Puluhan Obat Bahan Alam Tercemar BKO BPOM Ungkap Risiko Serius
BPOM temukan 22 obat herbal mengandung bahan kimia obat berbahaya, mayoritas produk stamina pria ilegal dan berisiko kesehatan serius.
Korban kejahatan/kecelakaan - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Spot Jalan Parangtritis, terutama di area Kalurahan Patalan, Kapanewon Jetis menjadi salah satu titik rawan kecelakaan lalu lintas di Bantul. Sepanjang Januari-Mei 2024, Polres Bantul mencatat ada tiga kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan tiga orang meninggal dunia di spot tersebut.
Kasus pertama terjadi pada Jumat (5/1/2024) pagi. Kecelakaan tersebut melibatkan dua unit motor dan terjadi di Jalan Parangtritis Km.13, Gaduh, Patalan, Jetis, Bantul. Akibatnya, tiga orang luka dan satu di antaranya terpental masuk ke sungai setelah sebelumnya saling bertabrakan.
Kasus kedua, terjadi di Jalan Parangtritis, Dusun Samalo, Patalan, Jetis, Bantul tepatnya depan toko roti Farisca, Rabu (31/1/2024) sore. Kecelakaan yang melibatkan sepeda motor dengan mobil tersebut mengakibatkan satu pengendara sepeda motor meninggal dunia.
Kasus ketiga, di Jalan Parangtritis Km. 16, Tanjung Karang, Patalan, Jetis, Kabupaten Bantul, Minggu (26/5/2024). Kecelakaan tunggal, sepeda motor menabrak seekor mentok atau itik. Akibat kecelakaan tersebut ibu dan anak meninggal dunia di tempat.
Kasi Humas Polres Bantul, AKP I Nengah Jeffry Prana Widnyana mengakui jika Jalan Parangtritis adalah daerah rawan kecelakaan. Adapun faktor penyebab kecelakaan di daerah tersebut, rata-rata adalah kecepatan.
Oleh karena itu, Polres Bantul, kata dia, tidak henti-hentinya telah memberikan imbauan kepada pengguna jalan dan sekolah-sekolah untuk bijak dalam berlalu lintas. "Kami selalu sosialisasi ke pengguna jalan dan sekolah-sekolah terkait dengan hal itu. Karena salah satu faktor terjadinya kecelakaan adalah kecepatan. Kami minta agar pengguna jalan untuk mengatur kecepatan dan fokus konsentrasi saat berkendara," jelasnya.
Kabid Lalulintas Dinas Perhubungan Bantul, Sri Harsono, mengakui jika Jalan Parangtritis merupakan salah satu titik rawan kecelakaan. Selain Jalan Parangtritis, ada jalan Bantul-Samas dan jalan Palbapang-Srandakan yang tidak kalah rawan terjadi kecelakaan. "Khusus untuk Jalan Parangtritis, utamanya perempatan Bakulan ke selatan itu memang masuk jalan Nasional dan kewenangan untuk pemasangan sarana dan prasarana untuk mencegah terjadi kecelakaan ada di BPTD Kelas III DIY," terang Sri Harsono.
BACA JUGA: Ini Kesaksian Warga di Sekitar Lokasi Tabrak Entok yang Tewaskan Anak dan Ibu di Bantul
Meski demikian, Sri mengakui banyaknya kecelakaan di jalan Parangtritis ini disebabkan karakter jalan yang lebar dan mulus. Alhasil, kata dia, banyak pengendara yang memilih memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi. "Jam rawan biasanya sore," kata Sri.
Sejauh ini, kata Sri, pihaknya sejatinya telah berupaya menekan potensi kecelakaan di wilayah Kalurahan Patalan. Salah satunya adalah dengan memasang water barrier di tikungan Patalan. "Dan, sejauh ini memang cukup menekan angka kecelakaan," ucap Sri.
Terpisah, staf BPTD Kelas III DIY Karsi mengakui jika Jalan Parangtritis, utamanya di Kalurahan Patalan adalah jalan Nasional. Akan tetapi, sampai saat ini pihaknya belum bisa menetapkan kawasan tersebut adalah rawan kecelakaan. "Tetapi, kalau di Patalan sampe simpang menuju Pundong kita pasang Warning Light (WL), rambu peringatan, dan rambu cevron," ucap Karsi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPOM temukan 22 obat herbal mengandung bahan kimia obat berbahaya, mayoritas produk stamina pria ilegal dan berisiko kesehatan serius.
UPNV Jogja menonaktifkan lima dosen terkait dugaan kekerasan seksual. Seluruh aktivitas Tridharma dihentikan selama proses investigasi.
BP BUMN dan Kemnaker memperkuat sinergi transformasi BUMN dengan memastikan perlindungan pegawai dan hubungan industrial tetap sehat.
Dinsos Kulonprogo mencoret 40 penerima KKS setelah validasi, termasuk ASN, warga mampu, hingga data tidak valid.
Aktivitas Gunung Sinabung meningkat ditandai tremor dan gempa vulkanik. PVMBG minta warga waspada potensi erupsi.
Ekonom UGM kritik rencana penutupan prodi tak relevan industri. Pendidikan tinggi dinilai harus tetap fokus pada ilmu dan masa depan.