Jelang Iduladha 2024, DKPP Bantul Klaim Stok Vaksin PMK Mencukupi

Jumali
Jumali Senin, 20 Mei 2024 16:07 WIB
Jelang Iduladha 2024, DKPP Bantul Klaim Stok Vaksin PMK Mencukupi

Sapi hewan kurban yang dijual salah satu pedagang di Murtigading, Sanden, Bantul, pada Senin (20/5/2024)/ Harian Jogja-Jumali

Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul memastikan stok vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) di wilayahnya jelang Iduladha 2024 mencukupi.

Oleh karena itu, DKPP Bantul meminta kepada para pedagang untuk tenang dan bisa meminta kepada petugas untuk memvaksin sebagai antisipasi penyakit hewan.

Kepala DKPP Bantul Joko Waluyo mengatakan, saat ini stok vaksin PMK di Bantul mencukupi. Hingga saat ini ada 7.000 dosis stok vaksin dan ada yang telah disuntikkan ke hewan kurban sebagai antisipasi persebaran penyakit hewan jelang Iduladha 2024.

"Dan, saat ini tetap jalan terus. Selain itu, saat ini permintaan dari para pedagang ternak juga telah meningkat untuk mencegah penyakit dari hewan ternak yang baru masuk," kata Joko, Senin (20/5/2024).

BACA JUGA: Pemkab Sleman Bakal Perketat Pengawasan Lalu Lintas Hewan Kurban

Joko mengungkapkan selain vaksin, DKPP saat ini intensif melakukan pengawasan terhadap hewan kurban. Langkah itu dilakukan sebagai antisipasi beredarnya hewan kurban dari wilayah endemik antraks dan memastikan hewan tersebut sehat dan layak konsumsi.

"Ada 120 petugas kami optimalkan untuk melakukan pengawasan terhadap 400 titik penjualan hewan. Mereka akan memastikan hewan yang diperjual belikan dilengkapi catatan surat keterangan kesehatan hewan. Jika ada hewan sakit, petugas juga akan meminta agar hewan tersebut dipisah," katanya.

Salah satu pedagang hewan kurban di Murtigading, Sanden, Budi Santosa mengungkapkan, sebagai antisipasi peredaran hewan dari daerah endemik antraks, dirinya memilih untuk mendatangkan sapi dari Pulau Madura. Selain itu, sapi yang didatangkan dari Pulau Madura juga telah dicek kesehatan dan divaksin.

"Sapi yang kami datangkan juga dilengkapi dengan Surat Keterangan Kesehatan Hewan Kurban (SKKHK)," katanya.

Terkait dengan omzet penjualan, Budi mengaku ada peningkatan penjualan sapi di tempatnya dalam beberapa hari terakhir. Setidaknya 120 ekor sapi, saat ini telah terjual.

"Padahal di hari biasa, paling banyak sekitar 40 ekor sapi yang terjual," ucap Budi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Maya Herawati
Maya Herawati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online