Tambang Emas Ilegal di Sungai Batang Tebo Ditindak, Sarana Tambang Dimusnahkan
Polres Bungo memusnahkan sarana PETI di Sungai Batang Tebo, termasuk alat penyaring emas dan tangki minyak berkapasitas 1.000 liter.
Foto Ilustrasi penyembelihan hewan kurban / Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, SLEMAN—Puluhan juru sembelih hewan atau jagal di wilayah DIY dilatih oleh Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM) menjelang Hari Raya Iduladha 1445 Hijriah.
Ketua Pelatihan Juru Sembelih Halal Fakultas Peternakan (Fapet) UGM Cuk Tri Noviandi di mengatakan, standardisasi jagal masih menjadi pekerjaan rumah, termasuk para jagal hewan kurban sehingga diperlukan peningkatan kompetensi.
"Masih dijumpai kasus penyembelihan tidak sesuai dengan syarat-syarat yang ditentukan," katanya, Senin (27/5/2024).
Menurut dia, masih dijumpai kasus penyembelihan hewan kurban baik di masjid maupun tempat lain yang tidak sesuai dengan syarat-syarat yang ditentukan, baik dari sisi syariat atau hukum Islam, aspek higiene-sanitasi, maupun kesejahteraan hewan.
Karena itu, pelatihan tersebut digelar Fapet UGM bersama Juru Sembelih Halal (Juleha) Jogja, untuk menyiapkan para juru sembelih halal sesuai dengan 10 kompetensi yang ditetapkan oleh pemerintah berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Nomor: 147 tahun 2022.
BACA JUGA: Kasus Sifilis di Bantul Melonjak hingga 97 Pasien di 2023
Ia menambahkan, pelatihan berlangsung sebanyak empat batch, yakni 19 Mei, 26 Mei, 1 Juni, dan 9 Juni 2024.
Pada batch pertama diikuti sebanyak 40 peserta, sedangkan pada pelatihan kedua diikuti oleh 31 peserta.
Menurut dia, mereka berasal dari berbagai latar belakang mulai dari takmir masjid, jagal, pemilik rumah pemotongan ayam (RPA), dosen, hingga mahasiswa.
Dalam pelatihan ini para peserta mendapatkan ilmu terkait 10 kompetensi juru sembelih halal, mulai dari praktik persiapan alat dan latihan penyembelihan.
Saat memasuki sesi praktik penyembelihan, para peserta mendapatkan fasilitas pisau sembelih standar SKKNI, sarung pisau dari kulit, "sharpening steel" (honing), gloves anti sayat, hingga sertifikat pelatihan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Polres Bungo memusnahkan sarana PETI di Sungai Batang Tebo, termasuk alat penyaring emas dan tangki minyak berkapasitas 1.000 liter.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji meminta ASN meninggalkan kebiasaan lama dan memperkuat target pembangunan, termasuk kemiskinan dan pengangguran.
Dinkes Kota Jogja mencatat 41 kasus baru HIV hingga triwulan II 2026, turun dibandingkan 118 kasus pada 2024 dan 98 kasus pada 2025.
Pemkab Sleman dan Klaten menyepakati pembagian PBJT Candi Prambanan untuk mengoptimalkan PAD dan pengembangan kawasan wisata.
Lomba menyanyi Manunggal Fair Kulonprogo batal mendadak. Peserta kecewa karena sudah datang dan menyiapkan penampilan.
Biaya Haji 2027 berpotensi naik. Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf menyebut kenaikan harga avtur dan situasi geopolitik jadi pertimbangan.