Festival Kethoprak, Disbud Fokus Pembinaan dan Regenerasi Seniman Muda
Workshop Bekali Kontingen Festival Kethoprak DIY 2026, Disbud Fokus pada Pembinaan dan Regenerasi Seniman Muda
Bedah buku berjudul Konsep Ekonomi Hijau dalam Perspektif Keistimewaan DIY di Joglo Nangsri, Srihardono, Pundong, Bantul, Selasa (28/5/2024). Stefani Yulindriani/Harian jogja
BANTUL—Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku berjudul Konsep Ekonomi Hijau dalam Perspektif Keistimewaan DIY di Joglo Nangsri, Srihardono, Pundong, Bantul, Selasa (28/5/2024).
Anggota DPRD DIY, Aslam Ridho, mengatakan melalui bedah buku tersebut, pihaknya berupaya menyosialisasikan konsep ekonomi hijau yang dapat digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dia berharap sumber daya alam yang ada di DIY dijaga keberlanjutannya sehingga dapat dinikmati dari generasi ke generasi.
Hal itu menurutnya selaras dengan konsep hamemayu hayuning bawana. Menurutnya, ekonomi hijau bukan sekadar konsep, melainkan panggilan untuk menjaga harmoni antara pertumbuhan ekonomi dan keberlangsungan lingkungan. DIY dengan kekayaan budaya dan alam memiliki peran khusus dalam mewujudkan visi ekonomi yang berkelanjutan.
“Buku ini bukan hanya mencermati teori dan konsep yang bersinggungan dengan ekonomi hijau, namun juga menyajikan pengetahuan yang relevan dengan konteks DIY,” kata Aslam yang juga menjadi penulis buku tersebut.
Melalui bedah buku, DPRD DIY juga berupaya meningkatkan minat baca masyarakat DIY. Buku Konsep Ekonomi Hijau dalam Perspektif Keistimewaan DIY hadir sebagai upaya untuk menggali, mengurai, dan menyajikan konsep ekonomi hijau dalam perspektif keistimewaan DIY. “Buku tersebut memadukan pemahaman mendalam mengenai filosofi lokal dengan isu ekonomi global yang mendesak untuk dipecahkan,” katanya.
Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Sistem Kearsipan DPAD DIY, Wardoyo, berharap melalui bedah buku tersebut, masyarakat dapat memahami gagasan ekonomi hijau untuk dapat meningkatkan kesejahteraan sosial dan lingkungan. Wardoyo mengatakan saat ini masyarakat banyak terbuai dengan arus digitalisasi. Akibatnya, minat baca masyarakat berkurang. “Dengan ini, kami mendorong masyarakat di setiap keluarga meningkatkan budaya gemar membaca. Karena ilmu pengetahuan yang dibaca melalui buku akan memberikan dampak positif kepada pembaca,” katanya.
Buku Konsep Ekonomi Hijau dalam Perspektif Keistimewaan DIY karya Aslam Ridho dan Dwinanta Nugroho berisi enam bab yang membahas persepsi dasar konsep ekonomi hijau dalam perspektif keistimewaan DIY, pemahaman filosofi hamemayu hayuning bawana, dan valuasi jasa lingkungan di DIY. Buku tersebut juga membahas konsep ekonomi hijau di DIY yang ditinjau dari berbagai teori, serta studi komparatif ekonomi hijau. Buku tersebut juga dilengkapi dengan aktualisasi konsep ekonomi hijau dalam produk hukum dan kebijakan. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Workshop Bekali Kontingen Festival Kethoprak DIY 2026, Disbud Fokus pada Pembinaan dan Regenerasi Seniman Muda
Presiden Prabowo Subianto menyebut Indonesia berpeluang menjadi ekonomi terbesar keempat dunia dalam 25 tahun mendatang.
Pemda DIY mengantisipasi dampak El Nino dengan memastikan stok pangan, pengelolaan air, dan mitigasi kekeringan di wilayah rawan.
Penyempurnaan Suzuki Xl7 Resmi Meluncur, Makin Tegas Dengan Fitur Bermakna
Changan Indonesia meluncurkan Nevo Q05 di GIIAS 2026 dengan harga mulai Rp309 juta dan telah dirakit secara lokal di Purwakarta.
GIIAS 2026 menghadirkan deretan mobil baru dari Mazda, Toyota, Lexus, Suzuki, hingga Hino dengan teknologi hybrid dan EV.