Di Balik Kantong Darah untuk Pasien, Ada Peran Teknisi Pelayanan Darah
Profesi teknisi pelayanan darah masih belum banyak dikenal masyarakat. Padahal, tenaga inilah yang bertanggung jawab memastikan setiap kantong darah aman
Peserta pelatihan kuliner yang diselenggarakan Dinas Pariwisata DIY berfoto bersama anggota DPRD DIY, Sudaryanto. Selasa (14/5/2024)./Harian Jogja-David Kurniawan
SLEMAN—Anggota DPRD DIY, Sudaryanto mendorong desa wisata untuk mengembangkan kuliner yang khas. Hal ini disampaikan saat menghadiri kegiatan pelatihan kuliner di Joglo Tanjung di Padukuhan Banteran, Donoharjo, Ngaglik, Selasa (14/5/2024).
“Kuliner bisa menjadi daya tarik bagi pengunjung. Banyak lokasi berada di tempat terpencil tapi didatangi pengunjung karena ingin merasakan kulinernya,” kata Sudaryanto.
Oleh karena itu, DPRD DIY bersama dengan Dinas Pariwisata DIY menggelar pelatihan kuliner. Pelatihan ini tidak hanya sebatas mengolah aneka masakan, tetapi juga diberikan ketrampilan untuk menyajikan menu yang telah dimasak sehingga bisa menarik perhatian pengunjung. “Tentunya dengan pelatihan ini, para peserta bisa menerapkannya untuk mendukung pengembangan Desa Wisata Tanjung yang ada di sini,” katanya.
Sudaryanto berharap ketrampilan yang diperoleh saat pelatihan benar-benar bisa diimplementasikan. Di sisi lain, ia juga meminta agar terus beriovasi sehingga daya tarik ke pengunjung akan semakin banyak. “Banyak yang bisa dikreasikan seperti olahan patin dan lain sebagainya agar ada ciri khas tersendiri,” katanya.
Dia menyakini keberadaan kuliner yang khas tidak hanya menunjang pengembangan desa wisata. pasalnya, dampak dari kunjungan juga bisa memberikan manfaat untuk peningkatan kesejahteraan warga sekitar. “Tentunya dengan banyaknya kunjungan, maka perekonomian warga juga bisa meningkat,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Jabatan Fungsional Bidang Sumber Daya Pariwisata, Dinas Pariwisata DIY, Erni Sri Jarwati Harahap. Menurut dia, pelatihan kuliner yang terselenggara berkat kerja sama dengan DPRD DIY merupakan bentuk komitmen untuk pengembangan desa wisata.
Itulah sebabnya, pengembangan tidak hanya sebatas pada destinasi, tapi juga menyasar kepada kapasitas sumber daya manusia. “Peningkatan SDM ini sangat penting. Salah satunya dengan memberikan pelatihan kuliner ke pengelola desa wisata,” katanya.
Erni menjelaskan, pelatihan yang digelar kali ini ada beberapa resep, mulai dari pembuatan ayam bakar Arto Moro, ikan pepes bumbung, sayur bening kelor, bir pletok dan aneka sambal Nusantara. “Mudah-mudahan dengan pelatihan ini, pengelola wisata bisa terus berkreasi sehingga pengembangan desa wisata dapat maju dan dampaknya bisa dirasakan secara langsung,” katanya.
Pengurus Desa Wisata Tanjung, Samiasih Sutarman berterimakasih adanya pelatihan kuliner yang diberikan. Menurut dia, kegiatan ini memiliki banyak manfaat, khususnya untuk olahan kuliner guna mendukung pengembangan desa wisata.
“Banyak ilmu yang didapatkan dari pelatihan ini. tapi, harapannya setelah pelatihan selesai ada bantuan untuk proses mendapatkan PIRT atau sertifikasi halal sehingga makanan yang disajikan bisa semakin berkualitas,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Profesi teknisi pelayanan darah masih belum banyak dikenal masyarakat. Padahal, tenaga inilah yang bertanggung jawab memastikan setiap kantong darah aman
Produksi perikanan budidaya Sleman mencapai 29.167 ton dengan nilai Rp810,7 miliar hingga Juni 2026. Pemkab mewaspadai dampak musim kemarau.
Seorang PNS Dinkes Kulonprogo rutin bersepeda ontel ke kantor untuk menjaga kebugaran sekaligus mendukung efisiensi BBM usai harga Pertamax naik.
Pelajari cara membuat gambar dan mengedit foto dengan Gemini AI menggunakan prompt yang tepat agar hasil visual lebih akurat dan menarik.
Coba 4 gerakan olahraga ringan setelah bangun tidur selama 5–10 menit untuk membantu tubuh lebih bugar, lentur, dan siap beraktivitas.
Jadwal KRL Solo Jogja terbaru hari ini Rabu 29 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Tugu Jogja.