pasien yang diduga keracunan pada acara hajatan di Kalurahan Purwomartani, Kalasan. Pasalnya, hingga jumat masih ada sembilan warga yang dirawat di rumah sakit.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Sleman, Khamidah Yuliati mengatakan, memasuki hari kelima usai kasus dugaan keracunan terjadi di Kalurahan Purwomartani, Kalasan. Total ada hingga Jumat (10/5/2024) ada 12 korban yang menjalani opname di rumah sakit.
Adapun kondisinya, sampai sekarang yang sudah diperbolehkan pulang tiga orang. Sementara untuk sembilan korban lainnya masih dalam perawatan.
BACA JUGA : Keracunan Massal di Sleman, 7 Orang Masih Dirawat di Rumah Sakit
“Iya sudah lima hari ini dirawat di rumah sakit. Untuk gejalanya ada mual, muntah, diare, pusing dan lebih ke masalah gangguan saluran pencernaan,” kata Yuli saat dihubungi, Jumat sore.
Menurut dia, petugas puskesmas Kalasan langsung melakukan investigasi usai mendapatkan laporan kasus keracunan di Purwomartani. Meski demikian, hingga sekarang masih menunggu hasil dari pengujian sampel sisa makanan yang telah dikumpulkan.
“Sudah dikirim dan hasilnya masih menunggu,” katanya.
Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Cahya Purnama mengatakan, total ada 80 orang yang diduga mengalami keracunan. Rinciannya, empat orang berasal dari keluarga yang menyelenggarakan hajatan dan sisanya sebanyak 76 orang merupakan warga yang menghadiri acara.
Peristiwa keracunan massal yang bermula dari acara hajatan di Kalurahan Purwomratani, Minggu (5/5/2024). Di dalam acara ini ada 949 undangan dan menyantap hidangan katering terdiri nasi putih, ayam panggang, zuppa soup, capcay dan aneka minuman hingga es krim.
Berdasarkan laporan yang ia terima, para tamu menyantap hidangan sekitar pukul 11.00 WIB. Pada awalnya tidak ada masalah karena gejala baru muncul pada Senin (6/5/2024). “Diawali oleh empat anggota keluarga yang mengalami mulas, diare hingga demam. Para korban langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan,” kata Cahya kepada wartawan, Rabu (8/5/2024).
BACA JUGA : 110 Warga Semin Diduga Keracunan Makanan Bulan Lalu, Begini Hasil Tes Lab Dinkes
Korban yang mengalami gejala keracunan ternyata tidak berhenti pada keluarga pemilik acara. Pasalnya, pada Senin siang laporan korban terus bertambah hingga mencapai 76 orang yang menghadiri hajatan.
Pihaknya mendapatkan laporan keracunan massal pada Selasa (7/5/2024). Upaya penyelidikan langsung dilakukan dengan menerjunkan tim lapangan. “Petugas surveilans dan sanitasi langsung melakukan penyelidikan epidemiologi keracunan makanan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lansia asal Ngawen, Gunungkidul, tewas terbakar saat membakar sampah. Hingga September 2026 tercatat 154 kasus kebakaran.
Jadwal SIM Kulonprogo hari ini 25 September 2026 di MPP, lengkap dengan jadwal SIMMADE, SIMENOR, Satpas dan syarat perpanjangan.
Bedah buku Di Balik Layar Judi Online di Kulonprogo membahas bahaya judi online dan pentingnya literasi masyarakat untuk mencegah jeratan judol.
Jadwal SIM Gunungkidul September 2026 tersedia di Satpas, SIMMADE, SIMPITU hingga layanan malam. Cek lokasi dan syaratnya.
Jadwal SIM Sleman Jumat 25 September 2026 tersedia di MPP Sleman. Cek lokasi, jam layanan, jenis SIM, dan syarat perpanjangan.
Bedah buku Ragam Wisata di Jogja dan UMKM membahas pentingnya pariwisata berdampak pada kesejahteraan masyarakat lokal serta mendorong budaya membaca.