Taru Martani Bantah Tak Terapkan SUSU, Ini Hasil Pemeriksaan Disnakertrans DIY
PT Taru Martani membantah tak menerapkan SUSU. Manajemen menyebut pemeriksaan Disnakertrans DIY tak menemukan pelanggaran norma ketenagakerjaan.
Ilustrasi. /Harian Jogja-Nina Atmasari
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jogja prediksi kondisi cuaca di Jogja dan sekitarnya selama Senin (17/6/2024). Mayoritas wilayah di DIY cerah berawan, hanya Sleman yang berpotensi hujan.
Dari laporan prakiraan cuaca BMKG saat siang hari sebagian wilayah di DIY diprediksi mengalami hujan ringan hingga lebat. BMKG memprediksi suhu panas bisa mencapai 30 derajat celcius. Adapun tingkat kelembaban udara berkisar 70 hingga 95.
Berikut ini prakiraan cuaca DIY pada Senin 17 Juni 2024 ini dikutip dari laman bmkg.go.id:
1. Bantul
Pagi: cerah berawan
Siang: cerah berawan
Malam: berawan
Dini hari: berawan
2. Sleman
Pagi: cerah berawan
Siang: cerah berawan
Malam: hujan ringan
Dini hari: berawan
3. Kulonprogo
Pagi: cerah berawan
Siang: cerah berawan
Malam: berawan
Dini hari: berawan
4. Gunungkidul
Pagi: cerah berawan
Siang: cerah berawan
Malam: berawan
Dini hari: berawan
5. Kota Jogja
Pagi: cerah berawan
Siang: cerah berawan
Malam: berawan
Dini hari: berawan
Itulah prakiraan cuaca Jogja pada hari ini, Senin 17 Juni 2024
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PT Taru Martani membantah tak menerapkan SUSU. Manajemen menyebut pemeriksaan Disnakertrans DIY tak menemukan pelanggaran norma ketenagakerjaan.
Harga iPhone 15 dan iPhone 16 turun Rp1,5 juta pada awal Oktober 2026. Simak daftar harga iPhone 15, 16, 17 dan kabar iPhone 18.
Eksim dapat berlangsung lama dan berulang. Kenali pemicu serta perubahan kondisi kulit untuk membantu mencegah kekambuhan.
Bolt.new mengakuisisi startup AI asal San Francisco, Dokai, untuk memperkuat agen AI dan kemampuan platform menangani workflow enterprise.
Sejarah dan budaya dinilai memperkuat wisata gastronomi Indonesia. Kuliner Jogja menjadi contoh makanan yang memiliki cerita dan filosofi.
BPBD Kota Jogja mendorong pengaktifan kembali kentongan sebagai alat peringatan dini bencana berbasis masyarakat saat komunikasi terganggu.