DVI Polda Jatim Terima 76 Data Ante Mortem Korban Virgo Transport 8
DVI Polda Jatim menerima 76 data ante mortem dan mengumpulkan 42 sampel DNA keluarga korban KM Virgo Transport 8.
Pemandangan pesawat terbang dari spot objek wisata Glagah, Senin (11/4/2022)./Harian Jogja-Hafit Yudi Suprobo
Harianjogja.com, KUNLONPROGO— Pemerintah Kabupaten Kulonprogo tengah mengidentifikasi sejumlah bangunan liar semi permanen di jalur sabuk hijau dari Pantai Glagah-Congot atau di selatan Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) supaya tidak menimbulkan konflik sosial di kemudian hari.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kulonprogo Triyono di Kulonprogo, Kamis (5/6/2024), mengatakan dirinya sudah meminta Dinas Pariwisata setempat melakukan identifikasi pemilik bangunan.
"Kami sudah mengimbau kepada masyarakat untuk tidak membangun bangunan baru, begitu juga pemerintah kalurahan sudah mengingatkan warganya, tapi ada yang tetap membangun," kata Triyono.
Ia mengatakan Pemkab Kulon Progo telah menyediakan Kawasan Plaza Kuliner Glagah dan suvenir. Lokasi tersebut diperuntukkan bagi pedagang yang ada di kawasan pemecah ombak dan laguna di Glagah.
Selain itu, Pemkab Kulon Progo melalui Dinas Pariwisata sudah mengidentifikasi pedagang yang ada di kawasan pemecah ombak dan laguna di Glagah.
Ketika mereka akan dipindah, justru pindah di jalan baru Pantai Glagah-Congot.
"Kemungkinan besar mereka yang membangun bangunan liar adalah mereka yang berjualan di kawasan pemecah ombak dan laguna," kata Triyono.
BACA JUGA: Pantai Glagah dan Congot Perlu Dihias Agar Terlihat Indah dari Atas Bandara YIA
Ia mengatakan Plaza Kuliner Glagah dan suvenir belum bisa menampung semua pedagang di kawasan pemecah ombak dan laguna yang mencapai lebih dari 300 pedagang.
"Kalau pemilik bangunan liar sama dengan pemilik kios di kawasan pemecah ombak dan laguna tetap dipindah, tapi tidak bisa memiliki dua lokasi," katanya.
Sebelumnya, Wakil Ketua I DPRD Kulon Progo Muhtarom Asrori meminta Dinas Pariwisata setempat menyulap Pantai Congot dan Glagah menjadi wisata yang mercusuar, sejalan dengan adanya rencana wisata kuliner malam di Plasa Kuliner Glagah.
Muhtarom mengatakan keberadaan YIA di Temon dan telah berdirinya banyaknya hotel, tidak hanya Dinas Pariwisata untuk menyulap Glagah dan Congot .
Untuk menyulap agar kelihatan mencolok maka bisa meniru Kota Madiun yang menyulap Kota Madiun menjadi wisata malam dengan lampu warna warni yang terang benderang.
"Ini juga bisa ditiru di area Plasa Kuliner Glagah sampai Congot, sepanjang tidak mengganggu penerbangan," kata Muhtarom.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
DVI Polda Jatim menerima 76 data ante mortem dan mengumpulkan 42 sampel DNA keluarga korban KM Virgo Transport 8.
Jadwal DAMRI dari YIA Sabtu 20 September 2026 tersedia ke sejumlah tujuan Jogja dan Sleman dengan tarif promo Rp50.000.
Jadwal KA Bandara YIA Minggu 20 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap.
Cukup Rp8.000, Ini Jadwal Lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo Hari Ini.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 20 September 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Simak jadwal tiap stasiun hingga Jogja.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 20 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif KRL Rp8.000.