Sesarengan Mbangun Sleman, Pentingnya Budaya Tertib dan Kelola Arsip

Media Digital
Media Digital Kamis, 06 Juni 2024 06:27 WIB
Sesarengan Mbangun Sleman, Pentingnya Budaya Tertib dan Kelola Arsip

Bupati Sleman, Kustini. Istimewa

SLEMAN—Perjalanan sejarah bangsa yang dilalui oleh seluruh komponen masyarakat melalui lembaga negara maupun perseorangan dapat menjadi sumber informasi yang sah dan tepercaya apabila terekam dalam dokumen arsip.

Kearsipan menjadi sangat penting di berbagai aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Untuk mempertegas pentingnya kearsipan, setiap tahunnya diperingati Hari Kearsipan Nasional yang jatuh pada tanggal 18 Mei dan menjadi momentum dunia kearsipan nasional.

"Semangat pengelolaan kearsipan nasional ini juga diimplementasikan oleh Pemkab Sleman melalui tiga program prioritas kearsipan yaitu Tertib Arsip yang diwujudkan dalam kegiatan Gerakan Cinta Arsip Keluarga [GentaSiaga], serta optimalisasi Gerakan Nasional Sadar Tertib Arsip [GNSTA]," kata Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, Rabu (5/6/2024).

Kemudian, menurut Kustini, Transformasi Digital Kearsipan dengan menerapkan aplikasi persuratan digital Sistem Informasi Manajemen Arsip Dinamis (Simarda) dan implementasi aplikasi Srikandi pada 2022, dan yang terakhir Memori Kolektif Bangsa (MKB) dengan terus menggali dan menelusuri arsip-arsip statis yang tercipta di Kabupaten Sleman.

Pemkab, menurut Kustini, terus memberikan sosialisasi dan literasi untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan arsip. Pemkab juga menggalakkan GNSTA dan mulai melakukan gerakan tertib arsip dan sejarah desa sehingga diharapkan arsip sebagai identitas dan jati diri bangsa dapat terselamatkan dan dilestarikan keberadaannya.

Keseriusan pengelolaan kearsipan di lingkungan Pemkab Sleman mendapat apresiasi langsung dari Pemerintah Pusat. Apresiasi ini diberikan dalam bentuk Penghargaan Pengawasan Kearsipan Tingkat Nasional pada peringatan Hari Kearsipan ke-53 Tahun 2024 beberapa waktu lalu di Samarinda, Kalimantan Timur. "Tentunya saya berharap apresiasi yang diberikan Pemerintah Pusat ini menjadi motivasi dalam menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan kearsipan di lingkungan Pemkab Sleman," katanya.

"Meski penghargaan diberikan untuk pengawasan internal Pemkab Sleman, kesadaran tertib arsip dan pengelolaan dokumen arsip ini perlu dilakukan juga oleh perseorangan. Artinya, masyarakat juga harus memiliki kesadaran tentang arti pentingnya arsip dalam kehidupan sehari-hari," kata Kustini.

Berbagai permasalahan kearsipan di masyarakat masih sering ditemui seperti, hilang atau rusaknya dokumen pribadi (akta kelahiran, ijazah, sertifikat, dan surat penting lainnya). Imbasnya, masyarakat mengalami kesulitan untuk memenuhi syarat administrasi untuk beberapa urusan. Melalui inovasi GentaSiaga, Pemkab Sleman berupaya memberikan pemahaman tentang pentingnya pengelolaan dokumen arsip di mulai dari struktur sosial terbawah yaitu keluarga. "Terlepas dari upaya Pemkab Sleman, saya mengimbau agar masyarakat proaktif untuk peduli dan mulai mengimplementasikan penataan dan pengelolaan dokumen arsip keluarga agar menjadi budaya yang berkelanjutan," ujar Kustini. (***)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online