Jelang Jatuh Tempo, PBB Gunungkidul Baru Terkumpul Rp21,7 Miliar
PBB-P2 Gunungkidul mencapai Rp21,7 miliar menjelang jatuh tempo 30 September 2026. Wajib pajak diminta segera membayar agar terhindar denda.
Sapi, hewan kurban - Ilustrasi freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Sleman menyebut lalu lintas ternak jelang perayaan Iduladha bakal mengalami peningkatan. Upaya pengawasan pun akan ditingkatkan untuk menghindari persebaran penyakit pada hewan ternak.
Sebagaimana diketahui bersama pada Februari lalu sempat merebak di perbatasan Sleman Gunungkidul tepatnya di Padukuhan Kalinongko Kidul, Gayamharjo, Prambanan. Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Sleman, Suparmono mengatakan, jumlah populasi ternak siap potong di Sleman tidak akan mencukupi kebutuhan untuk memenuhi hewan kurban dalam perayaan Iduladha.
“Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, kami kekurangan stok ternak untuk kurban,” kata Pram, sapaan akrabnya, Senin (20/5/2024).
BACA JUGA: Hari Ini Harga Telur, Beras dan Cabai Cenderung Mahal
Dampak dari permasalahan ini, maka pada saat jelang perayaan Kurban akan banyak lalu lintas ternak dari luar daerah. Tujuannya agar kebutuhan hewan kurban bisa terpenuhi.
“Mendatangkan ternak dari luar daerah menjadi opsi agar kebutuhan hewan kurban bisa dipenuhi. Contohnya, domba banyak didatangkan dari Wonosobo, Magelang dan lainnya. Sedangkan untuk sapi banyak mendatangkan dari Gunungkidul, Klaten dan lainnya,” katanya.
Laju lalu lintas ternak yang semakin tinggi, maka potensi persebaran penyakit pada hewan juga semakin meningkat. Oleh karenanya, upaya pengawasan terus dilakukan agar potensi penularan bisa ditekan.
Pra mengungkapkan, untuk pencegahan sudah menyiapkan personel pengawasan. Rencananya mulai awal Juni mengintesifkan pengawasan ke pasar hewan, kelompok ternak hingga lokasi pasar hewan kurban.
“Tahun lalu ada 359 lokasi penjualan hewan kurban. Untuk pengawasan kami sudah menyiapkan ratusan personel,” katanya.
Menurut dia, pengawasan di lokasi penjualan hewan kurban untuk memastikan kondisi ternak sehat yang ditandai dengan pemberian surat keterangan Kesehatan hewan. “Kami juga melakukan sosialisasi di 17 kapanewon,” katanya.
Pram berharap dengan upaya pengetatan pengawasan maka potensi persebaran penyakit pada hewan dapat dicegah. “Belum lama ini sempat ada kasus antraks dan ini juga harus diwaspadai,” katanya.
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengatakan untuk pencegahan dan penanggulangan antraks di Bumi Sembada akan terus dilakukan. Ia meminta program vaksinasi bisa dioptimalkan sehingga persebaran kasus dapat benar-benar dikendalikan.
Selain itu, ia meminta kepada Masyarakat untuk melaporkan setiap kejadian ternak sakit ke pos Kesehatan hewan terdekat. “Jangan disembelih karena bisa menjadi penyebab persebaran penyakit. Kalau ada yang sakit segera laporkan agar bisa secepatnya ditangani dan jangan disembelih karena berpotensi menularkan penyakit,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PBB-P2 Gunungkidul mencapai Rp21,7 miliar menjelang jatuh tempo 30 September 2026. Wajib pajak diminta segera membayar agar terhindar denda.
RANS Entertainment memuncaki peringkat global live streaming YouTube dengan 2,96 juta jam tonton berdasarkan data Streams Charts.
Pegadaian meraih empat KESGI Award 2026 atas kinerja ESG di sektor inklusi keuangan, meliputi pilar lingkungan, sosial, dan tata kelola.
Maarten Paes disorot media Vietnam setelah Indonesia menahan Malaysia 0-0. Paes dinilai berperan penting saat Garuda bermain 10 pemain.
Cara cek BPJS Kesehatan nunggak atau tidak bisa dilakukan lewat Mobile JKN, PANDAWA, dan Care Center 165. Simak langkah lengkapnya.
SUV boxy makin populer di pasar global. Desainer Chery menilai desain mengotak bukan sekadar tren dan punya alasan fungsional.