Skema Droping Air di Gunungkidul Berubah, Kapanewon Jadi Prioritas
BPBD Gunungkidul mengubah skema droping air bersih dengan memprioritaskan anggaran kapanewon menghadapi kemarau panjang 2026.
Sapi, hewan kurban - Ilustrasi freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Sleman menyebut lalu lintas ternak jelang perayaan Iduladha bakal mengalami peningkatan. Upaya pengawasan pun akan ditingkatkan untuk menghindari persebaran penyakit pada hewan ternak.
Sebagaimana diketahui bersama pada Februari lalu sempat merebak di perbatasan Sleman Gunungkidul tepatnya di Padukuhan Kalinongko Kidul, Gayamharjo, Prambanan. Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Sleman, Suparmono mengatakan, jumlah populasi ternak siap potong di Sleman tidak akan mencukupi kebutuhan untuk memenuhi hewan kurban dalam perayaan Iduladha.
“Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, kami kekurangan stok ternak untuk kurban,” kata Pram, sapaan akrabnya, Senin (20/5/2024).
BACA JUGA: Hari Ini Harga Telur, Beras dan Cabai Cenderung Mahal
Dampak dari permasalahan ini, maka pada saat jelang perayaan Kurban akan banyak lalu lintas ternak dari luar daerah. Tujuannya agar kebutuhan hewan kurban bisa terpenuhi.
“Mendatangkan ternak dari luar daerah menjadi opsi agar kebutuhan hewan kurban bisa dipenuhi. Contohnya, domba banyak didatangkan dari Wonosobo, Magelang dan lainnya. Sedangkan untuk sapi banyak mendatangkan dari Gunungkidul, Klaten dan lainnya,” katanya.
Laju lalu lintas ternak yang semakin tinggi, maka potensi persebaran penyakit pada hewan juga semakin meningkat. Oleh karenanya, upaya pengawasan terus dilakukan agar potensi penularan bisa ditekan.
Pra mengungkapkan, untuk pencegahan sudah menyiapkan personel pengawasan. Rencananya mulai awal Juni mengintesifkan pengawasan ke pasar hewan, kelompok ternak hingga lokasi pasar hewan kurban.
“Tahun lalu ada 359 lokasi penjualan hewan kurban. Untuk pengawasan kami sudah menyiapkan ratusan personel,” katanya.
Menurut dia, pengawasan di lokasi penjualan hewan kurban untuk memastikan kondisi ternak sehat yang ditandai dengan pemberian surat keterangan Kesehatan hewan. “Kami juga melakukan sosialisasi di 17 kapanewon,” katanya.
Pram berharap dengan upaya pengetatan pengawasan maka potensi persebaran penyakit pada hewan dapat dicegah. “Belum lama ini sempat ada kasus antraks dan ini juga harus diwaspadai,” katanya.
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengatakan untuk pencegahan dan penanggulangan antraks di Bumi Sembada akan terus dilakukan. Ia meminta program vaksinasi bisa dioptimalkan sehingga persebaran kasus dapat benar-benar dikendalikan.
Selain itu, ia meminta kepada Masyarakat untuk melaporkan setiap kejadian ternak sakit ke pos Kesehatan hewan terdekat. “Jangan disembelih karena bisa menjadi penyebab persebaran penyakit. Kalau ada yang sakit segera laporkan agar bisa secepatnya ditangani dan jangan disembelih karena berpotensi menularkan penyakit,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul mengubah skema droping air bersih dengan memprioritaskan anggaran kapanewon menghadapi kemarau panjang 2026.
Pembangunan akses keluar-masuk (ramp on/off) dan Gerbang Tol Trihanggo di area Simpang Kronggahan, Sleman terus bergulir. Proyek konstruksi yang menjadi bagian
Survei State of Motherhood 2026 ungkap rumah tangga bisa kacau dalam 1–2 hari tanpa peran ibu
Kadek Dhinda tersingkir di Malaysia Masters 2026 setelah kalah dari Ratchanok Intanon di babak 32 besar
Bek Persib Bandung Frans Putros masuk skuad sementara Irak untuk Piala Dunia 2026 dan berpeluang mencetak sejarah bagi Liga Indonesia.
Rumah di Panggungharjo Bantul terbakar dini hari diduga korsleting listrik, kerugian sekitar Rp20 juta