PDI Perjuangan DIY Peringati 30 Tahun Kudatuli Lewat Panggung Rakyat
PDI Perjuangan DIY memperingati 30 tahun Kudatuli melalui Panggung Rakyat, doa lintas iman, dialog sejarah, dan pembagian 500 paket sembako.
Suasana kegiatan bedah buku berjudul Menyiapkan dan Menumbuhkan Jiwa Entrepreneur pada Anak yang digelar di Joglo Pawirosumarto di Pedukuhan Gesikan, Kalurahan Sidomoyo, Kapanewon Godean, Sleman, Rabu (15/5/2024)./David Kurniawan
SLEMAN—Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bekerja sama dengan DPRD DIY menggelar bedah buku berjudul Menyiapkan dan Menumbuhkan Jiwa Entrepreneur pada Anak di Joglo Pawirosumarto di Pedukuhan Gesikan, Kalurahan Sidomoyo, Kapanewon Godean, Sleman, Rabu (15/5/2024).
Diharapkan melalui program ini dapat meningkatkan minat baca masyarakat. Kepala Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Informasi DPAD DIY, Rakhmat Sutopo, mengatakan secara garis besar tingkat minat baca masyarakat di DIY tertinggi di Indonesia.
Meski demikian, cakupannya masih butuh ditingkatkan sehingga ada kerja sama dengan DPRD DIY melalui program bedah buku. Diharapkan kegiatan ini dapat meningkatakan literasi di masyarakat. “Tentunya juga untuk menambah pengetahuan dan wawasan,” katanya, Rabu.
Dia menjelaskan, untuk peningkatan minat baca di masyarakat tidak hanya lewat bedah buku. Pasalnya, DPAD DIY juga memiliki program lain, salah satunya melalui aplikasi perpustakaan digital i-Jogja. Masyarakat kini dapat mengunduh aplikasi ini melalui app store maupun playstore. “Tinggal diunduh kemudian masuk sehingga bisa meminjam buku sesuai dengan yang diinginkan,” katanya.
Anggota DPRD DIY, Sofyan Setyo Darmawan mengatakan bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional dilakukan kegiatan bedah buku. Tema atau judul sesuai dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional karena menyangkut pembinaan dan pendidikan anak.
“Buku berjudul Menyiapkan dan Menumbuhkan Jiwa Entrepreneur pada Anak dibedah dengan melibatkan ibu-ibu, bapak-bapak hingga kalangan anak muda di wilayah setempat. Tujuannya, tentu untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan sejak dini,” kata Sofyan.
BACA JUGA: Bedah Buku Bertema Religi, Ajak Masyarakat Lebih Dekat dengan Tuhan
Menurut dia, tujuan utama dari bedah buku untuk meningkatkan literasi di masyarakat. Namun, dia berharap program ini juga dapat menambah wawasan tentang upaya mengasuh anak, khususnya dalam rangka menumbuhkembangkan semangat entrepreneur.
“Tidak melulu urusan bisnis, karena menumbuhkan semangat kerja keras, pantang menyerah, serta mengasah kemampuan akal dan pikiran untuk lebih kreatif merupakan bagian dari wujud entrepreneur,” katanya.
Sofyan berharap buku yang diberikan bisa dibaca dan dipelajari sehingga wawasan yang diperoleh bisa diterapkan dalam mengasuh anak. “Menumbuhkan semangat entrepreneur sejak kecil sangat dibutuhkan karena bagian menciptakan sumber daya manusia yang unggul,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PDI Perjuangan DIY memperingati 30 tahun Kudatuli melalui Panggung Rakyat, doa lintas iman, dialog sejarah, dan pembagian 500 paket sembako.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya berdasarkan data resmi KAI Access.
Jalan Jetis-Karangsemut Bantul ditutup 29-31 Juli 2026 untuk pemasangan box culvert dan pengaspalan. Simak jadwal serta jalur alternatifnya.
Produksi perikanan budidaya Sleman mencapai 29.167 ton dengan nilai Rp810,7 miliar hingga Juni 2026. Pemkab mewaspadai dampak musim kemarau.
Seorang PNS Dinkes Kulonprogo rutin bersepeda ontel ke kantor untuk menjaga kebugaran sekaligus mendukung efisiensi BBM usai harga Pertamax naik.
Pelajari cara membuat gambar dan mengedit foto dengan Gemini AI menggunakan prompt yang tepat agar hasil visual lebih akurat dan menarik.