JJLS Kelok 23 Bantul Ditargetkan Dibuka Penuh Agustus 2027
JJLS Kelok 23 Kretek-Girijati ditargetkan dibuka penuh Agustus 2027 setelah evaluasi uji coba dan penambahan fasilitas keselamatan.
Alat berat meratakan tanah di proyek perluasan dan pembangunan hanggar ITF Niten, Senin (16/6/2025). Setelah ditolak warga, pembangunan hanggar dilanjutkan setelah Pemkab menjamin tak ada penambahan kapasitas pengolahan sampah.- Harian Jogja/Yosef Leon
Harianjogja.com, BANTUL—Sempat ditolak warga pada akhir April lalu, pembangunan hangar pengolahan sampah di kawasan Intermediate Treatment Facility (ITF) Niten kembali dilanjutkan. Proyek itu kini sudah disetujui warga dan disebut tidak akan menambah kapasitas pengolahan sampah di fasilitas tersebut.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul, Bambang Purwadi Nugroho menyampaikan bahwa pembangunan hanggar ini bertujuan menata ulang tata kelola pengolahan sampah di ITF Niten agar lebih tertib dan manusiawi bagi para pekerja. "Kami melanjutkan untuk pembangunan hanggar saja. Mudah-mudahan bisa segera selesai dan bisa bermanfaat untuk memperbaiki tata kelola pengolahan sampah di ITF Niten," ujarnya, Senin (16/6/2025).
Menurut Bambang, pekerjaan fisik telah dimulai dua pekan lalu. Dia menambahkan bahwa pembangunan hanggar tersebut bukan bentuk perluasan fungsi ITF, melainkan hanya fasilitas penunjang.
BACA JUGA: Wisatawan Malioboro Membutuhkan Fasilitas Penunjang bagi Pejalan Kaki
"Membangun itu kan sudah disepakati, itu bukan penambahan tapi melengkapi. Hanggar itu agar pengolahan sampah tertata, agar ada tempat pekerja untuk berteduh saat mengolah sampah," kata dia.
Lebih lanjut, Bambang memastikan keberadaan hanggar tak akan menambah volume pengolahan sampah yang selama ini berlangsung di ITF Niten. Kapasitas tetap berkisar 7-8 ton per hari, tapi penataannya sedang diatur ulang agar lebih efisien. "Jadi kami pastikan itu tidak menambah volume pengolahan sampah, hanya melengkapi ITF Niten," katanya.
Saat ini progres pembangunan masih sekitar 10%. DLH mengalokasikan anggaran sebesar Rp3 miliar yang bersumber dari APBD untuk proyek ini, dengan masa pelaksanaan 180 hari kerja yang ditargetkan selesai hingga 15 September 2025.
Sementara berdasarkan pantauan langsung Harian Jogja di lapangan, tampak alat berat sudah mulai meratakan tanah proyek yang berada di sisi selatan Pasar Niten itu. Sekarang pengerjaan masih pada pemasangan kolom hanggar.
Proyek ini diharapkan rampung sesuai jadwal dan dapat meredam kekhawatiran warga sekitar soal dampak yang ditimbulkan dari aktivitas pengolahan sampah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
JJLS Kelok 23 Kretek-Girijati ditargetkan dibuka penuh Agustus 2027 setelah evaluasi uji coba dan penambahan fasilitas keselamatan.
Hotspot karhutla Indonesia naik menjadi 1.271 titik. Kalteng mencatat 355 titik dan Kalbar 246 titik hingga 2 Oktober 2026.
Profil Irjen Langgeng Purnomo, Kapolda DIY baru yang merupakan lulusan Akpol 1995 dan pernah menjabat Kapolres hingga pejabat SSDM Polri.
IRS Piala Bupati Bantul 2026 diikuti 727 peserta dari 66 klub. Sekitar 400 peserta merupakan anak-anak pemula.
Operasi Freeport Indonesia di Grasberg berangsur pulih. Kapasitas produksi PTFI ditargetkan mencapai 80% pada pertengahan 2027.
G7 sepakat melepas 100 juta barel cadangan energi. Trump kemudian membatalkan rencana larangan ekspor solar AS.