WJNC 2026 Diperpanjang hingga Titik Nol, Target 60.000 Pengunjung
WJNC 2026 diperpanjang dari Tugu hingga Titik Nol Kilometer. Pemkot Jogja menargetkan 60.000 pengunjung dan siapkan rekayasa lalu lintas.
Ilustrasi./JIBI-Solopos
Harianjogja.com, BANTUL—Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) memasukkan Bahasa Inggris sebagai pelajaran wajib bagi murid SD. Terkait dengan hal ini, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bantul mendukung kebijakan tersebut.
Kepala Disdikpora Bantul, Nugroho Eko Setyanto mengaku mendukung kebijakan Kemendikbudristek mengenai pemberlakuan bahasa Inggris menjadi pelajaran wajib bagi siswa SD.
Menurutnya, bahasa Inggris saat ini telah menjadi bahasa pergaulan di kancah internasional, sehingga siswa sedari dini perlu dibekali kemampuan tersebut. “Bahasa Inggris merupakan bahasa tingkat internasional. Di dunia global saat ini kemampuan bahasa Inggris diperlukan,” katanya, Rabu (29/5/2024).
Selain itu, menurut Nugroho, pelajaran bahasa Inggris yang diberikan sejak SD akan menjadi bekal bagi siswa untuk mengikuti pelajaran tersebut di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Dengan begitu, menurut Nugroho siswa tidak akan kesulitan untuk mengikuti pelajaran bahasa Inggris untuk mempersiapkan Asesmen Standarisasi Pendidikan Daerah (ASPD) di tingkat SMP.
Dia menyampaikan saat ini SD negeri di Bantul belum menyelenggarakan pelajaran bahasa Inggris. Meski begitu, menurut dia ada beberapa SD swasta yang menyelenggarakan bahasa Inggris sebagai mata pelajaran pilihan.
Dia pun menunggu arahan lebih lanjut dari Pemerintah Pusat mengenai kebijakan pemberlakuan bahasa Inggris sebagai pelajaran wajib di tingkat SD.
BACA JUGA: Ditantang Debat Bahasa Inggris, Ini Respons Kubu Ganjar
Setelah itu, menurut Nugroho lantaran saat ini belum ada guru bahasa Inggris di tingkat SD, maka pihaknya akan memetakan kebutuhan guru bahasa Inggris di tingkat SD. “Kami akan petakan kebutuhan guru bahasa Inggris, kalau sudah ada kebijakan dari sana. Saat ini belum ada teknisnya,” katanya.
Sebelumnya, Kemendikbudristek melalui Peraturan Menteri Dikbudristek No.12/2024 mengatur bahasa Inggris pada tingkat SD/madrasah ibtidaiyah menjadi mata pelajaran pilihan yang dapat diselenggarakan berdasarkan kesiapan satuan pendidikan sampai dengan tahun ajaran 2026/2027. Sementara mata pelajaran tersebut beralih menjadi mata pelajaran wajib pada tahun ajaran 2027/2028.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WJNC 2026 diperpanjang dari Tugu hingga Titik Nol Kilometer. Pemkot Jogja menargetkan 60.000 pengunjung dan siapkan rekayasa lalu lintas.
Ajang lari lintas alam Biosferun 2026 kembali digelar pada 18 Oktober 2026. Memasuki penyelenggaraan kelima, event trail run ini menawarkan pengalaman berbeda.
Sugiono resmi dilantik menjadi Menko PMK dalam reshuffle Kabinet Merah Putih. Simak sejumlah capaian Sugiono selama menjabat Menlu.
Per 1 Oktober 2026, belum ada gerai KDMP di Kulonprogo yang beroperasi. Verifikasi dan validasi bangunan masih berlangsung.
Bahlil Lahadalia mengatakan Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi dibentuk untuk mempercepat eksekusi target hilirisasi dan transisi energi.
PT Virgo Karya Shipping memberikan pendampingan hukum kepada nakhoda Kapal Virgo Transport 8 yang telah ditetapkan sebagai tersangka.