KDMP Gunungkidul Dibangun di 30 Titik, Ini Persoalan di Lapangan
Pembangunan gerai dan gudang KDMP di Gunungkidul mencapai 30 titik. Namun, muncul persoalan biaya listrik, air, dan persaingan usaha warga.
Alat berat meratakan tanah di proyek perluasan dan pembangunan hanggar ITF Niten, Senin (16/6/2025). Setelah ditolak warga, pembangunan hanggar dilanjutkan setelah Pemkab menjamin tak ada penambahan kapasitas pengolahan sampah.- Harian Jogja/Yosef Leon
Harianjogja.com, BANTUL—Sempat ditolak warga pada akhir April lalu, pembangunan hangar pengolahan sampah di kawasan Intermediate Treatment Facility (ITF) Niten kembali dilanjutkan. Proyek itu kini sudah disetujui warga dan disebut tidak akan menambah kapasitas pengolahan sampah di fasilitas tersebut.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul, Bambang Purwadi Nugroho menyampaikan bahwa pembangunan hanggar ini bertujuan menata ulang tata kelola pengolahan sampah di ITF Niten agar lebih tertib dan manusiawi bagi para pekerja. "Kami melanjutkan untuk pembangunan hanggar saja. Mudah-mudahan bisa segera selesai dan bisa bermanfaat untuk memperbaiki tata kelola pengolahan sampah di ITF Niten," ujarnya, Senin (16/6/2025).
Menurut Bambang, pekerjaan fisik telah dimulai dua pekan lalu. Dia menambahkan bahwa pembangunan hanggar tersebut bukan bentuk perluasan fungsi ITF, melainkan hanya fasilitas penunjang.
BACA JUGA: Wisatawan Malioboro Membutuhkan Fasilitas Penunjang bagi Pejalan Kaki
"Membangun itu kan sudah disepakati, itu bukan penambahan tapi melengkapi. Hanggar itu agar pengolahan sampah tertata, agar ada tempat pekerja untuk berteduh saat mengolah sampah," kata dia.
Lebih lanjut, Bambang memastikan keberadaan hanggar tak akan menambah volume pengolahan sampah yang selama ini berlangsung di ITF Niten. Kapasitas tetap berkisar 7-8 ton per hari, tapi penataannya sedang diatur ulang agar lebih efisien. "Jadi kami pastikan itu tidak menambah volume pengolahan sampah, hanya melengkapi ITF Niten," katanya.
Saat ini progres pembangunan masih sekitar 10%. DLH mengalokasikan anggaran sebesar Rp3 miliar yang bersumber dari APBD untuk proyek ini, dengan masa pelaksanaan 180 hari kerja yang ditargetkan selesai hingga 15 September 2025.
Sementara berdasarkan pantauan langsung Harian Jogja di lapangan, tampak alat berat sudah mulai meratakan tanah proyek yang berada di sisi selatan Pasar Niten itu. Sekarang pengerjaan masih pada pemasangan kolom hanggar.
Proyek ini diharapkan rampung sesuai jadwal dan dapat meredam kekhawatiran warga sekitar soal dampak yang ditimbulkan dari aktivitas pengolahan sampah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pembangunan gerai dan gudang KDMP di Gunungkidul mencapai 30 titik. Namun, muncul persoalan biaya listrik, air, dan persaingan usaha warga.
Cek rute dan tarif Trans Jogja 2026, mulai Rp500 untuk pelajar hingga Rp3.500 untuk pembayaran tunai.
Gempa M2,2 mengguncang Banjarnegara, Rabu pagi. BMKG menyebut gempa dangkal akibat sesar aktif dan tak berpotensi tsunami.
Menaker Yassierli mendorong manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan dilanjutkan dengan pemberdayaan agar menjadi modal usaha pekerja.
Vietnam vs Malaysia bertemu di semifinal leg kedua Piala AFF 2026 malam ini pukul 20.00 WIB. Simak jadwal dan link live streaming.
Profil Letkol Pnb Oliv Rizando, penerbang TNI AU yang memimpin aksi udara Rafale dalam peringatan HUT RI ke-81 pada 17 Agustus 2026.