Damai! Kasus Kanye West dengan Mantan Asisten Berakhir
Kasus Kanye West dengan mantan asisten Lauren Pisciotta berakhir damai. Kesepakatan dicapai 23 Juli 2026, namun isi penyelesaian dirahasiakan. Kanye tetap gelar
Kepala Daerah - Ilustrasi/Antara
Harianjogja.com, BANTUL—Bupati Bantul Abdul Halim Muslih angkat bicara terkait kabar Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Bantul, Aris Suharyanta yang hendak maju pada Pilkada Bantul 2024.
"Ya, kan siapa pun boleh mencalonkan diri. Dan, itu dijamin oleh undang-undang. Soal kabar itu, tanyakan langsung kepada yang bersangkutan. Apakah rumor atau betulan saya kan tidak tahu," kata Halim, ditemui, Selasa (14/5/2024).
Sementara Ketua KPU Bantul Joko Santoso, sesuai dengan pasal 7 UU nomor 10 2016, huruf s, bahwa persyaratan calon harus menyatakan secara tertulis pengunduran diri sebagai, TNI, Polri, PNS, kepala desa, sejak ditetapkan sebagai pasangan calon.
"Jadi harus mundur, jika sudah ditetapkan. Jika masih dalam tahap pejaringan tidak harus mundur," katanya.
Sebagaimana diketahui, DPC Partai Gerindra Bantul tengah menggodok dua nama dari eksternal partai untuk dicalonkan sebagai bakal calon (balon) bupati dan wakil bupati Bantul pada Pilkada 2024.
BACA JUGA: Forkom PAC PDIP Jogja Dukung Calon Walikota dan Wakil Walikota dari Kader Banteng Sejati
Kedua nama tersebut adalah Kepala DPUPKP Kabupaten Bantul, Aris Suharyanta dan tokoh masyarakat asal Sedayu yang juga kerabat dari mantan Presiden RI, Soeharto, Aryo Winoto.
"Kami memang sedang melakukan komunikasi di tingkat internal. Sejauh ini ada dua nama eksternal yang sedang kami godok. Kedua nama tersebut adalah Pak Aris Suharyanta, dan Aryo Winoto," kata Ketua DPC Gerindra Bantul Datin Wisnu Pranyoto ditemui, Senin (13/5/2024).
Menurut Datin, untuk Aris Haryanto saat ini masih berstatus sebagai ASN. Namun, per 1 Juli 2024, Aris dipastikan sudah tidak lagi menjadi ASN karena telah pensiun. Sejauh ini, untuk Aris Suharyanta, dari komunikasi dengan DPC Partai Gerindra Bantul siap untuk maju sebagai balon bupati dan wakil bupati Bantul pada Pilkada 2024.
"Untuk pak Aris siap untuk posisi baik bupati maupun wakil bupati Bantul. Begitu juga dengan pak Aryo," imbuh Datin.
Lebih lanjut Datin mengungkapkan, kedua nama ini selama ini telah menjalin komunikasi intens dengan pihaknya. Apalagi, DPC Partai Gerindra Bantul pada Pilkada 2024 tidak membuka pendaftaran balon bupati dan wakil bupati Bantul secara terbuka.
"Di tempat kami tidak ada pembukaan pendaftaran dan penyerahan formulir. Cuman sistem kami adalah pendekatan secara kekeluargaan. Tentunya nanti siapa yang direspon oleh masyarakat direspon tinggi, itu kemungkinan itu kami ajukan," jelas Datin.
Terkait dengan peluang dari Aris Suharyanta, Datin mengaku sangat besar. Sebab, Aris sudah dikenal oleh para pengurus DPC Partai Gerindra Bantul. Meskipun status Aris selama ini dikenal sebagai ASN, namun komunikasi dengan DPC Partai Gerindra Bantul telah intens dilakukan.
"Kami kan juga punya tahapan. Setelah pendekatan ke masyarakat, nanti kita laporkan berjenjang ke DPD dan ke DPP. Untuk saat ini kami tidak ada batasan kapan harus melaporkan," ungkap Datin.
Terpisah, Aris Suharyanta ketika dikonfirmasi mengaku enggan banyak berkomentar. Aris mengaku saat ini masih akan fokus menyelesaikan tugasnya sebagai ASN.
"Saya fokus kerja sebagai ASN dulu. Soal maju atau tidak dalam pilkada, nanti lihat perkembangan," kata Aris.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus Kanye West dengan mantan asisten Lauren Pisciotta berakhir damai. Kesepakatan dicapai 23 Juli 2026, namun isi penyelesaian dirahasiakan. Kanye tetap gelar
Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 1 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Palur hingga Yogyakarta. Tersedia 12 perjalanan dengan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 1 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Tersedia 15 perjalanan dengan tarif Rp8.000.
Pemkab Bantul memastikan izin Gereja Misi Sejahtera akan diberikan setelah seluruh persyaratan administrasi terpenuhi.
Tambahan dana transfer ke daerah telah dihitung pemerintah dan kini menunggu arahan Presiden Prabowo Subianto sebelum diumumkan.
Data pariwisata DIY dinilai belum utuh. Sensus Ekonomi 2026 diharapkan memperbaiki kualitas data untuk menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran.