Kasus Keracunan MBG Terus Terjadi, Status Sleman Kabupaten Layak Anak Disorot
Status KLA Sleman dipertanyakan setelah kasus keracunan MBG. Warga meminta DPRD memperkuat pengawasan perlindungan anak.
Petani Melon - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Gunungkidul mencatat produksi melon selama triwulan pertama 2024 mencapai 475,1 kuintal. Jumlah ini melebih produksi melon di periode yang sama tahun lalu.
Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Gunungkidul, Raharjo Yuwono mengatakan produksi melon triwulan pertama tahun 2023 hanya mencapai 151,3 kuintal. Ada kenaikan sebesar 323,8 kuintal tahun ini.
BACA JUGA: HP Disita Penyidik, Hasto Melawan Bakal Praperadilan dan Laporkan ke Dewas KPK
“Paling banyak produksi melon tahun ini di bulan Maret mencapai 432,6 kuintal,” kata Raharjo dihubungi, Senin (10/6/2024).
Adapun jumlah produksi melon bulan Januari mencapai 25,5 kuintal dan Februari mencapai 17 kuintal. Apabila dipersentasi, kenaikan produksi melon mencapai 214,01%. “Datanya masih kurang untuk bulan April, Mei, dan Juni ini,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Status KLA Sleman dipertanyakan setelah kasus keracunan MBG. Warga meminta DPRD memperkuat pengawasan perlindungan anak.
Menyusuri kawasan dalam benteng sambil mengayuh sepeda menjadi cara yang dipilih dalam Amazing Race bertajuk “Ngepit Jeron Benteng” pada Jogja World Heritage
Sebanyak 92.055 warga Gunungkidul terdampak kekeringan. Kapanewon Tepus menjadi wilayah terparah dengan 24.875 jiwa mengalami krisis air.
Disdag Jogja menggelar Gemati di 22 pasar selama Oktober 2026. Belanja minimal Rp20.000 berpeluang mendapat smartphone hingga sepeda.
Pemprov Jateng menyalurkan 75,4 juta liter air bersih ke 33 kabupaten/kota untuk membantu warga terdampak kekeringan.
Komisi XIII DPR menemukan miras di salah satu bangunan Lapas Cibinong. Sebanyak 10 bangunan di bantaran Ciliwung dibongkar.