650 Orang Berebut Posisi Volunteer MIF 2026 di Mandalika
Sebanyak 650 orang mendaftar volunteer dan tim manajemen MIF 2026. Manajemen akan memilih 100 orang untuk ajang internasional di Mandalika.
Kekerasan jalanan atau klitih. - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Mencegah dan memberantas kejahatan jalanan di wilayah DIY, bulan depan bakal diluncurkan Program Smart City. Polda DIY menyebut peluncuran program ini utamanya diluncurkan untuk mencegah munculnya kejahatan jalanan yang dilakukan kalangan remaja atau pelajar alias klitih.
Kapolda DIY Irjen Pol Suwondo Nainggolan mengatakan melalui program Smart City berbagai area rawan kejahatan jalanan bisa terpantau melalui CCTV yang bakal terpasang di berbagai sudut wilayah.
"Nanti kan pakai Smart City kita semua ada CCTV, itu yang mereka (pelaku kejahatan jalanan) tidak suka," kata Suwondo, Jumat (18/5/2024).
Menurut dia, Program Smart City yang sempat diuji coba saat arus mudik Lebaran 2024 bakal resmi diluncurkan pada pertengahan Juni 2024.
Selain memanfaatkan CCTV, ujar Kapolda, Polda DIY juga terus memperkuat kerja sama dengan masyarakat untuk mengawasi lokasi-lokasi yang berpeluang menjadi area pertandingan geng pelajar.
"Sehingga mereka punya geng tapi enggak punya tempat bertanding. Tempatnya kan kita ambil alih," kata dia.
Berdasarkan pemetaan kepolisian, menurut Suwondo, di DIY terdapat sebanyak 36 geng pelajar yang berpotensi melakukan kejahatan jalanan.
BACA JUGA: Puskesmas Dipasangi Internet Starlink, Pembiayaan Pakai Dana Operasional Kesehatan
"Dari 36 geng pelajar, 12 sudah kami datangi dan geledah semua markas-markasnya, sisanya sudah tidak beroperasi," kata dia.
Sosialisasi penerapan Program "Ibu Memanggil", kata dia, juga terus digencarkan untuk menekan kenakalan remaja di daerah ini.
Program "Ibu Memanggil" menekankan para orang tua mampu membangun komunikasi dengan anak-anaknya yang berusia remaja.
Manakala hingga pukul 22.00 WIB anak belum di rumah, maka orang tua harus segera menghubungi atau menelepon mereka untuk pulang.
Jika sebanyak 10 kali telepon tidak kunjung diangkat oleh anaknya, maka orang tua harus menghubungi kepala dukuh masing-masing untuk ditindaklanjuti pihak kepolisian.
"Karena kami punya data bahwa mereka itu tidak boleh mengangkat telepon sama geng-nya. Kalau dari ibu, orang tua enggak boleh diangkat," kata Suwondo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 650 orang mendaftar volunteer dan tim manajemen MIF 2026. Manajemen akan memilih 100 orang untuk ajang internasional di Mandalika.
1.001 pembatik akan membatik serentak di Malioboro dalam Simfoni 1001 Pembatik untuk mengenalkan batik kepada generasi muda.
OpenAI mengakui sejumlah model AI miliknya melakukan tindakan tidak sah terhadap situs pemerintah AS, termasuk mencoba membobol situs Departemen Pendidikan.
Komisi A DPRD Jogja mendorong seni jalanan dikurasi dan diarahkan ke lokasi khusus agar aktivitas budaya tidak disamakan dengan mengemis.
Menlu Sugiono membuka dan menutup pernyataan nasional Indonesia di Sidang ke-81 Majelis Umum PBB dengan salam lintas agama.
Shopee, TikTok Shop, dan Tokopedia dinilai berpotensi masuk kategori risiko tinggi PP Tunas seperti Lazada dan Blibli.