Sapi Madura dan Bali Diburu untuk Kurban, Harga Rp25 Juta Paling Dicar
Permintaan sapi kurban Rp23 juta-Rp25 juta meningkat jelang Iduladha 2026. Peternak Jogja datangkan sapi dari Madura dan Bali.
Ilustrasi tawuran./Antara
Harianjogja.com, BANTUL–Hingga kini Polres Bantul masih memburu dua terduga pelaku penyerangan di SMP Negeri 1 Kasihan. Sejauh ini Polres Bantul baru menangkap seorang pelaku yang masih berstatus masih anak-anak.
Kasi Humas Polres Bantul, AKP I Nengah Jeffry Prana Widnyana menyampaikan pihaknya masih berupaya menangkap pelaku lain yang diduga terlibat dalam kasus tersebut. "Dua orang terduga pelaku lain berinisial L dan G masih dalam pencarian," katanya, Minggu (2/6/2024).
Dia mengaku Polres Bantul mengalami kendala dalam mencari dua terduga pelaku ABH lain, lantaran mereka merupakan siswa yang putus sekolah. Selain itu, keduanya juga tidak pulang ke rumah setelah kejadian tersebut. “Kami berharap kepada orang tua yang anaknya terlibat dapat menyerahkan dan membujuk anaknya untuk dilakukan pemeriksaan,” ujarnya.
Dia menyampaikan atas kasus tersebut sebut saat ini baru ada satu orang Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) yang ditetapkan sebagai tersangka. ABH tersebut berinisal AAA, 15, warga Sleman yang telah putus sekolah. Dia diamankan oleh warga di Tempat Kejadian Perkara (TKP). "Dia mengakui telah ikut melakukan tindakan kekerasan terhadap korban dengan cara menyabet gesper ke bagian tubuh korban," katanya.
Dia menuturkan saat ini Polres Bantul telah memeriksa sembilan orang saksi lain terkait kejadian tersebut. Dua saksi diantaranya yaitu Wahyu Dito Ananda Putra, 21, yang merupakan satpam SMP Negeri 1 Kasihan yang menjadi korban atas kejadian tersebut, dan Fithria F. Agustin, 43, yang merupakan guru SMP Negeri 1 Kasihan.
Sementara sisanya merupakan saksi dari salah satu sekolah swasta di Kota Jogja yang diduga terlibat dalam aksi penyerangan tersebut.
Pihaknya mengaku telah melakukan pendekatan ke sekolah dan keluarga untuk mendalami kasus tersebut. “Kami juga sudah berkoordinasi dengan Polresta Jogja dan juga sekolah, maupun para orangtua yang anaknya terlibat melakukan penyerangan,” katanya.
Dia menuturkan diperlukan kerjasama antara Polres Bantul, pihak sekolah dan keluarga untuk menyelesaikan kasus tersebut. Dia menuturkan dalam waktu dekat, Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Kasihan dan guru bimbingan penyuluhan (BP) pun akan dipanggil untuk dimintai keterangan.
Berdasarkan keterangan satu pelaku telah ditangkap, sebagian besar ABH yang terlibat dalam penyerangan tersebut sudah tidak bersekolah. Namun, mereka mengenakan seragam sekolah saat melakukan aksinya.
Dia menuturkan saat ini satpam yang menjadi korban atas kejadian tersebut pun telah membuat laporan ke Polres Bantul. Dia menuturkan kasus tersebut tengah ditangani Polsek Kasihan dan Satreskrim Polres Bantul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Permintaan sapi kurban Rp23 juta-Rp25 juta meningkat jelang Iduladha 2026. Peternak Jogja datangkan sapi dari Madura dan Bali.
Jadwal KA Bandara YIA Xpress hari ini tersedia dari pagi hingga malam, rute langsung Tugu ke YIA tanpa transit.
Polda NTB meningkatkan kasus dugaan eksploitasi seksual WNA asal Selandia Baru ke tahap penyidikan usai laporan tiga korban lokal.
Rupiah ditutup melemah ke Rp17.655 per dolar AS. BI siapkan intervensi agresif di pasar valas dan obligasi.
DPR mendesak Kemenlu bergerak cepat menyelamatkan WNI yang ditangkap Israel saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla ke Gaza.
Menkomdigi Meutya Hafid mengecam Israel usai menahan jurnalis Indonesia dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla menuju Gaza.