Koperasi Mina Bahari 45 Bikin Nelayan Pantai Depok Makin Sejahtera
Koperasi Mina Bahari 45 mengubah Pantai Depok menjadi kawasan wisata kuliner laut yang menyejahterakan nelayan dan pelaku UMKM lokal.
Tes sifilis - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul mencatat jumlah penderita sifilis tahun 2023 melonjak lebih tinggi dibandingkan tahun 2022. Dinkes mengimbau agar masyakarat mewaspadai penularan penyakit tersebut.
Berdasarkan data Digital Government Service (DGS) Bantul pasien yang menderita sifilis tahun 2022 ada delapan orang, sementara tahun 2023 melonjak menjadi 97 orang. Kemudian dari Januari-Maret 2023 tercatat ada 57 orang.
Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Dinkes Bantul, Feranose Panjuantiningrum menyampaikan lonjakan kasus yang tercatat tersebut diduga karena ada beberapa kasus yang tidak dilaporkan tahun tersebut.
"Untuk sifilis tahun 2022 kemungkinan under reporting. Karena pencatatan dan pelaporan baru diintensifkan mulai 2023," katanya, Selasa (28/5/2024).
Dia menuturkan saat ini Dinkes Bantul telah mengintensifkan skrining terhadap populasi yang berisiko terkena sifilis. Skrining tersebut menurutnya telah dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan dan melakukan VCT mobile sifilis ke beberapa lokasi dengan populasi yang berisiko terkena sifilis.
BACA JUGA: Dugaan Pembunuhan Wanita asal Semarang di Parangtritis, Polisi Telah Periksa 4 Saksi
Kepala Dinkes Bantul, Agus T. W. mengimbau masyakat mewaspadai penularan penyakit tersebut.
Sifilis merupakan Infeksi Menular Seksual (IMS) yang disebabkan bakteri treponema pallidum. Gejala penyakit tersebut antara lain ada luka yang tidak nyeri, yang terdapat pada alat kelamin, rektum atau mulut. Kondisi tersebut dapat menyebar dari orang ke orang, melalui kontak kulit atau selaput lendir luka.
“Ini ditularkan ketika ada hubungan seksual yang tidak aman, dengan berganti-ganti pasangan atau dengan PSK yang berpotensi terjadinya sifilis,” katanya.
Dia menuturkan Dinkes Bantul telah memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai penularan sifilis. Dia berharap melalui edukasi tersebut, penularan penyakit sifilis dapat ditekan.
"Kami banyak memberikan edukasi masyarakat, mulai dari remaja, dan pasangan yang mau menikah terkait dengan kesehatan reproduksi," katanya.
Selain itu dia menuturkan edukasi juga diberikan melalui bimbingan pra nikah yang ada di puskesmas. Selain itu, Dinkes Bantul juga telah memberikan sosialisasi dan edukasi kepada orang dengan risiko penyakit menular seksual.
Dia menuturkan apabila penderita penyakit tersebut dapat didiagnosis dengan cepat, maka penyakit tersebut dapat disembuhkan dengan pemberian antibiotik. Namun, apabila tidak diobati maka penyakit tersebut dapat menyerang jantung, atau organ tubuh lainnya.
Dia menuturkan saat ini pasien penderita sifilis dapat mengakses pelayanan pada puskesmas di Bantul. Sehingga, menurutnya pasien dapat lebih mudah mengakses pelayanan kesehatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Koperasi Mina Bahari 45 mengubah Pantai Depok menjadi kawasan wisata kuliner laut yang menyejahterakan nelayan dan pelaku UMKM lokal.
Kredivo menghentikan sementara penagihan dan menonaktifkan debt collector usai dugaan pelanggaran penagihan di Purworejo.
Film dokumenter Jalan Pulih terkurasi di Djourno Fest 2026. Karya ini mengangkat perjuangan perempuan dengan disabilitas psikososial dan makna pemulihan.
Dewan Pendidikan DIY menyoroti dugaan ketidaksetaraan fasilitas belajar siswa non muslim di SMA Negeri dan meminta seluruh sekolah memenuhi hak belajar setara.
Destry Damayanti ditunjuk sebagai Gubernur sementara BI. LHKPN mencatat total harta kekayaannya mencapai lebih dari Rp100,236 miliar.
Bareskrim Polri menangkap AKP Pardiman dan lima anggota Polres Tangsel terkait dugaan narkoba. Polri menegaskan tidak ada impunitas.