Topan Dolphin Hantam China, Sejuta Warga Dievakuasi
Topan Dolphin menerjang pantai timur China dengan angin 151 km/jam. Lebih dari satu juta warga dievakuasi, ribuan penerbangan dibatalkan, dan ancaman banjir ser
Para pengantin menuntun kambing saat hendak melangsungkan ijab nikah di peternakan kambing Asia Goar Farm di Sabdodadi, Bantul, Selasa (4/6/2024) sore/ Harian Jogja-Jumali
Harianjogja.com, BANTUL—Sebanyak empat pasang pengantin menikah di peternakan kambing, Asia Goat Farm yang ada di Keongan-Jogroho Dukuh Sabdodadi, Bantul, Selasa (4/6/2024) sore.
Pernikahan tersebut digelar dalam rangka bulan Pancasila, Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan Iduladha 2024.
Pantauan Harianjogja.com, sebelum melangsungkan akad nikah, keempat pasang pengantin itu berjalan menuju lokasi akad dengan menuntun kambing.
Seusai menuntun kambing ke lokasi akad nikah, keempat pasangan tersebut kemudian duduk dan secara bergantian menjalani ijab kobul pernikahan dengan disaksikan oleh Bupati Bantul Abdul Halim Muslih.
Ketua penyelenggara yang juga ketua Fortais Indonesia dan Nikah Bareng Nasional, Ryan Budi Nurhayanto, mengatakan keempat pasangan yang menikah kali ini adalah Mei Nurkhayani, 50, warga Kasihan dan Budi Santosa, 50, warga Srandakan, Bantul.
Lalu ada Mufidatun, 48, warga Kapanewon Bantul dan Paryanto, 51, warga Sewon, Bantul. Pasangan berikutnya ada Francisca Muryuwati, 39, warga Jetis, Kota Jogja dan Nanu Arianto, 40, warga Kraton, Kota Jogja. "Terakhir, ada Martini, 52, warga Tugu, Kota Semarang dengan Pahrul Siagian, 37, warga Sewon, Bantul," kata Ryan.
Menurut Ryan, berbeda dengan pernikahan pada umumnya, pernikahan kali ini sengaja digelar di peternakan kambing. Adapun tujuannya, adalah agar para pengantin mempunyai semangat syiar untuk mengajak berkurban sekaligus mencintai lingkungan. "Di samping itu ke depan bisa berwirausaha," lanjut Ryan.
BACA JUGA: NIKAH MASSAL : Nikah Gratis, Bonus Hadiah Uang Tunai
Ryan juga mengaku sengaja menghadirkan masakan kepala kambing sebagai mas kawin pada pernikahan ini. Tujuannya, agar kuliner kepala kambing yang merupakan kuliner khas Bantul bisa lebih dikenal. "Tidak hanya klathak, Bantul punya potensi tidak kalah untuk kuliner kepala kambing. Untuk itu kami kenalkan disini," jelas Ryan.
Sementara salah satu pengantin, Budi Santosa, 50, mengaku sengaja mengikuti pernikahan yang digelar di peternakan kambing tersebut. Warga Srandakan itu mendaftar mengikuti kegiatan sejak dua pekan lalu.
"Karena konsepnya yang unik. Akhirnya saya ikut acara ini. Kebetulan memang saya sudah ada rencana nikah, setelah dengan pasangan saya berpacaran selama 2 tahun," ucap Budi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Topan Dolphin menerjang pantai timur China dengan angin 151 km/jam. Lebih dari satu juta warga dievakuasi, ribuan penerbangan dibatalkan, dan ancaman banjir ser
Koops TNI Habema mengevakuasi warga dari Distrik Ugimba, Intan Jaya, Papua Tengah, menggunakan dua helikopter Bell di tengah konflik.
Harga telur anjlok di bawah Rp20.000/kg, peternak Jogja rugi hingga Rp6.000/kg dan membagikan lebih dari 1.000 ayam gratis.
Kemnaker mencatat 43.805 pekerja terkena PHK sepanjang Januari-Juli 2026. Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah PHK tertinggi
DLH Kota Jogja memeriksa air sumur warga sekitar pabrik kulit PT Sinar Obor. Hasil pemeriksaan diperkirakan keluar dalam tujuh hari.
Kanwil Ditjen Imigrasi DIY membuka layanan Pasporia di Alun-Alun Wates. Layanan paspor di ruang publik ini akan diperluas ke Bantul dan Kulon Progo.