Disertasi FH UII Ungkap Timpangnya Relasi Rakyat dan DPR
Disertasi Abdul Kadir Bubu di FH UII menyoroti ketimpangan relasi rakyat dan DPR serta menawarkan rekonstruksi kedaulatan rakyat.
KA Prameks Jogja Kutoarjo di Stasiun Tugu Jogja,/ Harian Jogja - Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, JOGJA—Layanan Kereta Api Prambanan Ekspres (KA Prameks) kembali menjadi tulang punggung mobilitas warga di lintasan Yogyakarta–Kutoarjo pada Selasa (3/2/2026). Kereta rel listrik ini beroperasi penuh sejak pagi hingga malam hari dan menawarkan perjalanan yang cepat, terjadwal, serta relatif terjangkau bagi masyarakat.
KA Prameks melayani perjalanan langsung tanpa transit dari Stasiun Tugu Yogyakarta menuju Stasiun Kutoarjo, begitu pula sebaliknya. Pola perjalanan nontransit tersebut dinilai mampu memangkas waktu tempuh dan memberikan efisiensi perjalanan, terutama sebagai alternatif transportasi darat di jalur selatan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah.
Tingginya minat masyarakat terhadap layanan KA Prameks Jogja–Kutoarjo tercermin dari padatnya jumlah penumpang pada jam-jam keberangkatan tertentu. Kondisi ini membuat calon pengguna jasa kereta api disarankan datang lebih awal ke stasiun guna memastikan ketersediaan tiket sekaligus menjaga kenyamanan selama perjalanan.
Sebagai referensi perjalanan, berikut jadwal lengkap keberangkatan KA Prameks Jogja–Kutoarjo pada Selasa 3 Februari 2026:
Keberangkatan dari Stasiun Tugu Yogyakarta:
Pukul 06.40 WIB
Pukul 11.50 WIB
Pukul 15.15 WIB
Pukul 16.20 WIB
Pukul 18.05 WIB
Keberangkatan dari Stasiun Kutoarjo:
Pukul 05.10 WIB
Pukul 09.05 WIB
Pukul 13.19 WIB
Pukul 16.50 WIB
Pukul 18.45 WIB
Selain dikenal memiliki tarif yang relatif terjangkau, KA Prameks juga mempertahankan reputasi ketepatan waktu dan kenyamanan perjalanan yang konsisten. Karakteristik tersebut menjadikan layanan kereta api ini tetap diminati untuk menunjang aktivitas kerja, pendidikan, serta perjalanan antarwilayah di sepanjang koridor Yogyakarta–Kutoarjo, seiring meningkatnya kebutuhan mobilitas harian masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Disertasi Abdul Kadir Bubu di FH UII menyoroti ketimpangan relasi rakyat dan DPR serta menawarkan rekonstruksi kedaulatan rakyat.
Kelok 23 JJLS Gunungkidul-Bantul hampir rampung dan bakal dilengkapi tiga gardu pandang untuk menikmati panorama Laut Selatan.
DPRD Jogja meminta kantong parkir disiapkan sebelum Malioboro full pedestrian untuk mencegah parkir liar, macet, dan pungutan tak sesuai aturan.
Kejagung menyita aset bos PT QSS Sudianto alias Aseng senilai Rp338,35 miliar terkait dugaan korupsi pertambangan bauksit.
Delapan ASN Gunungkidul dijatuhi sanksi hingga akhir Agustus 2026. Komisi A DPRD mendukung hukuman tegas sesuai tingkat pelanggaran.
Komnas HAM membentuk tim proyustisia untuk menyelidiki dugaan pelanggaran HAM berat dalam Peristiwa Kuda Tuli 27 Juli 1996.